Selasa, 20 Oktober 2020 | 06:50:27 WIB

Menaker Ida : RUU Cipta Kerja Tidak Ompong, Ketentuan Sanksi Diadopsi Dari UU Lama

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:39 WIB
Menaker Ida : RUU Cipta Kerja Tidak Ompong, Ketentuan Sanksi Diadopsi Dari UU Lama

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, terus mensosialisasikan RUU Cipta Kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan bagi seluruh stakeholder terkait. Pada Kamis Pagi (15/10/20) Menaker Ida berdialog secara virtual dengan sekitar 1308 pekerja dan manajemen Pertamina di lingkungan Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi, dari seluruh lokasi perusahaannya di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Menaker Ida didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Pengawasan Ketengakerjaan dan K3, Haiyani Rumondang dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kementerian Ketengakerjaan (Kemnaker) Soes Hindharno. Sementara itu, hadir dari Pertamina Direktur Utama Subholding Upstream, Direktur HRD, dan jajaran penunjang bisnisnya.

“Proses pembahasan UU Cipta Kerja ini sangat terbuka. Rapat-rapat di Raker, Panja dan Baleg dapat diakses melalui banyak kanal. Ada live streaming, ada liputan dari TV Parlemen, bisa juga dari youtube. Sepanjang karir saya di DPR, baru kali ini saya lihat ada proses pembahasan yang menit demi menit bisa diakses public. Jadi tuduhan bahwa kita mengendap-ngendap itu tidak benar,” ujar Menaker Ida ketika membuka dialog dengan para pekerja dan direksi Pertamina.

Menaker juga menegaskan beberapa klarifikasi, diantaranya tentang tuduhan bahwa UU ini akan ompong karena pasal-pasal tentang sanksi dari UU lama dihapus. “Ini misleading lagi. Sanksi tetap ada, kita adopsi dari UU lama, baik sanksi pidana maupun administratif. UU ini bergigi kuat, tidak ompong,” ucapnya.

Sebagai bukti komitmen terhadap peningkatan kompetensi, dalam skema Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) Kemnaker memasukkan tambahan vocational training benefit. Artinya, pekerja ter-PHK berhak atas pelatihan dan sertifikasi gratis, sambil menunggu mendapat pekerjaan baru.

“Sehingga saat ada lowongan kerja, sudah punya sertifikat kompetensi. Bisa nego gaji lebih tinggi, kan," ujar Ida.

Sosialisasi Menaker Ida kepada pekerja Pertamina ini mendapat sambutan hangat, karena dapat menjelaskan berbagai hoaks yang berkembang. Menteri Ida juga berulang kali mengapresiasi Pertamina yang berinisiatif untuk mendengarkan langsung penjelasan tentang RUU Cipta Kerja. Hal ini penting agar berita-berita yang tidak terkonfirmasi dapat diabaikan. (ARMAN R)

Berita Terkait