Sabtu, 27 Februari 2021 | 01:49:45 WIB

Terpanggil Kesulitan Siswa Dalam Belajar Online, Zyrex Luncurkan Program Satu Siswa Satu Laptop

Selasa, 19 Januari 2021 | 23:38 WIB
Terpanggil Kesulitan Siswa Dalam Belajar Online, Zyrex Luncurkan Program Satu Siswa Satu Laptop

Direktur Utama PT Zyrexindo Mandiri Buana, Timothy Siddik (bawah kanan) dan Marketing Zyrex, Cecillia Icha (atas kanan) dalam konferensi pers secara online. (FOTO : ZYREK/LINDO)

JAKARTA, LINDO - PT Zyrexindo Mandiri Buana menggelar Konferensi Pers secara daring/online melalui Zoom Meeting, yang meluncurkan program #SiswaTOP (Satu Siswa Satu Laptop), yaitu suatu program kemudahan untuk siswa Indonesia memiliki laptop, yang diadakan pada Selasa (19/1/21).

"PT Zyrexindo Mandiri Buana atau Zyrex sebagai produsen komputer Nasional, ingin memberikan solusi untuk kemudahan siswa memiliki Latop. Kami prihatin dari adik - adik siswa belajar dengan hp dalam masa Pandemi Covid-19 ini. Sebenarnya perangkat yang baik dengan layar yang memadai menjadi sangat penting," kata Direktur Utama PT Zyrexindo Mandiri Buana, Timothy Siddik, dalam peluncuran kampanye #SiswaTOP secara online tersebut yang dipandu moderator Cecilia Icha yang menjabat sebagai Marketing Comunication PT Zyrexindo Mandiri Buana.

Zyrex lanjutnya, sebagai perusahaan perangkat komputer Nasional yang masuk pada tahun ke-25, pihaknya melihat Latop adalah suatu kebutuhan. 

Dari 46 juta siswa dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMA kata Timothy, memiliki kesulitan untuk mengikuti proses belajar, karena hanya sebagai kecil saja siswa yang memiliki Latop.

“Saya punya impian dengan program #siswaTOP yang dipelopori oleh Zyrex, suatu hari dalam masa dekat satu siswa Indonesia mempunyai satu laptop. Marilah kita mendukung anak anak Indonesia dengan memiliki keterampilan digital untuk mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa," ujar Timothy.

Menurutnya, kepemilikan komputer atau Latop berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Teknologi Informasi Komunikasi (IPTIK). Nilai IP-TIK Indonesia pada 2019 di angka 5,32, naik sedikit dibandingkan dengan 2018 yang di angka 5,07.             

Pemanfaatan TIK dapat mengentaskan kemiskinan dan memajukan suatu bangsa, maka nilai IPTIK yang tinggi pada suatu negara menunjukkan kemajuan negara tersebut.

"Suatu bangsa yang maju dan bersaing, maka salah satu syaratnya adalah rakyatnya harus memiliki ketrampilan digital, ini bisa dilihat dari IPTIK pada negara tersebut," jelasnya.

Untuk itu tambah Timothy, Zyrex terpanggil membantu siswa memiliki Latop. Karena tidak sampai 3-4 juta siswa yang memiliki Latop untuk kebutuhan pembelajaran mereka.

"Mari kita bina kemampuan digital siswa agar menjadi generasi penerus yang baik. Indonesia perlu melek digital, Indonesia perlu bangsa yang terampil, dalam hal digital," katanya.

Marketing Zyrex, Cecillia dalam Konferensi Pers tersebut menambahkan, dalam program #siswaTOP, Zyrex menawarkan produk laptop yang cocok untuk siswa dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp 4,4 juta sudah bebas ongkir di seluruh Indonesia.

Selain itu, Zyrex melakukan kerja sama dengan online store untuk program cicilan dengan pembayaran via kartu kredit serta memberikan harga khusus bagi perusahaan dan/atau instansi yang ingin melakukan CSR atas kepemilikan laptop bagi siswa Indonesia. (ARMAN R)

Berita Terkait