Selasa, 20 Oktober 2020 | 06:37:58 WIB

Dokumen Hilang Dikantor Inspektorat Halsel, Malik Dituduh Pelakunya

Kamis, 17 September 2020 | 19:39 WIB
Dokumen Hilang Dikantor Inspektorat Halsel, Malik Dituduh Pelakunya

Ketua Hippmadel Arnol Faici saat bersama pegawai Inspektorat saat mencari dokumen LPJ desa Lata-lata di kantor Inspektorat Halsel, Rabu (16/09/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Sekretaris Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata Arnol Faici menuduh hilangnya dokumen negara soal Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) milik Desa Lata-lata dari tahun 2016 hingga tahun 2018 dikantor instansi Inspektorat kabupaten Halmahera Selatan diduga kuat ada keterkaitan dengan kasus tindak pidana korupsi dana desa yang dilakukan oleh Abdul Malik Gama Cs.

"Masa kantor sebesar itu tidak ada dokumen yang kita periksa di ruang kerja dan gudang penyimpanan dokumen di kantor Inspektorat tidak ada satupun berkas-berkas LPJ dari desa Lata-lata dari tahun 2016 sampai dari tahun 2017 yang kami temukan. Ada apa ini, kok berkas dokumen LPJ bisa tidak ada disitu. Tidak mungkin tikus atau kecoa yang bawa kabur berkas itu keluar dari kantor, pasti ini ulah manusia bukan binatang," kata Arnol saat berada dikantor Inspektorat Halsel, Kamis (17/09/2020) siang.

Arnol mengatakan bahwa disaat ia bersama petugas dan pegawai Inspektorat mencari-cari berkas LPJ milik desa Lata-lata di dalam ruangan kerja dan gudang kantor tersebut, banyak sekali ia temukan dokumen LPJ milik desa-desa yang ada di kecamatan Kasiruta Barat, namun dalam file tersebut tidak ada satupun berkas desa Lata-lata yang tersimpan.

"Saya curiga saat kami periksa dalam seluruh ruangan kantor itu, tidak ada satupun LPJ dari desa Lata-lata yang kami lihat. Kalau dalam file seluruh kecamatan termasuk kecamatan Kasiruta Barat semua LPJ desa-desa tersebut tetap ada, hanya saja desa Lata-lata punya yang tidak ada dalam file kecamatan Kasiruta Barat. Berarti selama ini Kades Malik Gama berkoar-koar dimasyarakat soal apa yang ia katakan tentang tidak adanya kerugian dalam dana desa yang ia gunakan, memang betul yah," tandas Arnol.

Oleh sebab itu, Arnol meminta pada instansi tersebut harus bertanggungjawab soal hilangnya LPJ kades Lata-lata. Jika tidak maka tuduhan pihaknya soal Malik Gama sudah bermain mata dengan oknum pegawai Inspektorat Halsel terbukti.

"Jangan-jangan Malik Gama ada suap oknum pegawai Inspektorat Halsel, sehingga berkaspun juga ikut raib dikantor itu. Sudah tidak beres ini. Ingat dan perlu dicatat bahwa kasus ini setiap jam dan setiap hari kami selalu pantau, baik di Inspektorat, maupun di kejaksaan negeri Labuha Halsel," ujar pria yang baru saja menyelesaikan S1 dibidang hukum ini.

Arnol mengakui bahwa sejak kasus korupsi dana desa ini mencuat, ia dan rekan-rekannya selalu berkoordinasi untuk memonitoring setiap perkembangan kasus. Baik itu di Kejaksaan ataupun di Inspektorat Halsel. Dia mengaku tidak pernah lelah menghadapi masalah ini hingga tuntas di ranah hukum.

"Perlu anda tahu bahwa perjuangan kami ini tidak sekedar main-main atau hanya mencari sensasi saja. Demi desa kami apapun tantangannya kami sudah siap. Target kami adalah yang pertama kades harus dinonjob dari jabatannya. Yang kedua kades Malik Gama harus dipenjarakan, dan akan kami buktikan hal itu, tunggu saja, ini soal waktu saja," aku pria lajang ini.

Arnol juga menegaskan bahwa kasus ini sengaja sudah didesain oleh beberapa orang pejabat di intansi terkait. Makanya, ia dan rekan-rekan menyatakan akan berusaha sekuat mungkin untuk membuka aib dan keterlibatan orang dalam baik itu oknum atau pejabat terkait.

"Hasil hearing kami di dewan baru-baru ini, sangat jelas bahwa ada beberapa pejabat sangat berpihak sekali pada kades Malik Gama. Kita tanya masalah ke kepala desa orang lain yang jawab itu. Berarti anda yang selama ini menutupi aibnya kades-kades yah. Hati-hati saja, jabatan itu tidak lama, jangan sampai jabatan itu berakhir menjadi buruk," tegas pria yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Desa Lata-lata (Hippmadel) itu.

Diakhir keterangannya, Arnol mengingatkan pada pemerintah Halsel, jika ada kepala desa yang kelakuannya suka menggeregoti uang rakyat sebaiknya jangan dilindungi, jika tetap bersekukuh mau memelihara orang-orang seperti itu maka, bisa dipastikan desanya tidak akan maju. Karena yang dipelihara itu orang-orang yang suka merampok uang negara.

"Saya hanya minta pada pemerintah Halsel kalau mau niat untuk membangun daerah ini, maka benahi dulu ahlak kepala desa yang suka mencuri uang rakyat. Karena hampir semua kepala desa di daerah ini kasusnya tidak lain yaitu menyalahgunakan anggaran dana desa. Kapan Halsel mau maju, kalau yang dipiara suka mencuri uang dana desa. Kalau ada orang-orang yang begitu tolong di deled saja, jangan bikin memori penuh," paparnya.

ALDY M

Berita Terkait