Sabtu, 28 November 2020 | 23:49:41 WIB

Pelda Abdul Kadir Asagaf Babinsa 1508 - 01 Tobelo Isi Khutbah Jumat Di Mesjid Al Iqro

Jum'at, 20 November 2020 | 19:47 WIB
Pelda Abdul Kadir Asagaf Babinsa 1508 - 01 Tobelo Isi Khutbah Jumat Di Mesjid Al Iqro

Foto Dok,Pelda Abdul Kadir Asagaf Isi Khutbah Jumat Di Mesjid Al Iqro Pada Hari Jumat 20 November 2020

LINDO HALUT - Pelda Abdul Kadir Assagaf tidak hanya dikenal sebagai seorang Babinsa di Koramil 1508-01/Tobelo, tetapi juga dikenal piawai dalam ilmu agama baik sebagai Imam maupun sebagai Khatib saat shalat Jumat. Seperti halnya kali ini Pelda Abdul Kadir Assagaf mengisi khutbah Jumat di masjid Al Iqro Desa Gorua Selatan Kec. Tobelo Utara Kab. Halmahera Utara, Jumat (20/11/2020).

Dalam isi khutbahnya Pelda Abdul Kadir Assagaf menyampaikan, Shalat lima waktu merupakan ibadah yang sangat istimewa, keistimewaannya bukan saja Nabi Muhammad SAW menerima kewajiban tersebut langsung menghadap Allah SWT di Sidratil Muntaha tetapi shalat merupakan satu satunya kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Berbeda dengan puasa Ramadhan, ketika sedang bepergian atau dalam keadaan sakit atau udzur karena usia sangat lanjut, maka kita boleh tidak melaksanakannya dan diganti di hari lain, atau dengan membayar fidyah, ungkapnya.

Akan tetapi shalat lima waktu tidak boleh ditinggalkan, barangsiapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja tanpa ada sebab yang memberikan kesempatan untuk tidak melaksanakan saat itu maka sekali meninggalkan Shalat
tidak bisa diganti selama-lamanya, imbuhnya.

Menegakkan shalat nilai pertama adalah disiplin terhadap kebersihan dan kesucian. Siapapun orang yang akan melaksanakan shalat diwajibkan tubuhnya bersih, begitu pula pakaian dan tempatnya, jika di tubuh, pakaian dan tempat kita shalat masih ada najis maka shalat kita tidak akan sah. Oleh karena itu kita wajib membersihkannya.

Yang namanya najis itu bersifat lahiriyah, tetapi ternyata bersih dari najis saja tidak cukup, kita juga harus suci dari hadats yang pada hakekatnya tidak bisa dilihat. Seseorang yang berhadats, misalnya buang air kecil, najisnya dibersihkan tetapi inti dari hadast itu harus dihilangkan pula yaitu dengan cara berwudhu. Kalau najis bisa dilihat tetapi hadast tidak bisa dilihat, dua-duanya harus dijaga kebersihan dan kesuciannya, maksudya adalah yang kita tegakkan bukan kebersihan lahiriyah saja tapi juga kebersihan batiniyah yang tidak kelihatan. Orang yang hanya mengandalkan kebersihan lahiriyah tetapi kebersihan dan kesucian batiniyahnya tidak dijaga maka hidupnya penuh dengan kepalsuan. Lahiriyahnya diusahakan sedemikian menariknya tetapi batiniyahnya siapa tahu, katanya.

Sementara Danramil 1508-01/Tobelo Mayor Kav Calter Purba saat di konfirmasi mengatakan, ini menjadi inspirasi dan teladan bagi para Babinsa di jajarannya untuk meningkatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan baik di bidang agama maupun ilmu pegetahuan lainnya sehingga siap menghadapi setiap tantangan tugas kedepan yang semakin komplek. Teruslah berkarya dan bangun kebersamaan serta kekompakan dengan masyarakat sehingga TNI Kuat bersama Rakyat tidak hanya sekedar slogan, tandasnya. (Faisal)

Berita Terkait