Sabtu, 28 November 2020 | 12:49:51 WIB

Polres Halut Tetapkan 3 Orang Tersangka Kasus Penganiayaan Hingga Meninggal

Selasa, 27 Oktober 2020 | 22:13 WIB
Polres Halut Tetapkan 3 Orang Tersangka Kasus Penganiayaan Hingga Meninggal

Foto Dok, Press Release Polres Halut Tetapkan 3 Orang Tersangka Kasus Penganiayaan Asal Salimuli Kecamatan Galela Utara

LINDO HALUT - Kepolisian Resort (Polres)  Kabupaten Halmahera Utara laksanakan Press Release melalui Satreskrim dan Humas Polres Halut terkait dengan penangkapan pelaku pengroyokan sehingga salah satu warga desa asal Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai menjadi korban.

 

Pengroyokan akibat korban jiwa meninggal dunia di duga pelaku asal desa salimuli yang telah terjadi pengroyokan di Desa Tutumaleleo Kecamatan Galela Utara Kabupaten Halmahera Utara. 

 

Kasat Reskrim Polres Halut IPTU Anggito Erry Kurniawan, S.T.K,Si.K menyampaikan bahwa kekerasan secara bersama terhadap orang dan atau penganiayaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia itu terjadi pada Senin (26/10/2020) sekitar pukul 04.30 wit yang bertempat di Desa Tutumaleleo Kecamatan Galela Utara, " jelasnya. 

 

" Menurut Kasat Reskrim, kejadian yang dimaksudkan terdapat pada pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e dan atau 170 ayat (2) ke 3e sub pasal 351 ayat (3) Jo pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, " ucap Kasat. 

 

" Kata ia,  pada pukul 10.00 wit Sat Reskrim Polres Halut mendatangi TKP dan melakukan olah TKP dimana tempat terjadinya peristiwa tersebut, yakni peristiwa kekerasan secara bersama sama terhadap orang atau penganiayaan yang mengakibatkan orang lain meninggal.

 

" Lanjut ia, yang mana korban meninggal yakni GA (17) tahun berasal dari Desa Galo Galo Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Mororai dan identitas pelapor adalah Nurianti Antulu (32) tahun yang merupakan kakak kandung korban, " terangnya. 

 

" Sementara kata Kasat Reskrim, identitas 3 orang pelaku berasal dari desa Salimuli yang sudah diamankan pihak Reskrim Polres Halut diantaranya MG alias M (21) tahun pekerjaan petani, JP alias V (23) tahun pekerjaan tani juga yang statusnya seorang Duda, dan JK alias G (18) tahun.

 

" Berdasarkan keterangan, tersangka JP memukul korban 1 kali kearah dada ketika korban sementara berada dijalan setapak,  dan saat itu juga korban melarikan diri lalu di cegat oleh JK,  dan JP pun kembali memukul korban sebanyak 2 kali kearah kepala serta JK memukul si korban dari arah belakang, "ungkapnya. 

 

" Selain itu berdasarkan kronologis penangkapan pada Senin 26 Oktober 2020 sekitar pukul 11.00 wit anggota Polsek mengumpulkan pemuda desa Salimuli yang saat itu ada turut menghadiri acara pesta do desa Tutumaleleo. 

 

Kemudian sebanyak 80 orang dikumpul pada lapangan depan Puskesmas desa Salimuli, dan saat itu juga saksi mata yakni Hijria Hi Boni asal Desa Tutumaleleo menujuk salah satu pemuda yakni Ongen dan 5 rekannnya, tetapi 1 orang tersangka yakni JK melarikan diri ke Tobelo dan satu lagi melarikan diri ke hutan," Kata Kasat. 

 

" Setelah lakukan pemeriksaan terhadap saksi, maka dapatlah 3 orang tersangka yaitu JP, MG dan JK, namun 2 tersangka diantara JP dan MG langsung diamankan, dan pada Selasa (27/10/2020) kurang lebih pukul 10.00 wit tersangka JK menyerahkan diri di Polres Halut, " jelasnya. 

 

" Ia menambahkan bahwa Motif dari kejadian tersebut yaitu balas Dendam yang telah dilakukan oleh tersangka karena sebelumnya pemuda Desa Salimuli pernah di aniaya oleh pemuda dari desa Galo Galo Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai, " tutur Kasat Reskrim.   ( jef) 

 

Berita Terkait