Sabtu, 10 April 2021 | 21:06:20 WIB

Pasca Pemecatan Jabatan Kades, Warga Terus Soroti Kasus Abdul Malik Gama di Kejati Halsel

Kamis, 24 Desember 2020 | 18:21 WIB
Pasca Pemecatan Jabatan Kades, Warga Terus Soroti Kasus Abdul Malik Gama di Kejati Halsel

Salah satu warga sadang memperbaiki ruas jalan setapak di desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halmahera Selatan, baru-baru ini. (Foto: Armin/Lindo)

HALSEL, LINDO - Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Desa Lata-lata (Hippmadel) Arnol Faici mengatakan pasca pemberhentian jabatan kepala desa (Kades) Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halmahera Selatan, baru-baru ini mendapat antusias masyarakat cukup tinggi. Warga Lata-lata berkeinginan agar kasus korupsi dana desa harus berakhir di meja hijau, bukan ditelantarkan begitu saja.

"Kalau jabatan kades Abdul Malik Gama sudah dipecat, maka kasusnya juga ikut diselesaikan di meja hijau, bukan hanya dibiarkan begitu saja di Kejaksaan Negeri Halsel," kata Arnol saat dihubungi media ini, di Ternate, Kamis (24/12/2020).

Arnol mejelaskan bahwa keinginan warga Lata-lata adalah harus membawa kasus korupsi ini diranah yang lebih tinggi, karena kalau dibiarkan maka Abdul Malik Gama akan menentang pada warga soal ketidakmampuan menggiring kasus ini ke ranah pengadilan.

"Kalau sampai kami gagal bawa kasus ini ke pengadilan korupsi maka Malik Gama bisa mengklaim bahwa warga tidak memiliki bukti yang kuat untuk mempenjarakan dirinya soal tuduhan kasus korupsi itu. Malik Gama itu orangnya angkuh dan sombong, suka remehkan orang serta merendahkan warganya. Jadi tidak ada alasan lain, kasus ini tetap akan kami proses sampai ke pengadilan dan yang bersangkutan harus dipenjarakan," jelasnya.

Sementara itu, sejumlah mahasiswa dari berbagai fakultas di salah satu perguruan tinggi di kabupaten Halmahera Selatan saat ini sedang mempersiapkan strategi dan menyusun dokumen petunjuk bukti untuk menjerat kasus dugaan korupsi dana desa dan alokasi dana desa yang sempat heboh di kabupaten itu.

"Ada cara jitu yang sedang kami susun. Mudah-mudahan kalau tidak ada kendala dalam waktu singkat akan kami presur kasus korupsi ini di Kejati dan Kejaksaan Tinggi Malut. Kami ingin buktikan pada publik kalau kami mampu menyeret mantan kades Lata-lata Abdul Malik Gama ke meja hijau," tandas Acil.

Menurut Acil, kasus korupsi dana desa dan korupsi alokasi dana desa yang dilakukan oleh Abdul Malik Gama sudah melampui akal sehat. Dia sudah lama menggunakan anggaran dana desa. Sejak menjabat kades pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2020, Abdul Malik Gama banyak menyalahgunakan anggaran dana desa, sehingga warga disana merasa pembangunan di desa Lata-lata sangat tersendat.

"Hasil audit memang belum keluar, tapi kami punya gambaran saat tim Inspektorat turun audit, banyak sekali keganjalan yang ditemukan auditor saat pembangunan yang dikerjakan oleh Abdul Malik Gama. Kami juga punya petunjuk bukti yang mengarah pada pembuktian yang dilakukan oleh mantan kades. Intinya, kasus ini tidak akan lepas dari jerat hukum sang pendekar Malik Gama," kata Acil.

Para mahasiswa dan warga Lata-lata berkomitmen usai natal dan tahun baru ini, mereka siap gempur habis-habisan untuk mengawal kasus ini dan siap mengantar mantan kades ke meja hijau untuk mempertanggungjawaban atas perbuatan yang selama ini ia lakukan.

"Selesai natal dan tahun baru ini kami akan fokus kembali untuk mengawal kasus korupsi dana desa yang dilakukan oleh mantan kades Lata-lata Malik Gama yang selama ini dia lakukan. Tidak ada kata maaf selain bisa mempenjarakan sang dektator Lata-lata itu. Dia harus mempertangungjawaban atas perbuatannya selama menjabat sebagai kades," paparnya.

ALDY M

Berita Terkait