Selasa, 22 Juni 2021 | 09:14:36 WIB

Komite III DPD RI Hj. Suryati Armaiyn Gelar Sosialisasi Bersama Siswa-Siswi SMA Al-Khairat

Selasa, 16 Maret 2021 | 21:08 WIB
Komite III DPD RI Hj. Suryati Armaiyn Gelar Sosialisasi Bersama Siswa-Siswi SMA Al-Khairat

LINDO TERNATE - Anggota komite III DPD RI dapil Provinsi Maluku Utara Periode 2019-2024, Hj. Suriati Armaiyn S.A.P, gelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yakni, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, yang bertempat di Aula SMA AL-Khairat, Kelurahan Sangaji Utara, Kecamatan Kota Ternate Utara," Selasa (16/03).

Dalam kegiatan Sosialisasi di hadiri, Anggota DPD RI Provinsi Maluku Utara Periode 2019-2024, Hj. Suriati Armaiyn S.A.P, Kepala Sekolah SMA AL-Akhairat Burhan Iskandar Alam S.Pd., M.Pd, para guru-guru SMA AL-Khairat, serta di ikuti oleh Siswa/i SMA AL-Khairat. Sosialisasi Empat Pilar pun selalu mengedepankan protokol kesehatan

Anggota DPD RI Provinsi Maluku Utara Periode 2019-2024, Hj. Suriati Armaiyn S.A.P, saat di konfirmasi awak media usai kegiatan, menyampaikan bahwa empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana. Empat pilar disebut juga fondasi atau dasar yang menentukan kokohnya bangunan.

"Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami seluruh masyarakat dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat," ucap Anggota DPD RI ini.

Menurutnya, konsep Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara terdiri dari, Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika.

Yang pertama kata Hj. Suriati, bahwa Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Sebagai dasar NKRI, Pancasila memiliki fungsi sangat fundamental. Kata nya Pancasila disebut sebagai sumber dari segala sumber hukum. Sifat Pancasila yuridis formal maka mengharuskan seluruh peraturan perundang-undangan berlandaskan pada Pancasila.

"Pancasila sebagai dasar filosofis dan sebagai perilaku kehidupan. Artinya, Pancasila merupakan falsafah negara dan pandangan atau cara hidup bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai cita-cita nasional," ujarnya.

Lanjutnya, yang kedua UUD 1945 adalah Nilai-nilai luhur Pancasila tertuang dalam norma-norma yang terdapat dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945.

"Norma konstitusional UUD 1945 menjadi acuan dalam pembangunan karakter bangsa. Keluhuran nilai dalam Pembukaan UUD 1945 menunjukkan komitmen bangsa Indonesia untuk mempertahankan pembukaan dan bahkan tidak mengubahnya," terangnya.

Sementara itu pilar ketiga NKRI dalam Pasal 1 ayat 1 UUD 1945 disebutkan negara Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk republik.

"Dalam pembangunan karakter bangsa dibutuhkan komitmen terhadap NKRI. Karakter yang dibangun pada manusia dan bangsa Indonesia adalah karakter yang memperkuat dan memperkukuh komitmen terhadap NKRI," tandasnya.

Maka lanjut Hj. Suriati, dalam rasa cinta terhadap tanah air perlu dikembangkan dalam pembangunan karakter bangsa. Pembangunan karakter bangsa melalui pengembangan sikap demokratis dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.

Untuk itu lebih lanjut di katakan, dalam pilar terakhir yakni pilar Bhinneka Tunggal Ika bertujuan menghargai perbedaan atau keragaman namun tetap bersatu dalam ikatan sebagai bangsa Indonesia.

"Tidak bisa dipungkiri, Indonesia terdiri dari beragamnya suku, agama, ras dan antargolongan. Keberagaman ini harus dipandang sebagai kekayaan khasanah sosio-kultural, bersifat kodrati dan alamiah," sebut Anggota DPD RI Dapil Malut ini.

"Keberagaman bukan untuk dipertentangkan apalagi diadu antara satu dengan yang lain sehingga berakibat pada terpecah belah. Oleh sebab itu, Bhinneka Tunggal Ika harus dapat menjadi penyemangat terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa," sambungnya.

Maka dari itu Hj. Suriati bilang, tujuan Empat Pilar adalah Pemilihan nilai-nilai untuk mengingatkan kembali kepada seluruh komponen bangsa agar pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara terus dijalankan terutama juga para siswa/i yang ada di bangsa Indonesia dan khususnya di Provinsi Maluku Utara saat ini.

"Dengan tetap mengacu kepada tujuan negara yang dicita-citakan, serta bersatu padu mengisi pembangunan agar bangsa Indonesia lebih maju dan sejahtera," tutupnya

(EMPY).

Berita Terkait