Sabtu, 28 November 2020 | 23:05:28 WIB

Ketua UPK Jaltim Perkeruh Suasana PNPM Mandiri, Pengurus Baru Ancam Lapor Polisi

Jum'at, 20 November 2020 | 13:54 WIB
Ketua UPK Jaltim Perkeruh Suasana PNPM Mandiri, Pengurus Baru Ancam Lapor Polisi

Pengurus baru PNPM Mandiri kec Jailolo Timur saat rapat dikantor camat Jailolo Timur, Halbar, Rabu (18/11/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

HALBAR, LINDO - Para pengurus Unit Pelalsanaan Kegiatan (UPK) dan Penanggungjawab Operasional Kegiatan (PJOK) PNPM Mandiri kecamatan Jailolo Timur, kabupaten Halmahera Barat, merasa kecewa dengan sikap ketua UPK Jaltim yang lama Nofie yang tidak mau menghadiri acara rapat UPK di balai desa Akelamokao maupun di kantor kecamatan Jailolo Timur.

"Kami ingin bicara yang baik-baik, bukan dengan cara tidak mau hadir lalu menuduh saya seting semua ini. Kan hambatan selama ini ada di ketua UPK lama saudari ibu Nofije yang tidak mau mengahdiri undangan kami yang ketiga kalinya. Lalu anda menuduh saya sebagai biang kerok dalam masalah ini, tentu anda salah besar. Perlu anda ingat bahwa saya tidak bermaksud lain, saya ingin uang itu segera dikembalikan pada kas UPK yang baru atau dikembalikan pada tabungan bank Maluku. Jangan ada kaitan dengan hal ini ke ranah politik, saya tidak terima nama baik saya dicemarkan," kata Ridwan dengan nada kesal.

Ridwan mengaku bahwa soal pengembalian dana PNPM Mandiri dari Ketua UPK lama ke Ketua UPK yang baru harus dilibatkan dalam rapat pertanggungjawaban saudari Novi, sehingga hal ini tidak menimbulkan pada persepsi lain. Oleh sebab itu jika ketua UPK yang lama proaktik dan mau memghadiri undangan rapat maka persoalan dana PNPM Mandiri yang dituduh korupsi makan.dana itu tidak menjadi bias.

"Perlu anda ingat bahwa ini adalah murni uang masyarakat. Ada apa ibu Novi tidak hadir dalam undangan kami. Padahal dia sudah terima undangan kami dan bersedia untuk melakukan pengembalian dana itu. Eh tiba-tiba ibu nobi menghilang dan henphonenya dimatikan," tanya Ridwan.

Lebih lanjut Ridwan mengungkapkan, bahwa rapat yang digelar pada Rabu (18/11/2020) kemarin adalah puncak mediasi antara PJOK dengan pengurus PNPM yang baru, dimana ibu Novi sebagai Ketua UPK lama sudah dimediasi oleh PJOK dan yang bersangkutan sudah bersedia untuk mengembalikan dana PNPM Mandiri senilai 180juta, namun tiba-tiba rapat dimulai, yang bersangkutan tidak mau hadir, dengan tanpa alasan.

"Dana 180 juta itu adalah hasil mediasi saya selaku ketua PJOK dengan ibu Novi selaku ketua UPK lama. Ibu Novi siap kembalikan dana itu pada hari Rabu (18/11/2020), dalam acara rapat kami antara pengurus yang baru. Tapi lagi-lagi bahwa ibu Novi sudah tidak mau lagi hadiri acara kami dan dia lebih memilih menghindar dalam rapat kami, itu namanya pengecut," ujar Ridwan.

Kepala seksi BPMD di kecamatan Jailolo Timur itu mengakui bahwa pada pertemuan sebelumnya masyarakat ingin menagih dan meminta bahwa dana 390 juta itu harus utuh disaat pengembaliannya, tidak bisa kurang dari nilai itu.

"Pada saat kami musyawarah pada tanggal 24 Oktober lalu, warga minta agar duit yang sudah dipakai itu pengembaliannya harus utuh yaitu 390 juta, tidak bisa kurang. Kalaupun tidak utuh dalam kembaliannya, maka jalan yang terbaik adalah harus lapor polisi niar disana bisa selesai," jelasnya.

Terkait soal rapat dengar pendapat (RDP) yang di inginkan oleh Camat Jailolo Timur Boby Jumaty yang mengusulkan dihadapan dewan Halbar saat melakukan kunjungan kerja ke kantor camat Jailolo Timur, bagi Ridwan Wahid tidak akan berpengaruh pada persoalan hukum, dan hal ini akan digiring keranah hukum.

"Saya berharap agar persoalan ini tidak ada orang yang sengaja memperkeruh keadaan, dan kalau memang benar ibu Novi terpengaruh dan tidak mengembalikan dana itu pada pengurus UPK baru, maka resikonya akan ditanggung sendirilah. Jikalau memang ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab, dan mempengaruhi pada Ketua UPK lama maka mereka juga akan tetseret-seret dalam kasus ini," ancam Ridwan.


ALDY M

Berita Terkait