Rabu, 23 September 2020 | 03:54:15 WIB

Hasil Audit, Kades Lata-lata Malik Gama Dituduh Malakukan Pembohongan Publik

Sabtu, 12 September 2020 | 16:46 WIB
Hasil Audit, Kades Lata-lata Malik Gama Dituduh Malakukan Pembohongan Publik

Ketua Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata Hasan Maici (kanan) saat menyerahkan berkas korupsi kades Lata-lata Abdul Malik Gama pada Ketua Komisi I DPRD Halsel usai hearing bersama dewan dan warga Lata-lata, baru-baru ini di DPRD Halsel. (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Desa Lata-lata (HIPPMADEL) Arnol Faici menuduh Kepala Desa Lata-lata Abdul Malik Gama telah melakukan pembohongan publik soal hasil auditnya terkait pembayaran gaji dan honor staf, anggota BPD desa Lata-lata. Termasuk gaji mantan Kepala Desa bernama Ruslan.

"Kalau yang kami konsultasi ke Inspektorat Halsel, yang diaudit itu adalah keuangan desa Lata-lata, bukan anggaran pembangunan dan infrastruktur desa yang diaudit. Yang di Audit itu adalah  anggaran tahun 2016 dan anggaran tahun 2017, yang isinya soal gaji dan honor, kepala desa, pegawai staf desa, dan anggota BPD desa Lata-lata. Termasuk gaji dan honor mantan kepala desa Lata-lata bapak Ruslan, yang sampai saat ini belum juga dibayar oleh Malik," kata Ketua HIPMADEL Arnol Faici di kantor Inspektorat Halsel, Jumat (11/09/2020) sore.

Sebelumnya di depan wakil rakyat saat hearing di dengan anggota komisi I DPRD Halamahera Selatan, Inspektorat Halsel, Dinas DPMD Halsel, dan perwakikan warga Lata-lata, Kades Abdul Malik Gama mengakui bahwa seluruh pembayaran gaji dan honor staf pegawainya sudah dibayar lunas. Bahkan dalam pengakuannya, hasil audit inspektorat dari tahun 2016 dan tahun 2017, seluruhnya sudah di audit oleh inspektorat Halsel dan hasilnya tidak ada kerugian negara.

"Kalau saat hearing di depan wakil rakyat, Kades Malik Gama mengaku pada kami semua, bahwa uang pembayaran honor dan gaji kaur, BPD dan seluruh anggaran pembangunan desa sudah di audit dan tidak ada kerugian negara. Itu semua yang dilaporkan Kades Malik Gama pada kami adalah salah satu perbuatan pebohongan yang ia sengaja lakukan," tandasnya.

Sementara itu, audit dari Inspektorat Halsel dikabarkan belum semua dilakukan karena dalam laporan pertanggungjawab (LPJ) Abdul Malik Gama sejak tahun 2016 dan tahun 2017 seluruh program tahap ke satu sampai tahap ke tiga belum juga ia siapkan. Sementara Malik Gama disetiap kesempatan selalu mengklaim bahwa ia sudah selesai di audit oleh instansi Inspektorat kabupaten Halsel.

"Malik Gama itu kades Lata-lata yang paling bodok dan suka kase foya-foya orang. Kerjanya cuma pencuri duit dana desa lalu hanya bayar utang-utangnya dia yang dia pinjam 10juta  kembalinya 15juta. Selain pencuri, Malik Gama di Lata-lata suka profokasi warga dan suka menghasut warga jika kebijakannya tidak di dukung. Dia pekedok soal kasus dana desa, sudah kami siapkan, dan warga Lata-lata disana juga sudah siap turunkan dia dari jabatan Kades dan akan kami penjarakan dia dengan korupsi dana desa," tegas Arnol.

Sejauh ini, kata Arnol seluruh instansi yang yang berhubungan dengan dana desa sudah saling mengklaim tuduh menuduh soal dokumen dana desa milik desa Lata-lata yang dilaporkan Kades Malik dari tahun 2016, tahun 2017, tahun 2018, dan tahun 2019.

"Data APBDes dan RKPDes yang kami dapat dari instansi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, (BAPPEDA) kabupaten Halsel yang dilaporkan Malik Gama pada instansi tersebut dituduh palsu dan tidak akurat. Padahal instansi BAPPEDA Halsel itu resmi loh," papar Arnol.

Sedangkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halsel dan Dinas Inspektorat Halsel saat ini sudah saling lempar tanggung jawabnya soal data-data LPJ kades Lata-lata. Mereka mengakui bahwa dokumen RKPDes dan APBDes Lata-lata itu belum fainal karena sifatnya masih perencanaan dan belum bisa dipertangungjawab.

"Saya curiga Kadis DPMD Bustamin Soleman dan Kapala Inspektorat Halsel, Slamet Ak, sudah tahu secara detail korupsi yang dilakukan kades Lata-lata Abdul Malik Gama. Mereka berdua itu pintar bersandiwara dan  hanya pura-pura saja dihadapan warga. Bangke kalau disimpan lama-lama akan tercium juga baunya," jelas Arnol.

Dalam kasus ini, Arnol mengakui bahwa pihaknya berjanji akan terus ikut mengawal dan siap mengungkap kasusnya Malik Gama di aparat penegak hukum.

"Pokoknya kami tidak main-main soal korupsi dana desa. Jika ada yang terlibat dibelakan Malik akan kami libas. Kami tidak pandang bulu siapa-siapa yang membekingi kades Lata-lata yang sudah ikut kuras anggaran dana desa yang ada di Lata-lata, akan kami tuntaskan," tegasnya.

 

ALDY M

Berita Terkait