Minggu, 20 September 2020 | 05:53:49 WIB

Karyawan PT.STM Diduga Tewas Gantung Diri

Senin, 10 Agustus 2020 | 01:14 WIB
Karyawan PT.STM Diduga Tewas Gantung Diri

Ilustrasi gantung diri

LINDO HALUT - Warga Desa MKCM Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara ( Halut) pada Minggu (9/8) digegerkan dengan salah satu warga nya yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

 

Lelaki muda yang berusia (31) tahun adalah Karyawan PT.Sinar Terang Mandiri (STM) yang merupakan Sub Kontraktor PT. Indonesia Weda Bay Industri Part ( PT.IWIP) yakni Neprius Momongan di temukan dalam keadaan tidak bernyawa dan tergantung.

"Korban di temukan di dapur rumahnya dalam posisi tergantung, kakinya terlibat kebelakang dan menyentuh lantai,namun sudah tidak bernyawa ( meninggal dunia), hal ini sesuai dengan keterangan saksi, " kata kasubag Humas Polres Halut IPTU Mansur Basing kepada awak media.

 

Berdasarkan keterangan saksi Donal Laimehiriwa (49) keluarga korban, lanjut Kasubag bahwa sekitar pukul 11.00 Wit saksi ( Donal) baru pulang dari Gereja sempat mampir ke rumah korban dengan niat untuk menyuruh korban kerumahnya untuk makan, sebab dari pagi korban belum sarapan, tetapi pintu depan rumah korban terkunci,jelas Kasubag Humas.

 

Kasubag Humas menjelaskan, menurut Saksi setelah ia (donal) kembali kerumahnya, sekitar pukul 17.30 wit, saksi ( Donal) menyuruh Kristian Layang (13) untuk memanggil korban, namun sangat mengejutkan ketika mendapat informasi balik dari Kristian bahwa korban telah gantung diri, dan Donal langsung menuju ke rumah korban untuk memastikan hal tersebut, setelah itu ia (donal ) langsung memberitahukan kepada warga yang berada disekitar rumah bahwa korban mati gantung diri , jelasnya. 

"Penjelasan saksi Kristian Layang saat itu dirinya disuruh oleh Donal untuk memanggil korban di rumahnya, sempai dirumah korban pintu depan rumahnya terkunci, lalu si kristian melaui jendela tapi setelah sampai di dapur saksi kristian melihat ada orang tergantung di dapur dan dia (kristian ) lari melalui pintu depan mendatangi Donal Laimehiriwa dan memberitahukan apa yang telah dia lihat," ungkapnya.

 

Setelah itu kurang lebih pukul 18.00 wit keluarga korban bersama bhabinkamtibmas dan petugas Piket mendatangi TKP untuk membuka tali lalu menurunkan korban, dan membawa korban  ke rumah saudara Donal Laimehiriwa.

Kemudian dari keluarga korban bersedia membuat surat pernyataan menolak untuk korban di otopsi dan menganggap ini adalah musiba atau cobaan bagi keluarga, tuturnya.

 

Sampai berita ini diturunkan, belum di ketahui penyebab korban melakukan bunuh diri,

( jef /imel)

Berita Terkait