Minggu, 07 Maret 2021 | 18:31:47 WIB

TNI AL Terjunkan Ratusan Personel ke Daerah Bencana Di Mamuju

Kamis, 21 Januari 2021 | 22:21 WIB
TNI AL Terjunkan Ratusan Personel ke Daerah Bencana Di Mamuju

(FOTO : DISPENAL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) hingga hari keenam pasca terjadinya gempa bumi yang meluluhlantakkan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), khususnya Kabupaten Majene dan Mamuju, telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Search and Rescue (SAR) dan menerjunkan ratusan  prajuritnya ke daerah bencana untuk melaksanakan misi kemanusiaan dalam membantu para korban, Rabu (20/1/21).

Satgas SAR TNI AL yang berjumlah 439 personel, terdiri dari Satuan Tugas (Satgas) Laut  yang membawahi Kapal Rumah Sakit TNI AL KRI dr. Soeharso-990, KRI Teluk Ende-517, KRI Tongkol-813, KRI Pandrong-801 dan akan menyusul KRI Teluk Cirebon-543 dan KRI Oswald Siahaan-354 disamping juga terdapat 2 helikopter yang onboard di KRI dr. Soeharso-990 yang digunakan untuk keperluan medis dan pendistribusian logistik ke daerah-daerah terisolir.  

Sementara, Satgas Darat terdiri dari prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VI Makassar, Detasemen Markas Lantamal VI Makassar dan juga prajurit dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju.

Para prajurit TNI AL menembus segala medan untuk dapat mendistribusikan  bahan logistik di daerah-daerah terisolir melalui jalur laut dan udara karena keterbatasan akses darat. Sementara itu, di berbagai lokasi lainnya Satgas SAR TNI AL bersama-sama dengan warga masyarakat melaksanakan pembersihan material longsor yang menghalangi jalan.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., telah memerintahkan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VI Makassar Laksma TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP., untuk mengelar seluruh kekuatan personel dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) di Mamuju dalam melaksanakan misi operasi kemanusiaan agar kehadiran prajurit TNI AL di manapun dapat memberikan dampak yang positif di masyarakat. (ARMAN R)

Berita Terkait