Minggu, 11 April 2021 | 20:16:09 WIB

Wamenhan : Harmonisasi BUMN Indhan Diharapkan Jadi Lokomotif Kemandirian Indhan Indonesia

Jum'at, 5 Maret 2021 | 16:19 WIB
Wamenhan : Harmonisasi BUMN Indhan Diharapkan Jadi Lokomotif Kemandirian Indhan Indonesia

(FOTO : HUMASKEMHAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Harmonisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Pertahanan, diharapkan dapat menjadi lokomotif bagi kemandirian industri pertahanan Indonesia.

Hal demikian dikatakan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M. Herindra dalam sambutannya, pada Rapat Kerja (Raker) BUMN Industri Pertahanan (Indhan)  2021, di PT Len Industri (Persero), Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/3). Acara yang juga dihadiri Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury ini dilanjutkan dengan peninjauan langsung fasilitas produksi PT Len Industri (Persero).

Raker yang dilaksanakan setelah agenda kunjungan tersebut, mengusung tema “Mewujudkan Kemandirian Pertahanan Indonesia dan Peningkatan Operational Excellence melalui Konsolidasi BUMN Industri Pertahanan” ini, menghadirkan Direksi kelima BUMN Indhan PT Len Industri (Persero), PT Dirgantara Indonesi (Persero), PT Pindad (Persero), PT PAL Indonesia (Persero) dan PT Dahana (Persero).

Wamenhan dalam sambutannya menjelaskan, harmonisasi dan kerjasama dalam membangun industri pertahanan nasional sangat penting dilakukan. Namun kompleksitas permasalahan dan tantangan yang dihadapi industri pertahanan juga membutuhkan keteguhan visi misi bersama antara stakeholders industri pertahanan dan pengguna yang terkadang tidak rasional.

“Bentuk dorongan pemerintah dalam perkembangan industri pertahanan untuk mencapai kemandirian selaku stakeholder utama, adalah dengan menyiapkan payung hukum sebagai landasan ekosistem industri pertahanan di Indonesia,” terang Herindra.

Pemerintah lanjutnya, dalam hal ini  Kementerian Pertahanan (Kemhan) , Bappenas dan Kementerian Keuangan, meningkatkan anggaran belanja Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) melalui skema pembiayaan pinjaman dalam dan luar negeri, dengan harapan transformasi spending to investment akan tercapai lebih cepat. Peningkatan ini diharapkan menjadi stimulus positif terhadap peningkatan kemandirian industri pertahanan guna pemenuhan kebutuhan pengguna.

Direktur Utama PT Len Industri, Bobby Rasyidin dalam keterangan resminya selaku Ketua Organizing Committee BUMN Indhan mengatakan, alasan dibentuknya Holding BUMN Indhan ini, antara lain adalah untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan daya saing, penciptaan ekosistem dan penciptaan nilai (value creation), serta peningkatan efisiensi operasional setiap anggota BUMN Indhan.

Raker tersebut, antara lain membahas bagaimana masterplan BUMN Indhan, roadmap pembentukan holding, roadmap strategis holding 2020-2024, dan juga model operasi pasca holding dapat terbentuk. Kelima Direktur Bisnis dan Teknologi dari setiap BUMN pun, menyampaikan bagaimana roadmap pengembangan bisnis, teknologi dan industri masing-masing dapat bersinergi di kemudian hari.

Raker dihadiri oleh 30 peserta, antara lain adalah Asdep Bidang Manufaktur & Industri Pertahanan KBUMN, Dirjen Renhan Kemhan serta jajaran direksi kelima BUMN Indhan. (ARMAN R)

Berita Terkait