Kamis, 29 Oktober 2020 | 15:15:36 WIB

Jika Kasus Korupsi Mandek, Hipmadel Janji Arahkan Massa Lebih Banyak Lagi

Kamis, 13 Agustus 2020 | 12:48 WIB
Jika Kasus Korupsi Mandek, Hipmadel Janji Arahkan Massa Lebih Banyak Lagi

Ketua Hipmadel Kota Ternate, Arnol Faici. Doto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Dugaan kasus korupsi anggaran alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD), senilai Rp.1,6 miliyar yang disalahgunakan oleh kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama yang telah dilaporkan warga ke Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kejati-Malut) yang saat ini sudah ditindaklanjuti ketahap pemeriksaan saksi dan pemeriksaan bukti data-data oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Halmahera Selatan.

"Mudah-mudahan penyidikan kasus ini berjalan dengan baik. Itu harapan kami, dan semoga tidak berjalan ditempat saja. Jika memang kasus itu berjalan ditempat, maka hal paling buruk akan terjadi. Kami akan duduki dan memblokade kantor kejaksaan negeri Halsel hingga ada proses lebih lanjut," kata Arnol usai menghadap penyidik Kejari Halsel, Rabu (12/08/2020).

Lebih lanjut Arnol mengungkapkan sebaiknya pihak kejaksaan negeri Halsel jangan sengaja menunda-nunda laporan warga, proseslah sesuai mekanisme dan aturan yang ada. Karena lembaga hukum yang diandalkan warga selama ini adalah kejaksaan.

"Jangan membuat kasus ini seperti bola kaki, ditendang sana dan ditendang sini. Tegakan keadilan itu dengan sungguh-sungguh, jangan alasan lain lagi, nanti masyarakat sudah tidak percaya pada lembaga itu. Tunjukan pada publik bahwa kalian itu lembaga yang punya marwah yang sangat ditakuti oleh para koruptor. Itu yang harus dijaga pak," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Arnol berjanji bahwa pihaknya akan kembali lagi ke kantor ini dengan massa yang jumlahnya lebih besar lagi untuk mempresur kasus korupsi yang saat ini ditangani oleh lembaga Adiyaksa ini.

"Kami berharap kejaksaan negeri Halsel bekerja secara profesional dan jangan mudah di intervensi oleh kepala desa atau siapapun. Jika nanti hal itu menjadi kenyataan maka kami sudah siap dengan jumlah massa yang lebih besar lagi untuk mengepung kantor Kejaksaan Negeri Halsel, pada tanggal 24 Agustus 2020 nanti. Tapi mudah-mudahan Kejari Halsel mengerti soal ini dan Kejari Halsel sudah paham isi dalam pelaporan kami. Sekali lagi kami minta agar Kejari Halsel tetap fokus soal pemberantasan korupsi, jangan terjebak pada hal-hal lain, tetapi ini adalah murni hukum yang kasusnya masuk dalam tindak pidana korupsi," ujarnya.

Arnol dan teman-temannya datang ke kantor kejari Halsel dalam rangka menguatkan alat bukti yang dicari penyidik. Bukti-bukti yang dimaksud ialah data otentik, data laporan pertanggung jawab kades, hasil audit badan pemeriksa keuangan provinsi (BPKP) Maluku Utara.

"Kami ingin kerjasama yang baik dengan penyidik kejaksaan Halsel soal dukungan data dan saksi-saksi yang akan diperiksa penyidik. Dan tadi pak Kasie Intel Kejari Halsel Ridwan Marban sudah katakan bahwa bendahara dan mantan kaur pembangunan desa Lata-lata akan diperiksa dalam waktu singkat. Itu yang kami pegang omongannya, mudah-mudahan dia tidak asal bicara tapi dibuktikan dan direalisasi semua janji-janjinya itu," paparnya.

ALDY M

Berita Terkait