Minggu, 17 Januari 2021 | 12:22:45 WIB

Malik Gama Tolak Pjs, Warga Lata-lata Dukung Kades Etus Maici

Rabu, 13 Januari 2021 | 10:36 WIB
Malik Gama Tolak Pjs, Warga Lata-lata Dukung Kades Etus Maici

Warga Lata-lata bersama Bupati Bahrain Kasuba saat berada di desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halsel. (Foto: Hasan/Lindo)

HALSEL, LINDO - Hampir 100 persen seluruh warga di desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) telah mendukung surat keputusan (SK) Bupati Halsel Bahrain Kasuba nomor 176 tahun 2020, tentang pemberhentian sementara kepala desa Lata-lata dan pengangkatan pejabat kepala Desa Lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halsel.

Demikian hal itu dikatakan Ketua Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata (AMDAL) Hasan Maici di Labuha, Bacan, Halsel, Rabu (13/01/2021).

Hasan mengatakan SK pemberhentian Abdul Malik Gama dari jabatan kepala desa Lata-lata sudah sesuai prosedur dan mekanisme yang diatur dalam aturan dan undang-undang yang ada. Jadi, kata dia, tidak ada alasan lagi Abdul Malik Gama harus mempertahankan jabatan itu.

"Proses menonaktifkan jabatan kades Lata-lata adalah sebuah perjalanan panjang dan menyita waktu, tenaga dan pikiran. Semua itu atas kehendak warga lata-lata, jadi tidak ada alasan Malik Gama mempertahankan jabatan itu. Dia sebaiknya berkonsentrasi dulu pada kasus yang ia lakukan selama ini. Masyarakat Lata-lata sektar 95 persen telah mendukung agar Malik Gama di nonaktifkan dulu dari jabatan Kades," kata Hasan.

Lebih lanjut Hasan menegaskan sebelum menonaktifkan saudara Abdul Malik Gama dari jabatan kepala desa Lata-lata terlebih dahulu pihaknya sudah menemui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan. Sehingga dalam surat Kepala Dinas PMD Kabupaten Halsel untuk mengusulkan agar SK pemberhentian sementara kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama. Sehingga itu, Bupati Bahrain Kasuba telah menimbang secara matang dan mengangkat saudara Etus Maici sebagai pejabat sementara kepala desa Lata-lata pada tanggal 29 Desember 2020, yang ditandatangani oleh Bupati Bahrain Kasuba.

"Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa urusan pemberhentian sementara kepala desa Lata-lata dan pengangkatan pejabat kepala desa Lata-lata di kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halsel sudah memenuhi mekanisme dan peraturan yang ada. Oleh sebab itu saya minta kepada Abdul Malik Gama Cs, jangan lagi melakukan hal-hal yang diluar dari aturan yang ada. Sebaiknya Malik Gama berkonsentrasi dulu kasusnya yang saat ini sedang berjalan di Kejaksaan Negeri Halsel. Dia harus fokus itu, jangan berkutat soal SK pengangkatan Pjs di desa Lata Lata. Kalau tidak, kami akan laporkan kasus ini ke polisi terkait dengan pencairan anggaran dana desa pada akhir bulan Desember tahun 2020 kemarin. Karena dalam SK itu, Malik Gama sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala desa Lata-lata. Lalu kenapa uang itu bisa ia cairkan, nah inilah yang dikategorikan sebagai tindak pidana penipuan dan penggelapan uang negara," tegas Hasan.

Dalam kesempatan itu, AMDAL mengakui bahwa pemberhentian sementara kepala desa Lata-lata dan mengangkat pejabat sementara kepala desa Lata-lata adalah prosedur yang sudah sah, tidak ada unsur rekayasa dan tidak ada ada unsur dendam. Semua mekanisme itu telah diperjuangkan jauh-jauh hari. Hasan mengakui bahwa proses pemberhentian saudara Abdul Malik Gama adalah membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga wajar-wajar saja jika pergantian ini dilakukan oleh Bupati Halsel Bahrain kasuba.

"Kami dengan warga Lata-lata telah memperjuangkan untuk menonaktifkan saudara Malik Gama dari jabatan kepala desa Lata-lata adalah sebuah proses yang cukup lama dan sangat melelahkan. Oleh sebab itu, kalau Malik Gama tetap bersikeras kepala dan tidak mau turun dari jabatan kepala desa maka silakan saja pimpin anjing dan babi disana. Jangan kamu mengklaim sepihak seakan-akan warga disana mendukung anda. Ingat, kami ini sudah bosan dengan tindakan dan kelakuanmu yang selama ini meresahkan kami di sana. Selama kamu menjabat sebagai Kades, kamu tidak pernah melakukan sosialisasi terkait sejumlah anggaran termasuk ADD dan DD. Proyek pembangunan apa saja yang kamu laksanakan kamu tidak transparan. Semua kamu tutupi bahkan identitas tinggalmu saja tidak menetap, kamu sendiri saja bangun rumah di Labuha dan tinggal bersama istri barumu disana. Bagaimana kamu kenal keadaan di desa Lata-lata kalau kamu tinggal saja jauh dari masyarakat. Jadi sudah saatnya kami warga desa Lata-lata mengusulkan pada Bupati Halsel agar jabatan saudara dinonaktifkan sementara untuk berkonsentrasi pada kasus yang dilaporkan oleh wargamu sendiri," tandas Hasan.

Sementara itu informasi yang diperoleh media ini bahwa yang bersangkutan Abdul Malik Gama bersama sejumlah perangkat desa saat ini berada di Labuha, Bacan, dalam rangka untuk memproses menolak pemberhentian dirinya bersama kawan-kawan.

"Abdul Malik Gama Cs berencana melakukan aksi protes pada dinas PMD dan Bupati Bahrain Kasuba. Malik Gama masih akui bahwa dirinya masih sebagai pemerintah Desa yang sah. Mereka menolak pejabat sementara yang ada di desa Lata-lata. Mereka mengklaim bahwa Pjs Etus Maici tidak layak untuk memimpin desa Lata-lata," papar Hasan.

Sedangkan kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama saat dihubungi media ini nomor telepon yang dituju nada sambungnya tidak aktif. Sejumlah pesan singkat yang dikirim oleh media ini tidak ada jawaban. Hingga berita ini dilansir, kepala desa non aktif Abdul Malik Gama bersama perangkat desanya saat ini berada di  Kabupaten Halmahera Selatan.

ALDY M

Berita Terkait