Rabu, 23 September 2020 | 02:56:39 WIB

Hippmadel: Perkembangan Kasus Korupsi Desa Lata-lata Masih di Meja Penyidik

Selasa, 15 September 2020 | 15:37 WIB
Hippmadel: Perkembangan Kasus Korupsi Desa Lata-lata Masih di Meja Penyidik

Ketua Hippmadel Arnol Faici bersama rekannya saat tiba dikantor Kejari Halsel, Selasa (15/09/2020) siang. (Foto: Aldy/Lindo)

LABUHA, LINDO - Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Desa Lata-lata (Hippmadel) Arnol Faici menegaskan perkembangan soal kasus tindak pidana korupsi dana desa yang melibatkan nama kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama saat ini masih ada ditangan penyidik Kejaksaan Negeri Labuha, Halmahera Selatan (Kejari Halsel).

"Kasus korupsi dana desa Lata-lata yang kami laporkan ke pihak Kejari Halsel saat ini masih dilanjutkan oleh penyidik Kejari Halsel. Kami habis ketemu pegawai Kejari Halsel dan kata mereka saat ini penanganannya masih berlanjut ditangan penyidik. Muda-mudahan harapan warga Lata-lata bahwa kasus ini benar-benar bisa dituntaskan oleh penyidik Jaksa," tegas Arnol, usai bertemu petugas Kejari Halsel di kantor Kejaksaan Halsel, pada Selasa (15/09/2020) siang.

Dia mengatakan bahwa saat ini penyidik masih terus melakukan pemanggilan kepada kades Lata-lata Abdul Malik Gama. Dia diminta untuk datang membawa dokumen mengklarifikasi soal data-data Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang sudah ia susun itu.

"Sudah dua kali penyidik Jaksa Halsel memanggil kades Malik Gama agar segera menyerahkan berkas dokumen LPJ Lata-lata yang dibuat dari tahun 2017, tahun 2018, dan tahun 2019. Sampai saat ini, kami belum dapat info soal LPJ Malik, namun yang jelas Kades Malik Gama belum mau menyerahkan LPJnya ke penyidik Jaksa. Kalau dalam bulan ini dia belum mau menyerahkan LPJ, maka pemanggilan ketiga dia akan dipastikan ditangkap," tandasnya.

Seperti diketahui, kades Lata-lata pada akhir bulan kemarin datang menghadap penyidik Jaksa, namun yang bersangkutan tidak membawa LPJ. Malik Gama datang ke kantor Kejaksaan bersama dengan kuasa hukum hanya sifatnya berkonsultasi seputar persoalan anggaran saja.

"Malik Gama datang bersama kuasa hukum pengacaranya untuk klarifikasi soal laporan warga di Kejari Halsel. Dia datang tidak membawa LPJnya, yang dia jelaskan ke penyidik bukan soal korupsi tapi kasus yang bukan penanganan jaksa. Memang Malik itu bodok baru bikin carita sabarang," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Arnol juga meminta pada penyidik Jaksa bahwa kasus korupsi dana desa yang disalahgunakan oleh kades Lata-lata Abdul Malik Gama harus benar-benar diseriuskan dan cepat dituntaskan agar masyarakat disana benar-benar merasa puas dengan adanya penegakan hukum di negeri ini.

"Harus diseriuskan pak, jangan ditunda-tunda lagi. Kami butuh kepastian hukum yang jelas, bukan hukum yang abu-abu. Kami yakin dengan sepenuh hati bahwa kades Lata-lata Malik Gama terlibat soal korupsi dana desa yang merugikan negara hingga miliaran rupiah," jelas Arnol.

Diakhir keterangannya,  Arnol menghimbau pada masyarakat bahwa kasus korupsi yang saat ini ditangani oleh Kejaksaan Negeri Labuha Halsel tidak ada unsur politik. Kasus yang ia dan teman-teman laporkan ke Kejaksaan Labuha adalah murni hukum, bukan untuk kepentingan momen politik.

"Kami datang dari awal, sejak kasus ini kami laporkan ke Kejati Malut, tidak ada unsur lain. Yang kami tahu kasus ini adalah murni hukum dan ada pelanggaran tindak pidana korupsi disitu. Jadi apapun yang dilakukan kades soal dana desa maka yang bersangkutan harus bertanggungjawab," papar Arnol.

ALDY M

Berita Terkait