Minggu, 07 Maret 2021 | 18:35:28 WIB

HCW Malut Pantau Kucuran Anggran 36 Miliar Dari Pemerintah Pusat, Pemda Morotai Harus Fokus Bangun Pariwisata

Rabu, 20 Januari 2021 | 09:08 WIB
HCW Malut Pantau Kucuran Anggran 36 Miliar Dari Pemerintah Pusat, Pemda Morotai Harus Fokus Bangun Pariwisata

Ditektur Lembaga Anti Korupsi Halmahera Corupption Watch (HCW) Provinsi Maluku Utara (Malut) Rajak Idrus. (Foto: Aldy/Lindo)

TERNATE, LINDO - Pemerintah Pusat melalui Kementerian  Pariwisata telah mengucurkan anggaran sebesar 36 miliar untuk Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai pada Tahun Anggaran 2021. Kucuran dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu melalui dana DAK 2021 yang akan melekat pada Dinas Periwisata Kabupaten Pulau Morotai yang telah di fokuskan untuk kegiatan destinasi pariwisata di empat titik yang ada di Pulau Morotai.


Empat titik yang dimaksud adalah, Kecamatan Morotai Timur, Kecamatan Morotai Utara, Kecamatan Morotai Jaya, dan Kecamatan Pulau Rao.

Ditektur Lembaga Anti Korupsi Halmahera Corupption Watch (HCW) Provinsi Maluku Utara (Malut) Rajak Idrus mengatakan pihaknya akan terus memantau kegiatan destinasi pariwisata yang ada di empat titik di kabupaten Pulau Morotai.

"Kami harus pantau dan selalu ikuti perkembangan, sehingga anggaran tersebut tidak bisa di salah gunakan ataupun salah sasaran. HCW tetap ikuti dan pantau terus projek tersebut," kata Rajak Idrus dalam pesan rilisnya yang diterima media ini, Rabu (20/01/2021) pagi.

Dalam kesempatan itu, Jeck begitu ia disapa menegaskan bahwa pemerintah Pulau Morotai lewat Dinas Pariwisata harus lebih berhati-hati dan selalu fokus pada program yang sudah di rancang. Kata dia, anggran sebesar itu harus tepat pada sasarannya, karena  anggaran itu sangat besar.

"Maka dari itu HCW tetap pantau dan ikuti di saat progres berjalan. Kami sudah update semuanya, oleh sebab itu, kami ingin agar proses pencairan dana tersebut harus jalan sesuai progres," ujarnya.

Informasi yang di cafer oleh HCW, bahwa anggaran sebesar 36 miliar tersebut sudah diperuntukan buat pembangunan kuliner, tempat parkiran, lenskep, jembatan mangrove, dan kios-kios cendra mata. Program itu recananya akan di bangun di empat titik  dibagian pariwisata yang ada di kabupaten Pulau Morotai.

Kecamatan Morotai Utara juga akan dibangun pembangunan di Pulau Tabailenge, Desa Bido, Tanjung Saleh, dan Bere-bere.
Sedangkan tempat wisata, seperti Tanjung Amerika di Desa Pangeo, Kecamatan Morotai Jaya, Desa Pangeo akan dibangun pembangunan untuk wisatawan yang bisa beristrahat dilokasi wisata tersebut. begitu juga ditempat wisata yang berada di Desa Loumadoro, yakni Tanjung Garam dan tempat Diving Center.

"Saya berharap agar anggaran sebesar itu harus tepat sasaran, karna anggaran 36 miliar itu sudah diatur dalam progres dan aitem kegiatan melalui Kementerian. Sehingga ini harus di maksimalkan oleh pemerintah Pulau Morotai lewat Dinas Pariwisata. Jadi tidak ada lagi yang merubah atau mengalihkan aitem-aitem kegiatan yang suda di atur dalam rancangan ke kegiatan lain. Kalau di rubah maka itu mengakibatkan fatal. Sekali lagi saya  inggatkan jangan merubah apa yang suda di atur dalam progres itu," tandasnya.

Diakhir keterangannya, Jeck hanya mengingatkan pada pemerintah kabupaten Pulau Morotai, khususnya di Dinas Pariwisata agar jangan bermaìn-maìn, harus selalu fokus dan harus berhati-hati.

"Harus fokus dan tetap berhati-hati, karena anggaran itu sanggat cukup besar. Ingat bahwa kami tetap kontrol semua kegìatan itu. Kami sudah tahu kapan di mulai proyek itu, bahkan pihak ke tiga yang akan melaksanakan kegitan tersebut, kamìpun juga ikut tahu," tutur Jeck.

ALDY M

Berita Terkait