Sabtu, 28 November 2020 | 11:46:27 WIB

Simulasikan Penanggulangan Bencana Alam, Danlantamal X Jayapura Awali Dengan Direktif Panglima TNI

Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:36 WIB
Simulasikan Penanggulangan Bencana Alam, Danlantamal X Jayapura Awali Dengan Direktif Panglima TNI

(FOTO : DISPENLANTAMALX/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) X Jayapura Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho, S.E., M.M., selaku Pangkogasgabpad Jayapura, meninjau Posko Satuan Tugas (Satgas) Operasi Penanggulangan Bencana Alam Lantamal X. 

Kegiatan inspeksi ini dilakukan setelah Laksma Yeheskiel memberikan arahan dan menyampaikan Direktif Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada seluruh anggota Satgas. Bertempat di Ruang Rapat Mako Lantamal X Jayapura, Papua, Senin (26/10/20).

Peninjauan oleh Komandan Lantamal (Danlantamal) X didampingi Wakil Komandan (Wadan) Lantamal X Jayapura Kolonel Marinir Daniel Kreuta sebagai Kaskogasgabpad ini, dilakukan dibeberapa titik Posko, yaitu peninjauan di Posko Pengungsi yang bertempat di Kantor Spotmar Lantamal X, kemudian di Posko Kesehatan di Kantor Diskes Lantamal X. Selanjutnya di Markas Yonmarhanlan X yang dijadikan Posko SAR Darat atau evakuasi dan yang terakhir Posko SAR Laut yang berlokasi di Mako Satrol Lantamal X.

"Saya menghadiri rapat dengan Panglima TNI di Ruang Yudha Mabes TNI. Kemudian Panglima TNI memberikan Direktif dan menunjuk saya selaku Pangkogasgabpad," ungkap Laksma Yeheskiel mengawali membacakan Direktif Panglima TNI.

Disampaikannya, bahwa Panglima TNI memberikan Direktif kepada Pangkogasgabpad dalam rangka melaksanakan operasi penanggulangan bencana alam di Jayapura dan sekitarnya.

Disimulasikan dalam latihan ini bahwa Panglima TNI memberikan Direktif pada tanggal 31.0500 Maret 202E telah terjadi gempa tektonik berlangsung selama 3 menit di kedalaman 20 Km dengan kekuatan 7,2 Magnitudo pada posisi 02'30'29" S 140'49'18" E. Yang mengakibatkan gelombang tsunami selama 20 menit di Pantura Papua yang menyebabkan kerusakan infrastruktur, korban jiwa dan masyarakat terisolasi, sehingga perlu penanganan dan evakuasi korban.

Sehingga Presiden RI pada tanggal 31.1300 Maret 202E menyatakan bencana alam di Papua sebagai "bencana nasional" dan memerintahkan Panglima TNI untuk mengerahkan kekuatan dan kemampuan TNI dalam membantu korban bencana alam di Papua.

Oleh karenanya, Panglima TNI memberikan beberapa penekanan kepada Pangkogasgabpad, antara lain laksanakan penanggulangan bencana alam tanggap darurat selama 14 hari sejak Rencana Operasi (RO) menjadi Proses Operasi (PO).

Melaksanakan proses perencanaan untuk menyusun operaai berdasarkan informasi yang baru saja disampaikan setelah menerima Direktif.
Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait dalam memperoleh data-data/informasi diperlukan untuk proses penyusunan dan penyempurnaan rencana operasi dan sarana alutsista yang akan digunakan dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

"Demikianlah Direktif Panglima TNI untuk selanjutnya para perwira staf agar menganalisa tugas pokok operasi penanggulangan bencana alam sesuai Skep Panglima TNI Nomor Kep/1010/XII/2017 tanggal 11 Desember 2017 tentang Doktrin Operasi Gabungan Terpadu dengan proses pengambilan keputusan militer 11 langkah," ungkap Danlantamal X.

Demikian awal sekenario latihan operasi penanggulangan bencana alam yang dilaksanakan Lantamal X. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut perintah Pangkoarmada III dalam melaksanakan latihan terpadu tanggap darurat bencana alam tahu 2020 serta penjabaran perintah Kasal tentang peningkatan kesiapsiagaan Sistem Senjata Armada Terpadu yang memiliki daya gerak tinggi dalam mendukung tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP). (ARMAN R)

Berita Terkait