Selasa, 20 Oktober 2020 | 07:53:55 WIB

Ruang Kerja Kepala Inspektorat Halsel Disegel Bawahannya

Senin, 21 September 2020 | 18:59 WIB
Ruang Kerja Kepala Inspektorat Halsel Disegel Bawahannya

Ruang kerja Kepala Inspektorat kab Halsel disegel anak buahnya, pada Minggu (20/09/2020) malam. (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO – Ruang kerja Kepala Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Slamat AK disegel oleh ketiga bahawannya yang berinsial UJ, selaku Inspektur Pembantu, IM selaku Inspektur Pembantu dan AB selaku Staf Kantor.

Ketiga oknum staf Inspektorat itu melakukan pemalangan kantor, pada Minggu malam, (20/9/2020) sekitar pukul 11:00 Wit.

Penyegelan kantor tersebut tanpa sepengetahuan dari Kepala Inspektorat Halsel, Slamat AK. Bahkan Slamet menilai tindakan itu sama halnya dengan tindakan premanisme.

Usai melalukan pelaporan di Polres Halsel atas penyegelan ruang kerja dikantor itu,  sehingga ia menuduh bahwa telah merusak Aset Negara.

Slamet mengaku bahwa dirinya mengetahui kejadian tersebut melalui salah satu anggota Satpol PP, Usman Iksan yang  melaksanakan piket malam di Kantor Inspektorat Halsel.

Itupun kata Slamet, dia baru tahu adanya terjadi penyegelan di Kantor Inspektorat pasca kantor sudah ditutup, sekitar pukul 12 malam.

“Jadi saya dapat laporan itu sudah Jam stengah 12 malam dari Satpol PP yang piket malam di Inspektorat bahwa ada terjadi penyegelan di kantor. Jadi yang masuk melakukan penyegelan kantor itu ada 3 orang dan semuanya itu Staf kantor saya sendiri,” ungkapnya.

Slamat menjelaskan, Satpol PP yang berjaga malam itu mendengar ada ketukan pintu di kantor dan tak lama kemudian, kata Slamet bahwa Satpol PP tiba-tiba mencium dengan adanya bau cat.

Oleh sebab itu, Satpol PP langsung menghampiri ke 3 staf Inspektur itu ternyata pintu di ruangan Inspektorat sudah di palang dan menulis di dinding yang bertuliskan “Maaf Jabatan Inspektorat telah Berakhir SK. Net Kami Butuh Pimpinan Baru”. Tulisan berwarna merah dari ke 3 Staf Inspektorat di dinding samping pintu ruangan yang di palang itu.

“Karena Satpol PP tiba-tiba mencium adanya bau Cat langsung Satpol PP mengampiri ke 3 Staf saya ini dan bertanya kepada mereka dan mereka mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu sepengetahuan Sekda, sepengetahuan Bupati, dan sepengetahuan istri bupati,” jelasnya.

Dari ke 3 staf yang melakukan penyegelan kantor itu, berinsial UJ, selaku Inspektur Pembantu, IM selaku Inspektur Pembantu dan AB selaku Staf Kantor.

“Jadi yang saya buat laporan ini terkait dengan pengerusakan fasilitas negara karena itu menyangkut dengan Aset Negara karena pintu yang di rusak itu dikatakan seolah-olah di jebol,” aku Slamet.

Meski begitu, Slamet mengatakan, walaupun dengan adanya pengakuan yang dilontarkan dari ke 3 Staf-Nya itu tehadap Satpol PP bahwa yang mereka lakukan tersebut atas sepengetahuan dari Bupati Bahrain, dan istri keduanya, Nulailela Muhamad serta Sekda Halsel, Helmi Surya Botutihe. Slamat mengaku masih meragukan pengakuan dari ke 3 stafnya itu.

“Saya merasa enggak mungkin sekali hal semacam ini yang dilakukan itu sepengetahuan dari Bupati bersama Istri Bupati dan Sekda Halsel, jadi Alhamdulillah saya sendiri sampai saat ini masih prasangka baik kepada pak Bupati, istri Bupati dan pak Sekda Halsel, maka biarkan saja proses hukum yang membuktikan semua itu,” tuturnya.

ALDY M

Berita Terkait