Jumat, 30 Oktober 2020 | 11:07:53 WIB

Amdal Nilai Dokumen LPJ Abdul Malik Gama Banyak Yang Fiktif

Selasa, 22 September 2020 | 21:38 WIB
Amdal Nilai Dokumen LPJ Abdul Malik Gama Banyak Yang Fiktif

Ketua Amdal Hasan Maici. (Foto: Dija/Lindo)

HALSEL, LINDO - Ketua Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata (Amdal) Hasan Maici menegaskan bahwa Laporan Pertanggung Jawab (LPJ) Kepala Desa Lata-lata Abdul Malik Gama pada tahun anggaran 2018 dan tahun anggaran 2019 penuh dengan rekayasa alias 95 persen fiktif dan tidak seperti yang terjadi dilapangan.

"Kalau saya pelajari isi LPJ kades Abdul Malik Gama tadi sore di kantor Inspektorat Halsel hampir semua bukti-bukti itu tidak sesuai dengan realitanya dilapangan. Masa di tahun 2018, laporan Malik Gama bahwa bendahara desa Lata-lata saat itu dijabat oleh Resty Natasia yang tak lain adalah istrinya sendiri. Ini kan namanya pemalsuan LPJ mas," kata Hasan pada media ini di Halsel, Selasa (22/09/2020).

Lebih lanjut Hasan menegaskan dari laporan dia di tahun 2018 memang banyak sekali yang bermasalah. Bahkan ditahun itu kades Malik Gama banyak mencantumkan nama sala satu ketua pemuda fersi kades, yang banyak menerima anggaran berupa kegiatan pemuda yang di peruntukan tidak jelas asal usulnya.

"Kalau ditahun 2018 Malik Gama sengaja mencantumkan nama ketua pemuda versi dia yang mengelola anggaran kegiatan pemuda yang nilainya cukup besar sekali dan itu semua dipastikan bohong. Saya sebagai tokoh pemuda pada saat itu sama sekali tidak merasa lihat dan dengar kegiatan pemuda desa yang digelar oleh ketua pemuda versi Malik Gama. Kenapa dalam LPJ mereka bisa cantumkan anggaran sebesar itu," tanya Hasan.

Lebih lanjut Hasan menegaskan bahwa LPJ tahun 2019 yang memcantumkan nama Noku Faici sebagai ketua TPK dan bendahara desa Natalia Faici yang ikut bertanda tangan dalam LPJ itu sama sekali mereka tidak mengetahui secara pasti. Namun Hasan menyarankan bahwa Tim Inspektorat harus jeli melihat isi laporan itu dilapangan, mereka harus kroscek ke yang bersangkutan, apakah mereka tanda tangan LPJ atau tidak.

"Kalau saya lihat isi LPJ Malik Gama pada tahun 2019 sekitar 95 persen semuanya rekayasa dan akan fiktif semua dilapangan. Ada beberapa nama dalam tanda tangan kwitansi penerima nama-namanya tidak pernah menerima uang sebesar itu. Dan itu semua fiktif alias bohong semua," tandasnya.

Dalam keterangannya, Hasan meuduh kades Lata-lata sudah banyak memanipulasi data-data dalam LPJnya dari tahun 2018 hingga tahun 2019. Yang lebih parah lagi, kades Abdul Malik Gama sengaja memasukan nama Ayu Gama yang juga keponakan kades yang menerima upah honor TPQ selama satu tahun sebesar 3,6 juta.

"Itu belum termasuk anggaran dana desa yang disalah gunakan oleh Malik Gama pada pembayaran honor pegawai staf desa dan pengeluaran DD buat proyek yang saat ini masih mangkrak. Malik Gama itu pintar sekali berselit lidah dan suka bohongin orang, jadi kalau anda belum paham sifat dan kelakuan Malik Gama maka resikonya akan nasibnya sama seperti warga Lata-lata," ujarnya.

Menurut dia, sebaiknya tim Inspektorat Halsel segera turun dan melihat kondisi yang ada. Jangan terlalu berlama-lama soal audit itu, nanti masyarakat bosan dengan temuan itu. Jadi harus cepat gerakannya untuk turun kedesa Lata-lata segera mengaudit isi LPJ itu.

"Saya sudah pelajari semua isi LPJ itu, dan kesimpulan saya tim Inspektorat harus cepat turun audit isi LPJ itu dilapangan, supaya anda tahu ada temuan atau tidak. Yang pasti Malik Gama tidak akan tenang dengan tim yang akan turun ke desa. Saya prediksi Malik Gama pasti gelisa dan suar dingin," paparnya.

 

ALDY M

Berita Terkait