Minggu, 25 Oktober 2020 | 22:58:09 WIB

Pemerintah Apresiasi Pilot Project CEO Indonesia Untuk Recovery Wisata Bali

Senin, 21 September 2020 | 15:28 WIB
Pemerintah Apresiasi Pilot Project CEO Indonesia Untuk Recovery Wisata Bali

(FOTO : CEOINDONESIA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pemerintah sangat mengapresiasi Komunitas CEO Indonesia membawa rombongannya sebanyak 60 anggota selama 4 hari penuh dari berbagai kota di Indonesia, untuk mengeksplore pariwisata Bali di era new normal dari 18 September sampai dengan 21 September 2020.

 

"Langkah ini sangat diapresiasi karena bisa menjadi pioneer dan pilot project kedepannya untuk mendatangkan wisatawan ke Bali,” kata Dewan Pembina Komunitas CEO Indonesia, Jend. (Purn) Dr. Moeldoko, S.I.P Moeldoko kepada wartawan dalam acara Gala Dinner di Taman Bhagawan, Tanjun Benoa Bali, Jumat 18 September 2020, yang dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

 

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung kegiatan pariwisata Bali agar bisa kembali bergairah di tengah pandemik covid-19 di Indonesia. 

Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan, kunjungannya bersama sejumlah rombongan termasuk Ketua CEO Indonesia-Bali Chapter Paulus Herry Arianto adalah serangkaian dukungan mereka terhadap kegiatan pariwisata Bali agar bisa kembali bergairah di tengah pandemik covid di indonesia.

 

Menurut Moeldoko yang juga Kepala Staf Kepresidenan RI ini, kegiatan ini diharapkan mampu mengembalikan gairah para wisatawan untuk kembali berkunjung ke bali, sehingga dapat menggerakan kembali perekonomian masyarakat Bali.

 

“Tetapi pemerintah tetap mengharapkan para wisatawan dapat mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan, sehingga dapat tetap menjaga kesehatan di tengah wabah virus corona,” ujar Moeldoko.

 

Mantan Panglima TNI juga mengakui, dampak covid terhadap pariwisata sangat besar. Tak hanya kunjungan wisata saja yang terpuruk tetapi semuanya sektor pariwisata semuanya terdampak, tak terkecuali di Bali.

 

Hal itu kata Moeldoko, bisa dilihat dari banyak indikasi diantaranya anjloknya tingkat okupansi hotel, penurunan omset mall, penurunan pendapatan restoran dan bidang terkait, juga dampak berat yang diderita Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

 

Moeldoko menjelaskan, ekosistem pariwisata menyangkut banyak hal. Seperti banyak data dari Kemenparekraf, sedikitnya 13 juta sektor tenaga kerja dirumahkan. Kunjungan wisata di periode yang sama tahun 2019 sekitar 16 juta sementara di tahun ini 5 juta wisman serta kita kehilangan 15 miliar US Dolar akibat pandemi ini di sektor pariwisata.

 

"Untuk itu, agar kepercayaan para wisatawan pulih lagi untuk berkunjung ke Bali, semua pihak harus melaksanakan 3 sektor. Yang pertama adalah 3M yang perlu semua patuhi, yaitu : Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak untuk memutus mata rantai penularan penyakit corona," paparnya.

 

Senada dengan Moeldoko, Ketua Umum (Ketum) Komunitas CEO Indonesia Trisya Suherman, SE, Dipl.Cidesco SPA mengatakan, dalam kondisi new normal masyarakat tetap aman melakukan perjalanan luar kota, asalkan tetap mengikuti protokol yang ada.

 

"Diharapkan dengan adanya perjalanan ini dapat mengurangi kekhawatiran para wisatawan untuk berkunjung atau berwisata ke bali. para wisatawan domestik dapat kembali berkunjung ke Bali untuk berlibur," harap Icha sapaan akrab Trisya Suherman..

 

Ia menjelaskan, dari sekitar 1000 anggota CEO Indonesia, pihaknya sengaja mengundang para anggota yang percaya untuk bepergian ke Bali. Karena masih kondisi pandemi maka awalnya dibatasi hanya 50 tapi masih banyak yang ingin ikut sehingga diputuskan hanya 60 orang saja. 

 

"Hingga hari ini saat sudah tiba di Bali masih ada anggota yang ingin ikut. Rencananya setelah ini akan kami atur kunjungan para anggota lainnya mungkin saja bisa juga tak hanya Bali tapi Labuan Bajo,” ujar Icha yang menggerakkan program "Bali I Miss U".

 

Menurutnya, dengan kedatangan mereka ke Bali akan banyak lagi para turis domestik yang datang ke Bali, bisa bekerja dari Bali, dan bersekolah dari Bali, mengingat semua kegiatan online tersebut dapat dilakukan dengan suasana yang lebih menyenangkan sehingga dapat mengurangi tingkat stres pada masa pandemik covid-19.

 

Ia juga menceritakan bahwa perjalanan rombongan dari Jakarta dilakukan dengan tetap patuh pada protokol kesehatan. Perjalanan ini juga dilaksanakan dengan pengawasan ketat agar setiap anggota tetap aman selama kegiatan berlangsung.

 

Dalam acara ini rombongan akan mengunjungi beberapa lokasi wisata di Bali. Diawali dengan kunjungan ke lokasi pembangunan CEO The Legacy Resort, dengan penandatanganan batu pertama oleh Jend. (Purn) Dr. Moeldoko, S.I.P.

 

Kedatangan rombongan komunitas CEO ini juga disambut gembira oleh Paulus Herry Arianto, Ketua CEO Bali. Menurut Paulus, kegiatan ini sebagai pioner seorang pemimpin yang akan memberitahukan bahwa Bali sudah layak untuk dikunjungi dengan tetap menerapkan protocol kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona.

"Protokol kesehatan di Bali sudah sangat baik. Kami di Bali juga berterimakasih kepada pemerintah pusat yang menggerakkan agar sejumlah kegiatan digelar di Bali. Semoga kegiatan ini bisa dilakukan secara berkala dan pariwisata Bali bisa bergerak kembali,” ujar Paulus. (ARMAN R)

Berita Terkait