Rabu, 21 Oktober 2020 | 12:06:45 WIB

KAHMI MALUT Minta Proses Hukum Dan Pecat Anggota HMI Pelaku Pengrusakan Sekretariat Dan Pembakaran Bendera HMI Cabang Sanana

Senin, 27 Juli 2020 | 21:03 WIB
KAHMI MALUT Minta Proses Hukum Dan Pecat Anggota HMI Pelaku Pengrusakan Sekretariat Dan Pembakaran Bendera HMI Cabang Sanana

Foto: Sekritaris Umum Majelis wilayah KAHMI Provinsi Maluku Utara, Hasby Yusuf.

LINDO Ternate-Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Maluku Utara, angkat bicara soal Pengrusakan sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana serta pembakaran atribut HMI.

 

Kepada LiputanIndonesinews Sekritaris Umum Majelis wilayah KAHMI Malut Hasby Yusuf melalui pers rilis resmi yang dikirimkan via WhatsApp meminta agar Pelaku di Proses Secara hukum dan di pecat dari anggota HMI tegas Hasby Yusuf,Senin (27/07/20)

"Terkait pengrusakan sekretariat dan pembakaran bendera HMI di Cabang Sanana. Saya sebagai Sekretaris Umum KAHMI Maluku Utara atas nama keluarga besar KAHMI telah berkoordinasi dengan Ketum HMI Cabang Sanana dan juga KAHMI daerah Sula terkait peristiwa tersebut", tutur bang Bices sapaan akrab Sekritaris Umum Majelis wilayah KAHMI Malut.

 

Dikatakan Hasby, bahwa peristiwa pengrusakan dan pembakaran bendera HMI benar terjadi dan dilakukan oleh dua pengurus cabang Sanana. Sebabnya hanya persoalan internal cabang dan spesifiknya hanya soal perbedaan pendapat. Bagi kami perbedaan pendapat itu hal yang biasa dalam organisasi karena itu semestinya disikapi secara dewasa dan tak perlu melakukan tindakan premanisme atau barbar.

Menurut pandangan kami sebagai organisasi mahasiswa yang berasaskan Islam, anggota HMI harus mengedepankan semangat intelektual, etika dan moral yang tinggi dalam menyikapi segala dinamika baik internal maupun eksternal. Kader HMI harus mampu berdiri diatas landasan Konstitusi organisasi dan bersikap sebagai kader mahasiswa Islam yang bermoral dan beretika.

"Karena itu menurut pandangan KAHMI, sikap anggota HMI yang membakar bendera organisasi adalah wujud tindakan merendahkan dan merusak nama organisasi. Suatu bentuk sikap yang selain menunjukkan kebodohan juga melanggar standar etika berorganisasi", cetus Hasby Yusuf yang Juga senior HMI.

 

Lajut Hasby, Bendera dan logo HMI adalah simbol organisasi yang sejatinya dijaga dan dihormati. Karena logo dan bendera HMI ada sejarah dan tafsir konstitusi di dalamnya. 

Karena itu kami berpendapat dan meminta HMI Cabang Sanana dan KAHMI Sula agar mengusut kasus ini secara tuntas. Dan meminta pelakunya di PECAT DARI KEANGGOTAAN HMI serta diproses secara hukum, tegas Sekritaris Umum Majelis wilayah KAHMI Malut.

"Pemecatan dan proses hukum harus menjadi solusi agar setiap Kader HMI dapat bertindak dan berpikir sebagaimana pesan konstitusi HMI.

Sebagai organisasi Kader, HMI harus membenahi pengkaderan agar melahirkan kader intelektual, bermoral dan beretika. HMI harus jadi laboratorium kepemimpinan mahasiswa dan pemuda muslim yang militan, dan bukan sarang para preman dan berpikir primitif", tutup Hasby Yusuf.(Imel)

Berita Terkait