Sabtu, 28 November 2020 | 23:02:43 WIB

Camat Jailolo Timur Minta Masalah Dana PNPM Mandiri Diselesaikan Lewat Jalur RDP Dewan

Jum'at, 20 November 2020 | 14:24 WIB
Camat Jailolo Timur Minta Masalah Dana PNPM Mandiri Diselesaikan Lewat Jalur RDP Dewan

Rapat pengurus UPK Jaltim dikantor camat Jaltim, Rabu (18/11/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

HALBAR, LINDO - Camat Jailolo Timur, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Boby Jumati meminta agar persoalan dana PNPM Mandiri yang saat ini sedang bermasalah diwilayah Jaltim segera diselesaikan melalui forum resmi yaitu rapat dengar pendapat (RDP) antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan seluruh Unit Pengelolaan Kegiatan (UPK) Jaltim yang lama maupun yang baru.

"Ini saran saja bapak dewan. Kalau bisa persoalan ini harus diselesaikan melalui rapat dengar pendapat di kantor dewan di DPRD Halbar. Tujuannya, agar persoalan ini tidak mengarah kemana-mana, termasuk informasi ini jangan hanya di dengar pada satu pihak saja, melainkan harus bersama-sama duduk untuk mencari jalan keluar yang terbaik," kata Bobby dihadapan Ketua komisi I dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Halbar, pada, Rabu (18/11/2020) kemarin.

Rombongan anggota DPRD Halbar itu antara lain ketua komisi I Atus Sandiang, dan Wakil Ketua Komisi II Riswan Hi Kasim serta sejumlah wartawan yang ikut hadir di kantor kecamatan Jailolo Timur, Halbar.

Selain dalam kunjungan kerja, anggota DPRD Halbar itu datang ke 6 desa dalam rangka mengkroscek kebenaran pada warga 6 desa soal adanya informasi penyalahgunaan dana PNPM Mandiri senilai Rp.390juta yang disalahgunakan oleh UPK Jaltim.

"Sebelum kami datang ke kantor camat, kami terlebih dahulu mengkroscek sejumlah desa soal kebenaran kasus ini di masyarakat. Benar atau tidak dana itu dikasih ke masyarakat. Mereka jawab yang bantuan PNPM Mandiri senilai Rp.390juta itu yang dapat bantuan hanya 6 kepala desa dan mantan camat, serta beberapa oknum lainnya," ujar warga seperti yang ditirukan Riswan.

Akhirnya dalam pertemuan itu disepakati bahwa jadwal RDP dewan antara, ketua UPK lama dan UPK baru, PJOK, para kepala desa dan warga, yang akan dilaksanakan pada Kamis (26/11/2020) depan.

Sementara itu soal tuduhan terkait dengan stabilitas keamanan jelang pilkada serentak di enam desa yang tidak kondusif, menurut mantan kepala desa Akesahu Lasarus Tarate bahwa saat ini kecamatan Jailolo Timur masih dalam keadaan aman dan tentram. Tidak ada pergerakan maupun arahan massa soal kasus ini.

"Pokoknya jangan digiring ke persoalan politik lalu alasan bahwa jika dilaporkan kasus ini ke polisi maka masyarakat akan bakuhamtam karena ada pro dan kontra. Yang jelas 6 desa aman-aman saja," ujarnya.

ALDY M

Berita Terkait