Senin, 10 Agustus 2020 | 03:36:58 WIB

Saksi Fikal Maici Akui Ancaman Kades Malik Gama Bukan Ancaman Biasa

Jum'at, 10 Juli 2020 | 22:16 WIB
Saksi Fikal Maici Akui Ancaman Kades Malik Gama Bukan Ancaman Biasa

(Foto: Hasan/Lundo)

TERNATE, LINDO - Kasus pengancaman yang dilakukan oleh Kepala Desa Lata-lata Abdul Malik Gama terhadap warganya adalah bukan ancaman biasa. Tetapi ancaman itu akan dibuktikan jika ia sudah mengeluarkan kata-kata dan nada ancaman.

Demikian hal itu dikatakan salah satu saksi dari warga desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halmahera Selatan Fikal Maici usai diperiksa oleh penyidik Kepolisian Polda Malut, di kota Ternate, Jumat (10/07/2020) sore.

Fikal yang juga sahabat dekatnya sang kades itu, mengungkapkan bahwa kejadian pengancaman warga dan dirinya pada beberapa tahun lalu benar-benar terjadi.

"Waktu kejadian pada tahun 2010, kasusnya hanyalah salah paham antara keluarga saja, namun pada saat itu masalahnya langsung diselesaikan oleh kades Malik Gama," katanya.

Namun, ia tidak menyangka bahwa masalah itu masih menyisahkan dendam oleh kades Malik Gama. Disaat terjadi pemukulan terhadap dirinya, Malik Gama juga berada di tempat kejadian, dan tiba-tiba saya dikeroyok dan dipukul oleh buruh yang ada di pelabuhan Bastiong Ternate.

"Kejadian pumukulan pada saya waktu itu sangat mendadak, dan tiba-tiba saya sudah dipukul banyak orang. Kasusnya sempat ditangani oleh polisi dipelabuhan Bastiong. Malik sendiri yang mengatakan bahwa pemukulan kamu itu adalah kesalahan disaat kamu mengancam keluarga saya di desa Lata-lata pada waktu itu," ujar Fikal menirukan keterangan kades Malik Gama dihadapan penyidik Polda Malut.

Sehingga kasus ini mencuat dan berakhir di polisi, maka ia meminta agar segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Jika tidak maka sang kades akan terus menekan warganya melalui ancaman itu.

"Ini bukan laporan pak, tapi sekedar bercerita saja soal tindakan sang kades Malik Gama. Dan intinya kasus ini saya minta pak polisi segera tindaklanjuti agar yang bersangkutan bisa ada efek jerah. Saya sendiri sudah merasa bosan dengan kelakuan saudara Malik," tuturnya.

Sementara pernyataan yang sama juga disampaikan oleh salah satu korban yang juga pelapor yang mendukung pernyataan Fikal. Dia adalah Anis Kasubae.

Dalam pernyataan itu, Anis juga mengakui bahwa watak dan pikiran sang kades Malik Gama selama memimpin dan menjabat sebagai kades Lata-lata dia selalu menunjukan otoriter, over ekting dan selalu menunjukan tingka laku terhadap warganya seperti preman dalam pasar.

"Saya pernah diancam oleh kades Malik. Ancaman kades kepada saya waktu itu akan dia cabut identitas saya sebagai warga desa Lata-lata. Lalu saya jawab ke Malik "memang ngana dapa aturan dari mana ngana mau kase pindah saya", tegas Anis.

Sehingga dalam pelaporan itu, Anis berharap agar kejaksaan dan kepolisian mampu mengungkap kasus ini, baik itu kasus korupsi atau kasus pengancaman pembunuhan yang di dahulukan oleh penyidik.

"Kita tunggu saja waktunya, apakah polisi atau kejaksaan yang kamuka tahan kades Lata-lata. Yang jelas Malik Gama sudah di intai dan akan dieksekusi. Kita lihat saja nanti, Malik Gama atau saya yang masuk penjara," papar Anis.

Sebagai informasi saat ini kasus kades Lata-lata Abdul Malik Gama, baik yang ada di kepolisian maupun di kejaksaan tinggi yang dilaporkan warga, sama-sama menjadi perhatian khusus dua institusi itu.

ALDY M

Berita Terkait