Jumat, 29 Oktober 2021 | 03:00:02 WIB

Bandar Udara Sultan Babullah Ternate Layak Diusulkan pada Presiden sebagai Bandara Internasional

Senin, 22 Maret 2021 | 23:04 WIB
Bandar Udara Sultan Babullah Ternate Layak Diusulkan pada Presiden sebagai Bandara Internasional

Anggota DPRD Malut Dr. H. Muh Amin Drakel (kanan) saat berpose dengan Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi (kiri) di Jakarta. (Foto: Ist/Lindo)

TERNATE, - Bandar Udara Sultan Babullah Ternate merupakan bandar udara terbesar di Provinsi Maluku Utara yang setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah penumpang yang cukup tinggi. Pada satu sisi, peningkatan penggunaan pelayanan jasa penerbangan menunjukkan semakin majunya perkembangan lalu lintas angkutan udara. Selain juga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi diwilayah Maluku Utara.

Sementara disisi lain, laju peningkatan armada seperti pengembangan fasilitas dan peningkatan kualitas yang memadai saat ini sudah cukup dari itu. Hal-hal inilah yang kemudian menuntut warga masyarakat Maluku Utara meminta agar bandar udara Sultan Babullah Ternate perlu adanya kebijakan pemerintah daerah agar bandara domistik menjadi bandara udara Internasional.

Evaluasi dan kajian soal infrastuktur maupun armadanya sudah layak menjadi bandar udara Sultan Babullah Ternate yang bertaraf lebih berkelas.

KONDISI BANDARA

Sementara dari hasil perencanaan dengan kondisi eksisiting bandara serta memperhatikan pula kondisi lokasi di mana bandara tersebut berada dalam zona aman. Dari pengumpulan data yang digunakan dalam analisis ini adalah menggunakan data sekunder dengan variabel-variabel sosial dan ekonomi yaitu jumlah penduduk Maluku Utara, PDRB Provinsi Maluku Utara, PDRB Kota Ternate, serta jumlah tenaga kerja sektor industri Provinsi Maluku Utara.

Hasil analisis korelasi menunjukkan faktor jumlah penduduk memiliki hubungan paling erat terhadap peningkatan jumlah penumpang di bandara. Dengan persamaan regresi kemudian dibuat peramalan jumlah penumpang sampai dengan tahun rencana yaitu 2027 (20 tahun).

Dari hasil laporan pengelola bandar udara Sultan Babullah Ternate telah diperoleh jumlah penumpang pada tahun rencana sebanyak 844.759 orang dengan jumlah penumpang jam puncak sebanyak 583 orang/jam untuk keberangkatan dan 515 orang / jam untuk kedatangan.

Dari hasil analisa, kebutuhan fasilitas Bandara Babullah Ternate diperoleh luasan terminal sebesar 3966 m2 , sedangkan luasan terminal yang ada saat ini sudah mencukupi aktifitas penerbangan sampai dengan tahun 2027.

Memang diperlukan adanya pengembangan luasan dan fasilitas-fasilitasnya. Di antaranya penambahan 2 counter check-in , penambahan baggage conveyor, penambahan jumlah gate sebanyak 3 pintu, perluasan ruangan antara lain baggage claim area , hall keberangkatan dan kedatangan, ruang tunggu keberangkatan serta penambahan ruangan konsesi dan pelayanan gedung. Begitu juga pada perencanan fasilitas sisi udara, diperoleh bahwa hasil yang dapat dijadikan acuan pada pelaksanaan yaitu diantaranya panjang runway 2910 meter, lebar runway 30 meter, lebar bahu runway 15 meter. Seangkan di kiri dan kanan runway, safety area seluas 90 x 150 meter, blast pad seluas 30 x 60 meter, arah runway 155º - 335º, dan clearway 150 x 300 meter.

Selain itu, lokasi untuk apron telah diperoleh luas apron pada Tahap I = 141 x 105 meter dan untuk tahap II = 183 x 105meter.

Untuk taxiway diperoleh panjang 127 meter, lebar taxiway 15 meter dengan lebar bahu 6 meter di kiri dan kanan taxiway. Dari hasil evaluasi fasilitas sisi darat dan sisi udara, dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa Bandar Udara Sultan Babullah Ternate dapat memenuhi kebutuhan pelayanan jasa transportasi udara sampai dengan tahun rencana yaitu tahun 2027. Demikian halnya lokasi Bandara juga  memungkinkan untuk dilakukan pengembangan karena ketersediaan lahan yang memadai. Dengan demikian perlu dipertimbangkan alternatif pengembangan Bandar Udara di lokasi yang lain, karena bandar udara Sultan Babullah Ternate layak jadi bandar udara internasional.

Penulis: Dr. H. Muhammad Amin Drakel; SpOG; MM /
Wakil ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Provinsi Maluku Utara

(bersambung)

Berita Terkait