Selasa, 01 Desember 2020 | 13:16:11 WIB

Pisang Panik, Gorengan Sehat Yang Enak

Senin, 26 Oktober 2020 | 17:22 WIB
Pisang Panik, Gorengan Sehat Yang Enak

CEO Pisang Panik, Kevin Rahardja. (FOTO : ARMAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Bagi masyarakat yang suka ngemil, ada Camilan sehat yang bisa dinikmati sendiri ataupun bersama keluarga, yaitu camilan Pisang Panik.

"Keunikan Pisang Panik adalah gorengan sehat yang menggunakan bahan tepung berkualitas, memakai minyak sekali pakai, tidak pakai pengawet, tanpa pemanis gula atau madu tambahan. Manisnya itu langsung natural dari pisangnya," kata CEO Pisang Panik, Kevin Rahardja kepada Lindo, yang outlet Pisang Panik nya berada di Jalan Kyai Maja No.27, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (25/9/20).

Kevin menjelaskan, kenapa rasa pisang manisnya keluar karena ada teknik cara goreng tersendiri, tanpa bantuan unsur telur dan butter atau mentega

Bahan baku Pisang Panik ini kata Kevin, adalah pisang madu. "Awalnya kami membuat Pisang Panik (PP) yang original, lalu kita coba inovasi dengan ide - ide mengeluarkan Pisan Wijen. Kemudian, kami membuat pisang donat. Yang terakhir kami membuat Banana Tape Goreng (Batagor), yaitu pisang donat dengan tambahan toping tape diatasnya," ungkap Kevin.

Sedangkan nama Pisang Panik diambil dari Founder Pisang Panik adalah Nicolas. "Karena kami sering memanggil Founder Pak Nic, akhirnya timbul ide kami menggunakan nama merek Panik dalam merek pisang goreng ini," jelasnya.

Pisang Panik (PP) tambah Kevin, sudah ada dari 2018 lalu, namun dikonsumsi untuk keluarga dan teman - teman saja. Karena respon dari keluarga menilai pisang goreng PP enak, maka mulai 2019 PP mulai komersial menjual pisang goreng ke masyarakat luas.

Untuk pemasaran PP ungkap Kevin, dulu masih konvensional, dari mulut ke mulut.  "Lalu kita sadar butuh penetrasi pemasaran ke Media Sosial (Medsos). Kami kerjasama dengan Go Food, Grab, Tokopedia dan Medsos lainnya," ujar Kevin.

Ia menambahkan, lewat Medsos tahun lalu meningkat penjualan sampai 2-3 kali lipat. Begitu juga saat Pandemi Covid-19 April 2020 lalu, kita genjot lagi ke Medsos. Pihaknya sadar dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), orang di rumah punya waktu lebih untuk lihat Medsos.

"Kami, selama Pandemi mengalami peningkatan penjualan 7 - 8 kali lipat. Ditambah dampak pemasaran lewat Medsos, 2 -3 bulan belakangan ini berbagai daerah, sudah datang permintaan Pisang Panik, seperti antara lain Bandung, Malang, Surabaya, Jogja, Bali dan Makassar.  

"Kami menjual PP per box, yang per Box nya ada isi paket : 1 box isi 8, 24 sampai 50 piece pisang goreng. Harga Pisang Panik beragam, mulai dari Rp Rp. 60.000 untuk 8 pcs (Couple), Rp 165.000 untuk 24 pcs (Family), dan Rp 300.000 untuk 50 pcs (Party)," paparnya. (ARMAN R)

Berita Terkait