Selasa, 20 Oktober 2020 | 07:07:48 WIB

Sambil Lesehan, Menaker Ida Berdialog Dengan Para Buruh 

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 12:03 WIB
Sambil Lesehan, Menaker Ida Berdialog Dengan Para Buruh 

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida mengajak dialog para pekerja/buruh perempuan yang berasal dari belasan Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) dalam acara sosialisasi bertajuk "Mendengar Pekerja/Buruh perempuan bicara RUU Cipta Kerja di lobby gedung A, kantor Kemnaker, Jakarta, Kamis (15/10/20).

"Hari ini terasa spesial, karena yang hadir perempuan semua. Sosialisasi dengan para pekerja/buruh ini penting sebelum arus informasi jauh kemana-mana," kata Menaker Ida.

Dialog dihadiri oleh perwakilan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Yorrys, Konfederasi Serikat Pekerja Sinergi (KSPS) BUMN, K2N Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Forum Guru dan Dosen DKI Jakarta, K.Sarbumusi, Perempuan Pelaut (PIT), SP Bulog FST BUMN, Sekar Sejahtera AJS FSE BUMN, K2P KSBSI, Federasi Serikat Buruh Konstruksi dan Informal, Federasi Serikat Pekerja Logam Metal dan Elektronik, Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) dan Koalisi Perempuan Indonesia serta Solidaritas Perempuan.

Bagi Kemnaker, menyelenggarakan sosialisasi RUU Cipta Kerja sangat penting guna menghindari terjadinya distorsi informasi. "Saya senang sekali, teman-teman memilih tabayyun (klarifikasi) secara langsung, mendengarkan secara langsung dibanding menelan mentah-mentah seluruh informasi terkait UU Cipta Kerja," ujar Menaker.

Sasaran RUU Cipta Kerja ini lanjutnya, yakni diharapkan akan terbuka kesempatan kerja lebih luas bagi tenaga kerja yang belum bekerja. Sedangkan bagi pekerja/buruh yang eksis, akan memperoleh kelangsungan bekerja dan peningkatan perlindungan pekerja/buruh.  "Bagi pekerja/buruh yang mengalami PHK, ada peningkatan perlindungan hak-hak mereka," terang Ida.

RUU Cipta Kerja juga tambahnya, untuk mendorong produktivitas kerja. Persoalan pendidikan pekerja Indonesia yang kebanyakan setingkat SMA ke bawah menyebabkan produktivitas kerja Indonesia tertinggal dibanding beberapa negara lain.

Menurutnya, berdasarkan kajian yang dilakukan pemerintah, dikatakan bahwa jika tidak adanya reformasi struktural dan percepatan transformasi ekonomi, dikhawatirkan lapangan kerja akan pindah ke negara lain yang lebih kompetitif. Penduduk yang tidak/belum bekerja akan semakin tinggi, dan Indonesia terjebak dalam middle income trap.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan, tiada hari tanpa sosialisasi bagi Menaker Ida Fauziyah. Setelah sosialisasi UU Cipta Kerja di podcast Deddy Corbuzier pada Selasa Malam  (13/10/20), Kamis Pagi (15/10/20),, juga memberikan sosialiasi kepada 1000 lebih pekerja PT Pertamina (Persero).

Anwar berharap, sosialisasi UU Cipta Kerja ini mampu meluruskan kesimpangsiuran informasi tentang UU Cipta Kerja di masyaakat. "Mudah-mudahan informasi UU Cipta Kerja yang tadinya belak-belok, segera bisa kita luruskan," harap Anwar Sanusi selaku moderator.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Serikat Pekerja Bulog Feby menyampaikan, pihaknya mulai memahami berbagai persoalan yang ada di UU Cipta Kerja yang selama ini menjadi perdebatan di masyarakat. Terutama terkait keberadaan ketentuaan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang tidak ada di UU Cipta Kerja itu masih berlaku atau tidak.

Namun, Feby menyarankan Menaker Ida supaya kedepan memberikan penjelasannnya lewat acara ringan seperti yang baru saja dilakukan melalui Podcast Deddy Corbuzier. Menurut Feby, penyampaian melalui acara artis itu selain banyak pendengarnya, juga memudahkan masyarakat dalam memahami persoalan yang sebenarnya.

"Mungkin, Bu, saran saya, itu perlu diperbanyak kegiatan sosialiasi  seperti acara-acara Deddy Corbuzier. Mungkin ibu perlu datang dengan Raffi Ahmad, atau artis-artis lainnya Bu, tetapi itu mengena, Bu," ucap Feby. (ARMAN R)

Berita Terkait