Jumat, 23 April 2021 | 10:07:59 WIB

Kemnaker Gandeng Pemda Siapkan Kebutuhan 12.000 Pekerja Lokal Di PT IWIP  

Senin, 8 Februari 2021 | 23:21 WIB
Kemnaker Gandeng Pemda Siapkan Kebutuhan 12.000 Pekerja Lokal Di PT IWIP   

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menyiapkan ketersediaan pekerja lokal dan memberdayakan sekitar PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang berada di Maluku Utara (Malut).

 

Hal ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja lokal yang kompeten sesuai kriteria industri, sehingga cepat terserap di industri serta memberdayakan masyarakat sekitar untuk peningkatan kesejahteraannya.

 

Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta dan PKK) Suhartono, seusai menerima kunjungan Direktur Eksekutif PT IWIP, Scott Ye, di Kantor Kemnaker Jakarta, Senin (8/2/21). Turut hadir dalam pertemuan ini, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker, Budi Hartawan.

 

Suhartono mengatakan, Kemnaker terus mengembangkan kerja sama dengan Pemda dan pihak perusahaan untuk memenuhi kebutuhan lowongan pekerja lokal terampil di PT IWIP. Ditargetkan, kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, di perusahaan tersebut mencapai 12 ribu orang.

 

"Tentunya kita bekerja sama dengan pemerintah daerah terkait upaya memenuhi ketersediaaan SDM terampil dalam menyuport kebutuhan sekitar 12 ribu pekerja di PT IWIP. Nanti kami akan melakukan training di wilayah tersebut, serta kebutuhan akan wirausahanya seperti program CSR dan Small Bisnis," terang Suhartoto.

 

Melalui berbagai program-program tersebut lanjutnya, Kemnaker optimis keberadaan proyek PT IWIP tidak hanya berdampak positif bagi wilayah sekitar proyek, namun juga  memberi manfaat yang lebih luas bagi wilayah Indonesia Timur.

 

“Untuk ketersediaan pekerja, kita juga bisa bekerja sama dengan Pemda di wilayah lain di seluruh Indonesia sehingga kebutuhan tenaga kerja lokal dapat terpenuhi,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Budi Hartawan menjelaskan, warga yang berada di sekitar industri akan mendapatkan pelatihan kerja yang programnnya disesuaikan dengan kebutuhan industri, serta mengikuti Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

 

"Dalam melakukan pelatihan, SKKNI digunakan sebagai dasar pelatihan, setelah itu baru diuji kompetensi agar sesuai dengan standar kompetensi itu," papar Budi

 

Ia menambahkan, Kemnaker telah mempunyai assessor untuk pengujian kompetensi. Kemnaker juga memiliki BLK di Ternate yang dapat dikerjasamakan dengan PT IWIP, baik dalam pemberdayaan maupun uji kompetensi.

 

"Kami akan mengundang BLK Ternate, apa yang bisa kita bantu, dan juga yang di Sofifi apa yang bisa dilakukan," ujarnya.

 

Menurut Budi, untuk mendukung tersedianya SDM kompeten sesuai kebutuhan industri setempat, pihaknya juga akan menyuport melalui penyelenggaraan program pelatihan, serta melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

 

“Kita akan bantu, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi kepada Menaker Ida Fauziyah, semua proyek strategis nasional merupakan salah satu cara kita untuk menyampaikan kepada masyarakat kontribusi dari perusahaan investor itu kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan, kita akan full support,” kata Budi.

 

Sementara itu, Direktur Eksekutif PT IWIP, Scott Ye, mengatakan, dalam mengatasi unskill people, manajemen PT IWIP telah melakukan langkah-langkah training mandiri, training welder, dan excavator.

 

“Setelah ditraining kurang lebih 2 bulan, perusahaan menyediakan sertifikat dari PT IWIP. Dan PT IWIP mengajak Kemnaker dan Pemda untuk mengkolaborasikan dalam menyediakan sertifikat training tersebut," jelas Scott. (ARMAN R)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menyiapkan ketersediaan pekerja lokal dan memberdayakan sekitar PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang berada di Maluku Utara (Malut).

 

Hal ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja lokal yang kompeten sesuai kriteria industri, sehingga cepat terserap di industri serta memberdayakan masyarakat sekitar untuk peningkatan kesejahteraannya.

 

Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta dan PKK) Suhartono, seusai menerima kunjungan Direktur Eksekutif PT IWIP, Scott Ye, di Kantor Kemnaker Jakarta, Senin (8/2/21). Turut hadir dalam pertemuan ini, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker, Budi Hartawan.

 

Suhartono mengatakan, Kemnaker terus mengembangkan kerja sama dengan Pemda dan pihak perusahaan untuk memenuhi kebutuhan lowongan pekerja lokal terampil di PT IWIP. Ditargetkan, kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, di perusahaan tersebut mencapai 12 ribu orang.

 

"Tentunya kita bekerja sama dengan pemerintah daerah terkait upaya memenuhi ketersediaaan SDM terampil dalam menyuport kebutuhan sekitar 12 ribu pekerja di PT IWIP. Nanti kami akan melakukan training di wilayah tersebut, serta kebutuhan akan wirausahanya seperti program CSR dan Small Bisnis," terang Suhartoto.

 

Melalui berbagai program-program tersebut lanjutnya, Kemnaker optimis keberadaan proyek PT IWIP tidak hanya berdampak positif bagi wilayah sekitar proyek, namun juga  memberi manfaat yang lebih luas bagi wilayah Indonesia Timur.

 

“Untuk ketersediaan pekerja, kita juga bisa bekerja sama dengan Pemda di wilayah lain di seluruh Indonesia sehingga kebutuhan tenaga kerja lokal dapat terpenuhi,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Budi Hartawan menjelaskan, warga yang berada di sekitar industri akan mendapatkan pelatihan kerja yang programnnya disesuaikan dengan kebutuhan industri, serta mengikuti Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

 

"Dalam melakukan pelatihan, SKKNI digunakan sebagai dasar pelatihan, setelah itu baru diuji kompetensi agar sesuai dengan standar kompetensi itu," papar Budi

 

Ia menambahkan, Kemnaker telah mempunyai assessor untuk pengujian kompetensi. Kemnaker juga memiliki BLK di Ternate yang dapat dikerjasamakan dengan PT IWIP, baik dalam pemberdayaan maupun uji kompetensi.

 

"Kami akan mengundang BLK Ternate, apa yang bisa kita bantu, dan juga yang di Sofifi apa yang bisa dilakukan," ujarnya.

 

Menurut Budi, untuk mendukung tersedianya SDM kompeten sesuai kebutuhan industri setempat, pihaknya juga akan menyuport melalui penyelenggaraan program pelatihan, serta melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

 

“Kita akan bantu, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi kepada Menaker Ida Fauziyah, semua proyek strategis nasional merupakan salah satu cara kita untuk menyampaikan kepada masyarakat kontribusi dari perusahaan investor itu kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan, kita akan full support,” kata Budi.

 

Sementara itu, Direktur Eksekutif PT IWIP, Scott Ye, mengatakan, dalam mengatasi unskill people, manajemen PT IWIP telah melakukan langkah-langkah training mandiri, training welder, dan excavator.

 

“Setelah ditraining kurang lebih 2 bulan, perusahaan menyediakan sertifikat dari PT IWIP. Dan PT IWIP mengajak Kemnaker dan Pemda untuk mengkolaborasikan dalam menyediakan sertifikat training tersebut," jelas Scott. (ARMAN R)

Berita Terkait