Selasa, 01 Desember 2020 | 12:18:52 WIB

Realisasikan MoU, Pacifik Bike Produksi 1500 Sepeda Untuk Fans Persija

Selasa, 20 Oktober 2020 | 10:07 WIB
Realisasikan MoU, Pacifik Bike Produksi 1500 Sepeda Untuk Fans Persija

Produk Development Pacifik Bike, Yudi Purwanto (berkaos hitam). (FOTO : WARTANUSANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Biasanya Produsen sepeda berkolaborasi dengan artis atau publik figur untuk meningkatkan jumlah penjualan sepeda. Namun, produsen sepeda Pacifik Bike menjadikan klub Sepakbola Persija sebagai mitra dalam memperkenalkan sejumlah sepeda keluaran Pacifik Bike kepada Persija dengan sasaran pengguna sepeda adalah fans Persija.

"Kami telah membuat Nota Kesepahaman (MoU) dengn klub Persija untuk memperkenalkan sepeda dari Pacifik Bike dengan masa MoU selama 2 tahun dan opsi bisa diperpanjang kembali kerjasama tersebut. Ide kerja sama ini muncul dari Pacifik Bike sendiri yang disambut baik oleh Persija," kata Produk Development Pacifik Bike, Yudi Purwanto kepada Lindo, di kantor Pacifik Bike, Jakarta, Senin (19/10/20)

Menurut Yudi, dipilihnya klub Persija untuk kolaborasi ini karena sama - sama bergerak dibidang olahraga. Apalagi masa Pandemi Covid-19, salah satu olahraga yang direkomendasikan adalah olahraga bersepeda. Ditambah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) banyak tempat olahraga ditutup karena dinilai rentan terpapar virus Corona (Covid-19).

Sesuai MoU kata Yudi, warna sepeda Pacifik Bike edisi limited (terbatas) ini, menyesuaikan warna khas Persija. "Mereka (Persija) punya standar sendiri untuk warna, ada logo - logo Persija. Begitu sepedanya tersedia, kami akan sebar ke jalur distribusinya Persija sendiri, karena mereka punya official store. Sebagian lagi lewat jalur distribusi Pacifik Bike yang tersebar se- Jakarta," terang Yudi. 

Dengan adanya kerjasama ini lanjutnya, 
pihaknya memperkenalkan sepeda Pacifik Bike kepada fans Persija, yang sebelumnya belum pernah main sepeda, jadi bisa main sepeda versi Persija.

Untuk awal kerjasama tersebut kata Yudi, Pacifik Bike akan memproduksi sepeda versi Persija sebanyak 1500 unit, yaitu sepeda gunung 500 unit, sepeda lipat 500 unit, dan sepeda BMX sebanyak 500 unit.

Disamping itu, ia menjelaskan, masa Pandemi ini, penjualan sepeda naik jauh sekali. "Strateginya kami normal. Kendalanya kami terbatas dikapasitas barang, karena permintaan sepeda dari konsumen yang over, kapasitas kita tidak segampang untuk ditingkatkan, maka dari itu kejadian dimarket kosong," ungkapnya.

Yudi menambahkan, selama Pandemi Covid-19, permintaan paling tinggi adalah sepeda lipat karena pemakai sepeda lipat ini kebanyakan adalah pemula, pemain baru. Mereka memilih sepeda lipat yang lebih simpel, mudah dilipat, dibawa dan untuk segala umur.  Disusul pengguna sepeda Gunung, lalu sepeda BMX. Mulai April sampai Oktober 2020, sepeda lipat merajai pemasaran sepeda dari Pacifik Bike. 

"Kami memproduksi sepeda di pabrik daerah Semarang (Jawa Tengah). Satu bulan bisa sampai 90 ribu sepeda yang diproduksi oleh Pacifik Bike. Perusahaan kami sudah berdiri 25 tahun yang lalu, untuk memproduksi sepeda sudah 15 tahun Pacifik Bike jalani, karena sebelumnya perusahaan kami bergerak pada impor komponen sepeda," jelas Yudi.

Untuk harga tambahnya, harga dimulai Rp 1 juta untuk sepeda anak seperti sepeda BMX sekitar Rp 1 jutaan. Sedangkan sepeda MTB dan sepeda lipat harganya Rp 3,5 jutaan. Kelebihan Sepeda dari Pacifik Bike, harga lebih terjangkau, varian banyak, dan memenuhi kebutuhan pengguna sepeda dari anak - anak sampai orang tua. Varian hargapun banyak menyesuaikan budget pembeli, 

"Untuk penjualan sepeda, Pacifik Bike mengalami kenaikan omzet 3 - 4 kali lipat selama Mei, Juni, dan Juli tahun 2020 dibandingkan Mei, Juni dan Juli 2019," ungkapnya.

Sejak tahun 1995, sepeda dengan merk Pacifik Bike telah berkiprah di perindustrian Indonesia, selama 15 tahun terakhir telah menjadi salah satu produsen sepeda yang berkonsisten dalam kualitas dan model sepeda yang berinovasi. 

Oleh karena itu, dengan pesatnya permintaan pasar dan kualitas produk yang disukai maka pada tahun 2013  didirikan PT. Roda Pasifik Mandiri, di Semarang, Jawa Tengah. Produksi perdana perusahaan adalah sepeda mini tipe Casella, yang memiliki desain yang unik, berkualitas, dan harga yang terjangkau. Produksi perdana ini mendapat sambutan yang luar biasa dari konsumen sepeda seluruh Indonesia, ditandai dengan meningkatnya permintaan produk yang sangat signifikan ke perusahaan.

Permintaan yang tinggi terhadap produk Pacifik Bike membuat perusahaan terus berinovasi dengan meningkatkan mutu produksi dan menambah jenis produksi sepeda seperti : MTB, CTB, BMX, Kids Bike dan Sepeda Lipat. 

Peningkatan mutu yang dilakukan tidak terlepas dengan quality control yang sangat ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pembuatan frame, pemilihan komponen, perakitan sampai pengemasan sepeda. Komitmen perusahaan pada pengawasan mutu membuat Pacifik Bike memperoleh sertifikat Standar Nasional Indonesia ( SNI ) dan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2015.

Pacifik Memang Beda, didasarkan dengan peningkatan mutu sepeda tanpa selalu menaikkan harga jual sepeda ke konsumen seperti yang terjadi pada produsen lainnya. Pacifik Bike dirancang dengan desain yang mengikuti tren masa kini dan kualitas yang terus meningkat.

Harga yang terjangkau bagi masyarakat merupakan prioritas sepeda Pacifik. Hal ini membuat permitaan pasar yang terus meningkat, yang akhirnya pada tahun 2016 perusahaan membuka cabang produksinya yang kedua di Medan, Sumatera Utara. (ARMAN R)

Berita Terkait