Selasa, 21 September 2021 | 21:48:09 WIB

Kasus Kapal Nautika, HCW Apresiasi Kejati Malut Atas Penetapan 4 Orang Tersangka

Rabu, 10 Februari 2021 | 19:01 WIB
Kasus Kapal Nautika, HCW Apresiasi Kejati Malut Atas Penetapan 4 Orang Tersangka

Direktur HCW Rajak Idrus. (Foto: Aldy/Lindo)

TERNATE, LINDO - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Halmahera Coruption Watch (HCW) Maluku Utara,  memberikan apresiasi pada Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kejati-Malut) yang telah menetapkan 4 orang tersangka atas kasus pengadaan kapal Nautika.

"Bagi saya kerja penyidik Kejati Malut patut di berikan penghargaan karena mereka mampu mengungkap kasus pengadaan kapal nautika. Dalam pandangan HCW, agak susah di bongkar karena dari sisi dokumen dan alat buktipun susah didapat. Namun karena kerja keras  penyidik kejaksaan sehingga hal itu mereka mampu memebongkarnya," ungkap Direktur HCW Rajak Idrus pada media ini dalam pesan rilisnya di Ternate, Rabu (10/02/2020).

Lebih lanjut pria yang sering disapa Jeck ini mengatakan, bahwa kasus pengadaan kapal nautika itu sudah lama HCW ikut perkembangannya. Dan menurut Jeck, kasus tersebut   sangat kesulitan bagi penyidik untuk mencari barang buktinya.

"Penyidik Kejaksaan telah mampu menemukan dua alat bukti dalam kasus  korupsi anggaran pengadaan kapal nautika. Untuk itu saya atas nama lembaga pemantau korupsi di Malut, memberikan jempol pada penyidik yang telah bersusah payah menemukan alat bukti itu," kata Jeck.

Sebelumnya, Kejati Malut resmi mengumumkan empat tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan kapal nautika dan alat simulasi pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut tahun anggaran 2019 sebesar Rp 7,8 miliar, Rabu (10/2/2021).

Keempat tersangka itu, tiga diantaranya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yakni IY (Mantan Kepala Dikbub Malut), ZH (PPK) dan RZ (Ketua Pokja I ULP Pemprov Malut) dan satu orang kontraktor inisial IR (Direktur PT Tamalanrea Karsatama).  

"HCW harus beri apresiasi pada penyidik kejaksaan. Bagi kami, Kejati Malut telah memiliki niat baik untuk menuntaskan kasus korupsi di Malut," ujar Jeck.

Lebih lanjut HCW menilai bahwa kasus kapal nautika bukan hanya berakhir pada 4 orang saja, namun ada pihak lain yang akan tersandung dalam kasus itu.

"Kami yakin ketika kejaksaan terus mengembangkan kasus pengadaan nautika, maka disana  pasti ada potensi dan dugaan besar ada penambahan tersangka baru," tegas Jeck.

ALDY M

Berita Terkait