Rabu, 21 Oktober 2020 | 05:52:16 WIB

Verra Victoria, CEO Pulau Coffee Yang Sukses Pasarkan Kopi Indonesia Ke Luar Negeri

Minggu, 11 Oktober 2020 | 07:12 WIB
Verra Victoria, CEO Pulau Coffee Yang Sukses Pasarkan Kopi Indonesia Ke Luar Negeri

CEO Pulau Coffee, Verra Victoria. (ARMAN/LINDO)

BEKASI, LINDO - Selama lima tahun menjalankan bisnis kopi, baik secara nasional maupun internasional, pengusaha Kopi, Verra Victoria sebagai CEO "Pulau Coffee" patut diperhitungkan, karena berkembang dengan pesat dalam waktu yang relatif singkat. Verra melalui Pulau Coffee sering melakukan inovasi dalam bisnis kopinya, agar konsumen tetap menyukai produk kopi dari Pulau Coffee. 

"Pulau Coffee selain sebagai Ekspotir Kopi (Pengekspor Kopi), juga sebagai Jasa Konsultan Kopi bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pulau Coffee juga membuka usaha minuman kopi," kata CEO Pulau Coffee, Verra Victoria kepada Lindo, di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (9/10/20).

Sebagai Eksportir Kopi, Pulau Coffee telah melakukan ekspor kopi ke sejumlah negara, baik di negara kawasan Eropa, Australia, Amerika Serikat dan negara lainnya. 

"Awal terjun ke bisnis kopi, Pulau Coffee sebagai Eksportir Kopi tahun 2015. Kopi di Indonesia belum begitu booming, tapi di Eropa sudah booming. Hal itulah yang mendasari kami gencar promosi kopi di Indonesia, karena rata - rata di luar negeri seperti di Eropa, kopi Indonesia menjadi favorit, seperti antara lain Kopi dari Sumatera Utara (Sumut), yaitu Kopi Mandailing dan Kopi Sidikalang. Saya ingin kopi Indonesia ada di mana - mana," ungkap Verra.

Pada 2016 lanjutnya, Pulau Coffee bersama Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag), mengikuti pameran perdagangan Kopi di Hamburg, Jerman dan negara lainnya bertemu para Trader kopi dunia. Menurutnya, kopi Indonesia tidak kalah luar biasa dengan negara produsen kopi lainnya seperti dari Afrika dan Amerika Latin.

Ia mengungkapkan, pada 2016 trend Kopi dari Sumatera Utara (Sumut) dan Lampung sudah terkenal di luar negeri. Seperti di Amerika Serikat, kopi dari Sumut yaitu Kopi Lintong. Arabika Lintong itu tidak asam, Kopi Sumut kata Verra, bau kopinya disenangi ada bau tembakaunya, 

Sedangkan trend kopi 2019 sampai 2020 kata Verra, ternyata cukup luar biasa, karena Kopi asal Jawa Barat (Jabar) sudah bisa menyamai dari kopi Afrika. Dari Jabar, Kopi menjadi pasar yang mix di Indonesia. 

"Karena menurut saya kopi yang mahal, diantara memiliki cita rasa seperti buah dan teh, seperti kami tawarkan di gerai di Kemchicks Pacific Place, Jakarta Selatan, tempat Pulau Coffee menjual minuman kopi, yang konsumennya tidak hanya kaum pria saja, tapi bisa dikonsumsi oleh kaum wanita, ibu - ibu bahkan anak juga. Bisa dikatakan kopi digerai kami bisa dikonsumsi untuk keluarga," ungkap Verra.

Ia menambahkan, walaupun Pulau Coffee bukan pengekspor kopi yang kelas besar, paling banyak Pulau Coffee mengekspor 400 kg kopi, tapi dilakukan secara kontinu, seperti antara lain Kopi asal Flores yang terkenal enak dan juga Kopi Toraja Kalosi. Menurutnya, Kopi Indonesia bagian timur bisa dikatakan keasamannnya dapat (tidak terlalu asam), namun kehitaman rasa pahitnya stabil.  

"Untuk ekspor, kami menjual kopi ke Belanda, seperti Kopi dari Gayo, Kopi dari Jawa Barat (Jabar) diekspor ke Australia, Kopi Toraja Ke Belanda, Kopi Ijen (Jawa Timur) ke Belanda. Sedangkan Kopi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) diekspor ke Belanda. Kami fokus pada kopi spesial proses," paparnya.

Yang tak kalah pentingnya, Pulau Coffee telah membantu 22 pelaku UMKM yang menjadi mitra franchise 
Pulau Coffee dalam usaha penjualan kopi atau Coffee Shop.

Verra Victoria selaku CEO Pulau Coffee, yang juga sebagai konsultan Coffe Project untuk UMKM yang bergerak pada Coffee Shop, mulai dari interior, menu sampai mengenai proses manajemen Coffee Shop. Ia juga apresiasi bisnis Coffee Shop yang berkembang pesat di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Untuk Pulau Coffee sendiri mempunyai dua gerai Coffee Shop, yaitu di Kemchicks Pacific Place, Jakarta Selatan dan di Bintaro. Salah satu produk minuman kopi yang ditawarkan ke konsumen adalah Es Susu Kopi kemasan 1 (satu) Liter dengan beberapa varian rasa unik, seperti : Popcorn Coffee dan Cheesecake Coffee.

"Kami tidak menyangka Es Susu Kopi kemasan 1 liter ini cukup memberikan respon pasar yang cukup baik. Karena kopi kemasan 1 liter bisa ditaruh di kulkas bisa sampai 5 hari. Apalagi semasa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) orang kadang malas keluar rumah untuk beli makanan atau minuman," ungkap Verra.

Ia menjelaskan, Kopi dari Pulau Coffee bisa diminum anak muda, kaum bapak, ibu - ibu bahkan sampai anak.

"Hampir yang datang ke Coffee Shop Pulau Coffee adalah keluarga. Saya cukup suprise anak - anak juga suka kopi produk coffe shop saya," ucapnya. (ARMAN R) 

Berita Terkait