Rabu, 21 Oktober 2020 | 05:52:59 WIB

Takut Borok Terbongkar, Kades Lata-lata Suruh Orang Curi Dokumen LPJ di Inspektorat Halsel

Selasa, 22 September 2020 | 12:14 WIB
Takut Borok Terbongkar, Kades Lata-lata Suruh Orang Curi Dokumen LPJ di Inspektorat Halsel

Ketua BMI Arsil Muhammad (kanan) saat berada di kantor Inspektorat Halsel, Senin (21/09/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Dokumen Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) milik desa Lata-lata yang  seharusnya di buat arsip di instansi Inspektorat kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang sudah di audit oleh Inspektorat dari tahun 2016-2017, hilang tanpa bekas. Entah siapa yang mencuri dokumen itu, yang jelas kantor itu hingga kini tidak ada menyimpan dokumen apapun dari desa Lata-lata.

Demikian hal itu dikatakan oleh Ketua Barisan Masyarakat Indonesia (BMI) kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Arsil Muhammad, usai bertemu dengan jajaran Auditor di kantor Inspektorat Halsel, Senin (21/09/2020) siang.

Ihwal hilangnya dokumen itu, menurut warga disana bahwa biang keroknya pasti ada di kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama. Kades Lata-lata itu pintar bersilat lidah dan pintar membohongi orang, jadi siapapun orang yang mau diajak kerjasama maka dana desalah yang jadi tumbal.

"Kalau menurut saya hilangnya dokumen LPJ desa Lata-lata di Inspektorat Halsel, tidak menutup kemungkinan itu adalah urusan Malik Gama dan pasti ada orang dalam yang terlibat dan sengaja melenyapkan dokumen milik dsa Lata-lata itu," kata Arsil yang sering disapa dengan panggilan singkat Acil ini.

Dia menjelaskan bahwa kedatangannya ke kantor Inspektorat yang kesekian kali ini tujunnya agar Inspektorat betul-betul menunjukan profesionalnya dalam hal kerja. Mereka kata Arsil, harus penuhi janji masyarakat untuk segera memiliki LPJ desa Lata-lata lalu lanjut turun ke desa Lata-lata untuk mengaudit seluruh anggaran dana desa yang sudah disalahgunakan kades Malik Gama dari tahun anggaran 2016 sampai dengan tahun anggaran 2019.

"Kalau kami biarkan kasus ini, maka Inspektorat juga ikut diam. Padahal tujuan kami mendesak auditor dari Inspektorat itu agar kasus ini cepat terbongkar korupsinya, termasuk bisa terjawab melalui audit dari Inspektorat. Makanya jangan main-main dengan kasus korupsi dana desa di Lata-lata, anda harus tunjukan taring pada publik bahwa anda itu kerja secara profesional, bukan lembaga ecek-ecek," jelasnya.

Lebih lanjut, Acil mengungkapkan bahwa LPJ desa Lata-lata itu raib dari kantor Inspektorat bersamaan dengan kasus korupsi ini yang sudah go ke publik pada awal Juli 2020. Dia merasa heran kenapa dukumen LPJ dari tahun 2016 dan tahun 2017 bisa hilang dari kantor itu, dan itu yang perlu diungkap.

"Kalau kertas LPJ itu hanya satu lembar dan hilang dari kantor Inspektorat, mungkin saja dibawah angin atau dikira sampah lalu dibuang. Tapi ini kan bukan, LPJ itu lampirannya banyak, jadi tidak masuk akal kalau berkas itu raip dari kantor itu. Saya ragu dan tidak percaya jika tidak ada oknum inspektorat yang terlibat masalah ini," lanjutnya.

Dia menegaskan bahwa, seharusnya Inspektorat Halsel benar-benar jeli dalam persoalan ini, tidak usah diulur-ulur waktu untuk turun ke kedesa Lata-lata. Kalau pun mentok, kata Arsil Inspektorat bisa gunakan hak dan kewenangannya untuk meminta data bekcup dari Dinas DMPD Halsel, agar mereka bisa memperoleh data beckup itu pada Inspektorat Halsel.

"Sudah dua minggu ini kami datang ke kantor Inspektorat agar segera ditindaklanjuti usulan warga soal pihak auditor turun ke desa Lata-lata. Tapi alasan Inspektorat bahwa sampe sekarang ini kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama tidak mau memberikan dokumen itu pada auditor Inspektorat. Dia memilih menghindar dari kejaran auditor. Nomor henpone yang dihubungi pihak Inspektorat juga tidak diaktifkan. Rumahnya yang berada di desa Mandaong, Bacan, Halsel, juga tidak tampak penghuninya. Sedangkan surat resmi dari Inspektorat sudah dikirim namun hingga kini kades Malik Gama tidak mau merespon hal itu," tegasnya.

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) kabupaten Halsel juga memilih bungkam. Surat resmi dari Inspektorat Halsel untuk permintaan LPJ ke DPMD juga tidak respon. Arsil juga menanggapi soal bungkam LPJ tersebut yang saat ini masih disimpan di DMPD, seharusnya diberikan saja, jangan alasan macam-macam yang tidak masuk dalam akal sehat.

"Kalau DPMD Halsel sudah menutupi LPJ itu maka kami bisa menuduh bahwa oknum dari DMPD Halsel sudah ikut campur masalah ini. Dan hati-hati kalau ada yang terlibat maka pihaknya akan melaporkan bahwa ada oknum DPMD Halsel yang ikut terlibat dalam persoalan ini. Kenapa anda tidak mau berikan data LPJ kades Lata-lata pada Inspektorat, ada apa. Anda takut boroknya Malik Gama terbongkar ke publik dan nama anda akan terseret dalam kasus ini juga atau anda juga sudah dibayar sama kades Lata-lata," tandasnya.

Arsil juga mengingatkan bahwa kasus ini biar disembunyikan dengan rapi dan bahkan disimpan ke dalam lubang semut pun, pihaknya akan terus mengobok-obok sampai dia muncul ke permukaan dan ia yakin pasti ada pihak DPMD Halsel yang terlibat dalam pusaran kades Malik Gama.

"Kalau data ilang di inspektorat Halsel dan DPMD yang tidak mau kasih dokumen itu, saya yakin bahwa kades Malik Gama sudah kompromi dengan pihak DPMD, termasuk oknum Inspektorat. Mana ada pencuri dan penipu mau ngaku  perbuatannya, bisa-bisa penjara penuh itu," ujarnya.

Ihwal hilangnya dokumen itu, menurut warga disana bahwa biang keroknya pasti ada di kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama. Karena apa yang ia bicarakan dihadapan warga bahwa siapapun tidak bisa mempenjarakan dirinya sebagai kepala desa, karena yang bersangkutan memgaku banyak uang dan bisa mengatur hal itu.

"Kalau saya amati keterangan warga Lata-lata disana, memang betul Malik Gama itu orangnya bodoh tapi ia bisa mempengruhi orang-orang pintar ikut terlibat dalam masalah kasusnya. Hebat juga dia, tapi sepintar-pintar kamu bisa loncat, maka suatu waktu kamu juga bisa jatuh kebawah juga. Intinya, kasus ini sudah masuk dalam agenda kami yaitu turun dari jabatan atau penjara selama 20 tahun," katanya.

Diakhir keterangannya, Arsil berharap pada Bupati Bahrain Kasuba dan Kepala Dinas Pembedayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bustamin Soleman bahwa saat ini warga desa Lata-lata sudah tidak ingin lagi desanya dipimpin oleh  sudara Abdul Malik Gama, karena yang bersangkutan saat ini sudah tidak layak dimata masyarakat.

"Kami seluruh warga Lata-lata kurang lebih ada 123 kepala keluarga saat ini sudah membuat pernyataan resmi untuk meminta dan mengusulkan agar kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama segera turun dari jabatannya. Surat resmi kami ini akan kami serahkan langsung pada bupati Bahrain. Dan apabila surat resmi kami yang kedua kalinya ini tidak direspon oleh bupati Bahrain, maka solusi terakhirnya, kami akan ambil jalan pintas untuk menurunkan kades Malik Gama secara paksa. Ingat dan catat itu," jelasnya.
 

ALDY M

Berita Terkait