Selasa, 22 Juni 2021 | 22:13:20 WIB

Bandara Kuabang Kao Sangat Modern, Presiden dan Menhub Sangat Terpesona

Rabu, 24 Maret 2021 | 16:10 WIB
Bandara Kuabang Kao Sangat Modern, Presiden dan Menhub Sangat Terpesona

Presiden Jokowi bersama Menhub Budi Karya Sumadi usai meresmikan Bandara Kuabang Kao, kabupaten Halut, Rabu (24/03/2021). (Foto: Penrem152/Lindo)

HALUT, LINDO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (24/03/202) siang akhirnya meresmikan Terminal Bandara Kuabang Kao, di Desa Jati, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Kementerian Perhubngan (Kemenhub) melalui Ditjen Perhubungan Udara telah menyelesaikan pengembangan gedung terminal penumpang Bandara Kuabang, menyesuaikan dengan kemampuan sisi udara yang telah memiliki runway sepanjang 2400 m x 30 m.

Sebagai pendukung aksesibilitas transportasi Ibukota provinsi, sudah selayaknya Bandara Kuabang didarati oleh pesawat jenis narrow body.

"Saya berterima kasih kepada pak Dirjen Perhubungan Udara yang sudah mempersiapkan ini dengan baik. Tadi saya cek bandaranya baik sekali, bahkan di luar ekspektasi saya. Bangunannya modern, indah sekali," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau kesiapan peresmian Bandara Kuabang, Selasa 23 Maret 2021, kemarin.

Saat ini terminal penumpang Bandara Kuabang yang dibangun melalui anggaran APBN sekitar Rp50,82 Miliar ini memiliki luas 3.500 m2 yang dapat menampung hingga 160.000 penumpang per tahun.

Bandara ini juga memiliki landasan hubung (taxiway) 100m x 23m dan landasan parkir (apron) 157m x 72m, yang mampu menampung sebanyak 3 pesawat jenis ATR dan 1 (satu) pesawat boeing.

Menhub mengungkapkan, selain penerbangan carter, mulai pekan depan akan ada penerbangan komersil dari dan ke Kuabang-Manado. Diharapkan bisa meningkat dua kali seminggu bulan depan.

"Saya telah meminta pak Dirjen Perhubungan Udara untuk berkoordinasi dengan maskapai, untuk mengadakan penerbangan reguler dari Manado kesini 1 kali seminggu," tuturnya.


Bandara Kuabang difungsikan sebagai alternatif dari Bandara Sultan Babullah di Ternate yang berlokasi dekat dengan daerah Sofifi sebagai Ibukota Provinsi Maluku Utara.

Lokasi Bandara Sultan Babullah Ternate yang berdekatan dengan Gunung Gamalama dan Gunung Dukono yang sangat aktif, kerap kali mengalami gangguan operasional akibat sering terjadinya letusan kedua gunung tersebut.

Posisi Bandara Kuabang yang berjarak 85 km dari Sofifi dinilai sangat strategis dan tidak terdampak letusan dari kedua gunung tersebut, sehingga Kemenhub menilai bandara ini layak untuk dikembangkan.

Bandara Kuabang Kao merupakan salah satu pintu masuk melalui udara di Kabupaten Halmahera Utara. Keberadaan bandara ini sangat penting untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas dari dan ke Kabupaten Halmahera Utara yang memiliki sejumlah destinasi wisata alam dan bahari andalan, diantaranya, Pantai Luari, Taman laut Tupu-Tupu, Taman laut Tagalaya, Taman laut Pawole, Laguna Tagalaya, Pulau Kakara, Pulau Bobale, Pulau-pulau kecil Loloda dan Pantai Panamboang.

Selain itu, bandara ini juga berpotensi melayani orang dan barang, untuk mendukung operasional pertambangan emas yang ada di daerah Gosowong, Kabupaten Halmahera Utara, yang dikelola oleh perusahaan pertambangan nasional PT.Nusa Halmahera Minerals.

Kemenhub terus berkomitmen melakukan pembangunan dan pengembangan bandara, khususnya di wilayah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (3TP), seperti di Provinsi Maluku Utara sebagai provinsi ke-34 atau terbaru di Indonesia, dalam rangka mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah tersebut.

Sementara itu, dalam peresmian bandara Kuabang, Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar frekuensi penerbangan ke bandara itu bisa minimal dua kali dalam satu pekan. Hal ini agar tetap ada pergerakan Bandara Kuabang Kao.

Jokowi menyatakan selama pandemi covid-19 penerbangan reguler di Bandara Kuabang Kao dihentikan sementara. Bandara itu hanya menerima penerbangan carter atau sewaan.

"Saya perintahkan kepada Menteri Perhubungan dan Dirjen untuk di Bandara Kuabang Kao ini paling tidak secepatnya diusahakan minimal seminggu dua kali flight menuju ke sini," ungkap Jokowi.

Jokowi menyatakan penerbangan reguler dua kali dalam satu pekan perlu dilakukan agar manajemen tak kaget jika kondisi sudah normal kembali. Pasalnya, sebelum pandemi, jumlah penerbangan di Bandara Kuabang Kao sekitar tiga kali dalam satu hari.

"Nanti kalau keadaan normal bukanya tidak terlalu kencang. Jadi sudah ada tahapan dua kali seminggu, kemudian baru naik lagi ke keadaan normal tiga kali sehari," jelasnya.

Ia berharap aktivitas masyarakat juga meningkat di sekitar Bandara Kuabang Kao. Terlebih, terminal penumpang di bandara tersebut baru saja diresmikan oleh pemerintah.

"Saya menyambut baik Alhamdulillah terminal penumpang telah siap untuk menunjang aktivitas masyarakat di Halmahera Utara dan sekitarnya dan kami harapkan muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di sekitar bandara ini," ujarnya.

ALDY M

Berita Terkait