Sabtu, 27 Februari 2021 | 20:08:37 WIB

Sudah Dipecat, Abdul Malik Gama Masih Klaim Dia Kepala Desa Lata-lata

Kamis, 24 Desember 2020 | 16:08 WIB
Sudah Dipecat, Abdul Malik Gama Masih Klaim Dia Kepala Desa Lata-lata

Warga Lata-lata melakukan aksi deno di depan kantor Kejaksaan Tinggi Malut di Ternate, Maluku Utara. (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Mantan Kepala Desa Lata-lata Abdul Malik Gama hingga kini masih mengklaim bahwa dirnya masih menjabat sebagai kepala desa Lata-lata.

Hal itu dilakukan karena surat pemecatan dan surat penonaktifkan dia sebagai kades, belum juga ia terima. Walaupun bupati Halsel Bahrain Kasuba sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan jabatan baru kepala desa Lata-lata, namun bagi Abdul Malik Gama hal itu hanyalah SK palsu.

Dia bahkan menuding Plt Kades Lata-Lata Etus Maici yang memalsukan SK itu. Karena sepengetahuan dia pemberhentian jabatan kades dari bupati Halsel Bahrain Kasuba belum juga ia terima.

Oleh sebab itu, Abdul Malik Gama berupaya membangun opini di masyarakat bahwa seakan-akan bupati Bahrain Kasuba tidak menerbitkan SK itu. Malik Gama secara terang-terangan melakukan perlawanan bahwa penunjukan Plt kades Etus Maici adalah perbuatan akal-akalan saja.

Hingga sejauh ini, Malik Gama terus berupaya menciptakan hoax bahwa dialah kades yang masih aktif dan masih menjalani kepemimpinan sebagai kepala pemerintah desa. Setiap kebijakan Plt kades Lata-lata Etus Maici di pemerintahan kabupaten Halsel, Malik Gama terus meyakinkan pada pejabat setingkat kepala dinas bahwa dialah pimpinan pejabat kades di desa Lata-lata, bukan Plt kades Etus Maici.

Entah serakah atau tidak tahu malu, yang jelas saat ini Malik Gama terus mencari suaka dan mengklaim pada pejabat pemerintah kabupaten Halsel bahwa dirinya masih menjabat sebagai kepala desa Lata-lata. Percaya atau tidak fakta dilapangan menunjukan bahwa saat ini Abdul Malik Gama masih terus memburu jabatan itu. Dia seakan-akan haus dengan kekuasaan itu, sehingga jabatan kepala desapun ia kejar walaupun masuk kelubang semut.

Abdul Malik Gama adalah pejabat kades sejak tahun 2006 yang diangkat oleh bupati Muhammad Kasuba. Sejak memimpin sebagai kades, pada tahun itu, tidak ada yang menunjukan perubahan yang berarti di dalam desa itu. Parahnya lagi, saat pemerintah pusat menggelontorkan dana APBN untuk dikelola dalam bentuk dana desa dan alokasi dana desa yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, Malik Gama pun tidak mampu mengelola dana itu.

Alhasil, dana sebesar itu yang dikucurkan untuk desa Lata-lata sejak tahun 2015, 2016, 2017, 2018 dan 2019. Tidak ada satupun program yang mengarah pada desa Lata-lata untuk menjadi desa yang mandiri. Padahal anggaran dana desa dan alokasi dana desa yang diperuntukan untuk mensejahterahkan masyarakat dan meningkatkan pembangunan desa, tidak tampak sama sekali yang dilakukan Abdul Malik Gama.

Program dana desa pada tahun 2020 yang diharpakan pemerintah pusat adalah, desa harus mampu membuat program yang berbasis tekhnologi digital, sehingga masyarakat tidak lagi awam terhadap informasi dan tekhnologi itu.

Entah apa yang ia buat, namun yang jelas dana desa dan alokaasi dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat sebesar ratusan juta bahkan miliaran rupiah itu, tujuannya untuk membangun desa dan mensejahterahkan masyarakatnya. Bukan untuk dikorupsi lalu memperkaya diri sendiri.

Bersambung...

Penulis : Ingrid Tuepo

Berita Terkait