Minggu, 20 September 2020 | 05:15:46 WIB

Dituduh Santet, Satu Rumah Warga Di Desa Duma Halut Di Bakar

Senin, 3 Agustus 2020 | 21:24 WIB
Dituduh Santet, Satu Rumah Warga Di Desa Duma Halut Di Bakar

Foto Jef-LINDO: rumah warga ditunduh santet yang dibakar warga.

LINDO HALUT - Di tuduh santet akhirnya sebuah rumah warga di desa Duma Kecamatan Galela Barat Kabupaten Halmaher Utara, Senin (3/8/20) di bakar oleh sejumlah warga setempat, hal tersebut di tegaskan oleh Kasubag Humas Polsek Galela, IPTU. Mansur Basing kepada awak media.


Setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi pengrusakan dan rencana pembunuhan, terhadap salah satu keluarga yaitu Flantien Morong dan Dominggas Sumtaki, Personil Polsek Galela langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) Desa Duma.

"Saat personil Polsek menuju TKP, ada sejumlah warga mencoba menghalangi dan melakukan pemalangan jalan
Namun upaya tersebut tidak berhasil, pihak Personil Polsek Galela dapat mengamankan keluarga korban yaitu keluarga Flantien Moreng dan Minggas Sumtaki di Polsek Galela, dan juga mengevakuasi anak anak dari Flantien Moreng karena ada ancaman pembunuhan terhadap mereka," ungkapnya.


Lanjut kasubag Humas, waktu pukul 7.50 wit saatnya Personil Polsek mengamankan keluarga Flantien Moreng, jam itu juga diduga Pelaku ( keluarga Moreng) langsung membakar rumah Flantien Moreng," ucapnya.

Menurut Kasubag Humas, Kronologisnya berawal dari masalah Pohon kelapa yang dituduh oleh Wem Moreng yang mana  Flantien telah memanjat kepalanya Wem Moreng.
saat itu juga Wem dalam keadaan mabuk lalu menahan Flantien yang baru pulang dari kebun, Wem berkata " Papa Ade su nae kita pe kalapa ", jawab Flantien " coba ngana lia dulu, ka apa bukan ngoni punya kong cuma kita punya saja , kata Wem lagi " So 3 pohon yang pa ade so nae, disini kasana kalau kita sakit berarti itu pa ade yang aniaya, jawab Flantien " kalau saya aniaya pa ngana itu Tuhan me tau ", adu mulut antara Wem dan Flantien itu di hari Sabtu 4 Juli 2020 bulan lalu ," ungkap Kasubag Humas.


"Setelah adu mulut, si Wem mengajak Flantien ke rumahnya Kepala Desa Duma, agar melaporkan kejadian tersebut supaya ada peninjauan kembali untuk melihat serta mengukur batas batas areal kebun tersebut", tutur Kasubag Humas Polsek Galela.


Selanjutnya dikatakan Kasubag Humas, berjalan beberap pekan kedepan tepat di hari Selasa 14 Juli 2020, Kepala Desa bersama Staf Desa turun ke lokasi untuk meninjau dan lakukan pemasangan batas di areal tersebut, setelah pemasangan batas, kedua orang itu langsung berjabat tangan yang pertandanya persoalan telah selesai secara kekeluargaan.

Kemudian sepekan lamanya tepat 25 Juli 2020 , Wem dalam keadaan mabuk (Komsumsi Miras) lalu jatuh sakit dan Wem dilarikan ke Puskesmas Dokulamo untuk penanganan Medis, tetapi sesampai di Puskesmas Tuhan berkehendak lain, Wem Moreng telah Meninggal Dunia (MD).


Akibat dari kejadian tersebut keluarga Wem Moreng merasa tidak puas atas kematian, maka keluarga Wem menuduh Flantien Moreng melakukan santet terhadap almarhum Wem Moreng ," terang Kasubag.

"Atas tuduhan tersebut terjadi pengrusakan, Pembakaran dan percobaan pembunuhan,
Selain itu kata kasubag, bahwa kerugian Meteril kurang lebih Rp.100.000.000.-
Dan saat ini tindakan kepolisian yang diambil, menerima laporan turun ke TKP, mengamankan korban, Memasang Polisi Line, Membuat Laporan Polisi dan keluarga dari Flantien Moreng masih mengamankan diri di Polsek Galela," tutup Kasubag Humas.( jef/imel

Berita Terkait