Selasa, 04 Agustus 2020 | 04:32:12 WIB

Mau Bunuh Warganya, Kades Lata-lata Diancam 10 Tahun Penjara

Selasa, 14 Juli 2020 | 14:37 WIB
Mau Bunuh Warganya, Kades Lata-lata Diancam 10 Tahun Penjara

Pengacara LBH Pemuda Pancasila Hastomo sedang melaporkan kasus pengancaman pembunuhan di sentra pelayanan Polda Malut, Jumat (10/07/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

TERNATE, LINDO - Kasus pengancaman pembunuhan yang dilakukan oleh kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama pada warganya beberapa waktu lalu alhirnya dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Maluku Utara (Direskrimum Polda Malut), pada Jumat (10/07/2020) kemarin.

Kuasa Hukum warga Lata-lata Hastomo Bakri SH, kepada wartawan mengatakan laporan polisi soal kasus ini sudah diserahkan di tangan polisi, hanya saja kata dia, menunggu tindaklanjutnya dari penyidik soal pengembangan kasus ini.

"Apakah langsung dilakukan pemanggilan atau masih dimintai keterangan pada saksi-saksi korban, itu semua sudah diserahkan pada penyidik. Kita hanya menunggu kabar saja," kata Hastomo di Mapolda Malut, Jumat (10/07/2020) sore.

Lebih lanjut dia menjelaskan laporan ancaman pembunuhan kades Lata-lata pada warganya di polisi sangat memiliki bukti yang kuat, yaitu alat rekaman dari henpone milik saksi, dan 3 orang saksi dari warga desa yang sama.

"Kami punya bukti yang sangat kuat untuk menjerat sang kades Lata-lata ke hal pidana. Karena kami ada saksi-saksi yang melihat dan mendengar, termasuk merekam di saat pelaku marah-marah dan mengancam mau membunuh klien kami," jelasnya.

Pengacara muda, asal Halmahera Selatan ini berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga ke tahap yang lebih diatas lagi, yaitu ke pengadilan.

"Yang jelas kita tidak main-main dalam kasus ini. Kita sangat serius karena ini sudah menyangkut nyawa orang. Kasian orang tua-tua yang dia ancam. Yang lebih parah lagi, kades Malik Gama malah mau bunuh dan mau kubur hidup-hidup warganya sendiri yang melapor kasus korupsi di Kejati Malut. Makanya, laporan ini akan kami tangani yang sangat serius lagi," paparnya.

Dalam paparannya, lelaki yang sering disapa Tomo ini mengakui bahwa dia dan teman-teman pengacara di LBH Pemuda Pancasila sudah komitmen bahwa kasus ini akan diprioritaskan karena sudah masuk dalam ancamana serius. Selain itu kata dia, pihknya juga serius menangani soal pengaduan kasus korupsi dana desa yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

"Kalau kasus ancaman pembunuhan kades Lata-lata saya dan teman-teman di LBH Pemuda Pancasila sangat serius dan target kami tetap lanjut ke meja hijau. Kalau laporan di Kejati Malut soal dugaan kasus korupsi dana desa, itu juga masuk dalam agenda kami. Yang saya monitor, kasusnya sudah dilaporkan lagi ke Kejati Malut, mungkin sudah tidak lama lagi akan disidik jaksa. Mudah-mudahan cepat ditangani dan cepat di ekspos ke publik, biar masyarakat tahu," ujarnya.

Diakhir percakapan, Tomo berharap pada media juga ikut berperan untuk memantau setiap perkembangan dalam dua kasus ini, baik di kejaksaan maupun di kepolisian. Karena masyarakat disana baik masyarakat Halamahera Selatan dan masyarakat yang ada di Maluku Utara, ingin mengikuti setiap perkembangan dalam penanganan kasus ini.

"Kalau media juga ikut ambil bagian dan berperan memberitakan kasus ini, maka masyarakat juga ikut mengetahui sampai dimana penangan kasus ini. Sekarang ini era sudah tehnologi, masyarakat butuh informasi yang akurat dan terbuka. Jangan lagi ditutupi dan jangan lagi dirahasiakan, semua ini serba tehknologi digital dan serba cepat tentang informasi," paparnya.

Sebagai informasi tambahan, kasus yang menimpa sang Kades Lata-lata Abdul Malik Gama yang dilaporkan oleh warganya sendiri ini adalah kasus, penyalahgunaan jabatan, penggunaan dan penaggungjawaban agaran dana desa, alokasi dana desa dan anggaran lainnya, yang ia salah gunakan sejak ia menjabat sebagai kepala desa Lata-lata, dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2020.

Padahal pembangunan desa yang di inginkan oleh masyarakat dan pemerintah agar dibangun menjadi desa yang maju dan desa yang mandiri, ternyata fakta dilapangan desanya sangat jauh tertinggal dari harapan masyarakat.

Sejumlah proyek dan pembangunan yang diambil alih oleh sang kades Abdul Malik Gama tidak menunjukan ke arah perbaikan dan perubahan, kalaupun dibangun itu hanya akal bulus sang kades agar penggunaan dan penanggungjawaban anggaran, bisa ia pertanggungjawaban sesuai yang ia tilep dan yang ia realisasi.

ALDY M

Berita Terkait