Sabtu, 31 Oktober 2020 | 14:20:56 WIB

Coklit Serentak, KPU Merauke Pastikan Tidak Ada Data Yang Terlewatkan

Sabtu, 18 Juli 2020 | 14:15 WIB
Coklit Serentak, KPU Merauke Pastikan Tidak Ada Data Yang Terlewatkan

Ketua KPU Merauke Theresia Mahuze SH, saat menjawab pertanyaan wartawan di Kantor KPU Merauke, Sabtu (18/07/2020). (Foto: Gilang/Lindo)

MERAUKE, LINDO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Merauke pada Sabtu (18/07/2020) pagi, melepaskan ratusan petugas pemutahiran data penduduk (PPDP) dalam rangka pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan di laksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

Para petugas coklit itu akan melaksanakan pendataan pemilih di kabupaten Merauke sejak tanggal 18 Juli 2020 hingga 13 Agustus 2020 mendatang.

Ketua KPU Merauke Theresia Mahuze SH, usai pembukaan coklit serentak seluruh Indonesia yang di mulai pada tanggl 18 Juli 2020, kepada awak media ia mengatakan sesuai arahan KPU RI mulai tanggal 18 akan dilaksanakan coklit serentak, dan KPU Merauke dapat melaksanakan pada hari ini. Dan nantinya petugas petugas pemutahiran data pemilih akan melakukan pendataan secara faktual di lapangan dengan mendatangi rumah-rumah masyarakat atau dengan door to door (dari pintu ke pintu).

"Ya hari ini, Sabtu 18 Juli 2020 sesuai instruksi KPU RI untuk dilaksanakan coklit serentak di seluruh Indonesia. Puji Tuhan KPU Merauke dapat melaksanakan sesuai instruksi KPU RI, untuk itu nantinya petugas kami PPDP akan turun langsung kelapangan dan mengumpulkan data secara faktual. Tentunya dengan syarat masyarakat dapat menunjukan kartu identitas diri seperti KTP atau data pendukung lainnya yang di keluarkan oleh Disdukcapil. Selain itu, PPDP juga harus memastikan syarat untuk pemilih seperti, genap 17 tahun pada 9 Desember nanti, sudah atau kawin, sedang tidak di cabut hak pilihnya oleh pengadilan yang telah ada kekuatan hukum tetap, atau bukan anggota TNI atau Polri. Hal ini sebagai syarat menjadi pemilih dan saya sudah minta kepada PPDP untuk memastikan semua masyarakat yang telah memenuhi syarat agar terdaftar sebagai pemilih," kata Theresia Mahuze.

Lebih lanjut dia menegaskan, pihaknya termasuk anggota KPU Merauke juga akan turun langsung meninjau dilapangan, dan tentunya dalam pelaksanaan pemutahiran data ini petugas PPDP juga di bekali dengan alat pelindung diri (APD), tapi APD ini belum bisa di gunakan sekalipun APD sudah ada namun masih menunggu review oleh inspektorat. Sedangkan untuk coklit tetap dilaksanakan sesuai dengan protokoler Covid-19, sekurang kurangnya mengunakan masker.

"KPU Merauke telah menerima dana sebanyak Rp.3 miliar dari APBN, untuk APD petugas PPDP selain itu juga Anggran ini untuk pembelian rapid rest, namun khusus rapid test ini belum tersedia. Kami telah berkoordinasi sekretaris tim gugus covid kabupaten Merauke dan dinas kesehatan dalam rangka pengadaan rapid test karena alat repid test di kami masih kurang, sedangkan jumlah petugas PPD, PPS dan PPDP di 20 distrik mencapai 5000 ribu orang. Namun coklit tetap kami lakukan dengan sekurang kurang petugas di bekali masker sambil menunggu APD dapat di salurkan. Saya sendiri selaku ketua dan teman-teman komisioner lain akan turun langsung memantau jalannya coklit ini yang di rencanakan pada tanggal 13 Agustus 2020 mendatang," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Teresia kembali mempertegaskan bahwa semua anggota PPDP wajib mendata masyarakat dengan tepat dan jangan sampai ada yang terlewatkan.

"Sekali lagi saya tegaskan jangan ada yang terlewatkan saat pendataan oleh anda-anda dilapangan. Andalah yang akan menentukan pendataan turun ke lapangan dan ini yang paling penting," pungkasnya.

Gilang Harry

Berita Terkait