Sabtu, 28 November 2020 | 23:50:49 WIB

Zaman Pay Berpeluang Menang Dalam Pilkada Halbar 2020

Sabtu, 14 November 2020 | 10:13 WIB
Zaman Pay Berpeluang Menang Dalam Pilkada Halbar 2020

Ilustrasi - Tata cara pencoblosan dalam kertas surat suara pemilih di Kabupaten Halbar. (Foto: Tim ZamanPay/Lindo)

"Ahmad Zakir Mando Calon Bupati Yang Lebih Unggul Diempat Kecamatan di Kabupaten Halbar"
 


HALBAR, LINDO - Pertarungan empat pasangan calon pemilihan kepala daerah kabupaten Halmahera Barat (Halbar) kian hari makin sengit. Dari empat pasangan calon ini, ada dua calon incumbent yang siap berkompotisi di Pilkada Halbar.

Mereka itu antara lain, Danny Missy dan Ahmad Zakir Mando, sedangkan empat kandidat lain adalah dari utusan wakil rakyat atau anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Halbar yang aktif. Mereka itu ialah James Uang, Djufri Muhammad, Denny Palar, dan Iksan Hi Husain.

Sementara dua calon wakil bupati yang juga ikut berkompotisi dalam ajang pesta demokrasi ini ialah mantan birokrasi dengan jabatan akhir kepala BNPB Kab Halbar Imran Lolori, dan mantan anggota DPRD Halbar Pdt Alpinus K Pay.

Sedangkan 9 partai politik peraih kursi di DPRD Halbar ialah, Paslon nomor urut 1 James Uang-Djufri Muhammad (Jujur) yang diusung dua parpol yakni Partai Nasdem 2 kursi dan Demokrat 3 kursi total keseluruhan 5 kursi.

Sedangkan Paslon nomor urut 2, Danny Missy-Imran Lolori (Damai) yang di usung oleh PDIP 4 kursi, Hanura 3 kursi serta Partai Amanat Nasional (PAN) 1 kursi.

Kemudian paslon nomor urut 3, Ahmad Zakir Mando dan Pdt Alpinus K Pay (Zaman Pay), diusung oleh dua parpol yakni Golkar dan PKS dengan total 5 kursi.

Dan keempat ialah, Paslon nomor urut 4, Denny Palar-Iksan Husain (Desain). Mereka ini diusung oleh 2 parpol dengan total suara di DPRD yaitu 7 kursi, masing-masing PKB 4 kursi dan Gerindra 3 kursi.

Sementara itu, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) untuk di pilkada Halbar yang dilansir KPU baru-baru ini sebanyak 78,721 suara pemilih. Artinya, jika masing-masing kandidat bisa meraih angka suara dari 20ribu lebih, maka dipastikan dialah yang akan berpeluang memenangkan pertarungan itu.

Sesuai data yang di invstigasi oleh 7 media lokal dan 2 media nasional, menyebutkan bahwa paslon nomor urut 3, Zaman Pay yang lebih unggul dari 3 kandidat lain. Zaman Pay meraih dukungan suara paling terbanyak.

Sementara diposisi kedua disusul oleh paslon nomor urut 2 Damai dengan perolehan suara yang tertinggal jauh.

Diurutan ketiga disusul oleh paslon nomor urut 4 dengan jargon Desain yang memiliki perolehan suara dibawah urutan Damai yang tidak terlalu jauh.

Dan yang paling terendah dalam wawancara itu, paslon nomor urut 1 yang jumlah suaranya makin tertinggal jauh dari dua kandidat diatas.

Hasil investigasi 9 media ini sengaja tidak menampilkan angka presentase dan jumlah besarannya, karena hal ini masih bersifat acak dari 8 kecamatan dan 159 desa. Hanya saja kecamatan Loloda dan kecamatan Ibu Utara yang tidak terkafer secara menyeluruh.

Misalnya, kecamatan Ibu yang jiwa pilihnya 8,011, kecamatan Ibu Selatan dengan jiwa pilih 8,502, kecamatan Sahu dengan jiwa pilih 7,245, kecamatan Sahu Timur dengan jumlah pilih 6,226, kecamatan Jailolo 22,395, dan kecamatan Jailolo Selatan dengan jiwa pilih 12,810.

Dari angka itu, paslon nomor urut 3 Zaman-Pay lebih dominan dengan jumlah suara paling terbanyak di 4 kecamatan. Empat kecamatan yang dimaksud itu ialah kecamatan Sahu, Sahu Timur, Jailolo dan Jailolo Selatan.

Sedangkan dalam keterangan sebelumnya KPU Halbar menargetkan tingkat parisipasi pemilih pada pemilihan kepala daerah pada tahun ini, akan mencapai angka 77,5 persen.

Pengakuan dalam wawancara selama 1 bulan penuh dari tanggal 10 Oktober 2020 sampai dengan tanggal 10 November 2020, masyarakat lebih menyukai sosok pemimpin yang tidak tergoda dalam pengaruh apapun selama memimpin daerah ini. Mereka ingin bupati nanti adalah bupati yang betul-betul merakyat

Selain alasan yang dikemukkakan diatas, warga diberbagai desa juga menolak pemimpin yang telah gagal memimpin daerah ini dalam 5 tahun kemarin. Alasan lain dari pilihan warga adalah harus orang yang mengerti dan paham soal birokrasi serta memiliki ilmu seorang pemimpin yang mampu mengelola daerah dan mensejahterahkan rakyatnya.

ALDY M

Berita Terkait