Jumat, 26 Februari 2021 | 04:27:38 WIB

Pemdes dan Warga Lata-lata Realisasi Anggaran 2021 di Tiga Aitem

Jum'at, 19 Februari 2021 | 10:34 WIB
Pemdes dan Warga Lata-lata Realisasi Anggaran 2021 di Tiga Aitem

Musdes warga dan pemerintah desa Lata-lata, baru-baru ini. (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Musyawarah Desa (Musdes) Lata-lata yang digelar oleh pemerintah desa (Pemdes) baru-baru ini telah menyepakati tiga agenda penting yang dinggap sangat prioritas.

Demikian hal itu dikatakan Pejabat sementara (Pjs) kepala desa (Kades) Lata-lata Etus Maici dalam wawancaranya di Labuha, Bacan, Kamis (18/02/2021).

Lebih lanjut Etus menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan Musdes yang digelar di aula pasar desa Lata-lata yang menghasilkan tiga point penting diantaranya, biaya lampu penerangan jalan, jalan setapak dalam desa dan pembebasan lahan untuk lapangan bola.

"Dalam Musdes kemarin para warga mengusulkan ada empat point, namun karena anggarannya terbatas, maka dari itu, kami hanya bisa putuskan tiga usulan yang akan dibiayai oleh alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD). Tiga poin yang disetujui itu diantaranya, penambahan lampu jalan, jalan setapak dan area lapangan bola kaki," kata Etus pada media ini di Bacan.

Etus mengakui bahwa pada saat Musdes, banyak sekali warga yang mengusulkan kekurangan fasilitas dalam desa. Namun karena anggaran terbatas jadi, ditunda dulu hingga anggaran berikut. Selain usulan pembangunan infrastruktur desa, warga juga meminta pada pemerintah desa, khususnya, para kaur dan BPD tidak usah lagi terlibat dalam proyek pembangunan dalam desa, semua itu harus diserahkan pada warga yang paham soal kerja pembangunan tiga program itu.

"Kami diminta oleh warga jangan lagi ikut terlibat tender atau terlibat bekerja dalam sebuah proyek yang nanti dikerjakan. Semua itu harus diserahkan pada warga yang ahli dalam bidang itu. Pokoknya kami diminta harus terbuka soal anggaran ADD dan DD pada tahun ini," tegas Etus.

Menjawab tuntutan warga, kades dan seluruh perangkatnya siap menyetujui usulan warga. Selain tuntutan, kata Etus, pihaknya akan selalu transparan dan terbuka soal keuangan desa, termasuk anggaran lain yang akan masuk ke desa itu akan selalu terbuka dan selalu diberitahukan pada warga dan BPD.

"Intinya warga sudah trauma soal kebijakan pengelolaan anggaran desa maupun anggaran lainnya yang  berhubungan dengan pembangunan infrastruktur dalam desa. Mereka minta kami harus terbuka soal anggaran, termasuk siap bekerjasama dengan seluruh warga desa Lata-lata," bebernya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata (Amdal) Hasan Maici menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal atas kebijakan dan pengelolaan seluruh anggaran yang berhubungan dengan desa Lata-lata.

"Intinya, kami tidak mau lagi warga kecewa dengan kebijakan Pemdes Lata-lata. Semua berkaitan dengan warga akan kami suarakan pada Pemdes, jadi tidak usah lagi istilah tutupi dan menutupi. Kalian harus terbuka dan transparan soal anggaran desa kami. Yang lalu biarlah berlalu, mari kita menatap masa depan dan mari kita memperbaiki yang belum selesai kita selesaikan bersama-sama," tandas Hasan.

Hasan mengakui bahwa hingga kini pihaknya masih berada di desa Lata-lata dalam rangka ikut memantau dan mengawal seluruh program yang direncanakan oleh Pemdes dan warga Lata-lata.

"Mudah-mudahan di tahun ini usulan warga pada Pemdes ditiga point itu bisa terealisasi yang baik. Kalaupun ada kendala itu soal tehknis, maka harus kita sadari bersama-sama, asalkan program bisa jalan dan hasilnya bisa kita nikmati bersama-sama," paparnya.

ALDY M

Berita Terkait