Minggu, 11 April 2021 | 20:21:36 WIB

Pandemi Covid-19, BLKM Disnakertrans Jabar Aktif Jemput Bola Pelatihan Kerja Masyarakat Jabar

Kamis, 8 April 2021 | 10:01 WIB
Pandemi Covid-19, BLKM Disnakertrans Jabar Aktif Jemput Bola Pelatihan Kerja Masyarakat Jabar

Rina Puspita Nurhayati selaku Kepala BLKM Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar

BANDUNG,  LINDO - Balai Latihan Kerja Mandiri (BLKM) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), konsisten melakukan pelatihan kerja secara maksimal bagi masyarakat Jawa Barat (Jabar) lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), mengingat masih tingginya jumlah pengangguran, khususnya warga yang berpendidikan rendah.

“Alhamdulillah, kami telah memberikan pelatihan kerja bagi warga berpendidikan rendah agar bisa membuka usaha dan mandiri,” kata Rina Puspita Nurhayati selaku Kepala BLKM Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar kepada rombongan Forum Wartawan Ketenagakerjaan (Forwaker) di Bandung, Jabar, Rabu (7/4/21). 

Menurut Rina, untuk Jabar, pelatihan kerja sangat dibutuhkan mengingat jumlah pangangguran pendidikan SD-SMP dengan persentasi 47,48 % atau sebanyak 1,2 juta orang.

Pelatihan kerja tersebut kata Rina, salah satu jawaban mengatasi pengangguran di Jabar. Kendati belum seberapa jika dibandingkan kuota 2021 sebanyak 360 orang, dalam 12 angkatan dan per 1 angkatan diikuti sebanyak 30 orang. 

“Hingga 2020, jumlah alumni pelatihan kerja BLKM sebanyak 5.300 orang dan 20 % di antaranya sudah mampu untuk membuka usaha secara mandiri," ungkapnya.

Rina menambahkan, BLKM menyelenggarakan kejuruan tata boga, las listrik, tata rias wajah dan hijab, financial life skill, barista, catering, otomotif service sepeda motor ringan, bakery, start-up, serta teknik cukur dasar.

“BLKM tidak sekedar menggelar pelatihan kerja, melainkan di lapangan menggandeng partner, seperti Unpad, shopee, gofood, bank bjb, sekoper cinta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekolah cukur, serta USAID,” ujar Rina. 

BLM tidak hanya menggelar in house training. Tetapi "menjemput bola" bagi warga di desa-desa dalam kategori tertinggal, sehingga memudahkan warga dan tidak perlu datang ke Kota Bandung.

“Jemput bola sangat membantu warga di desa tertinggal mendapatkan pelatihan kerja. Kami datang dengan Mobile Training Unit (MTU) lengkap dengan peralatan dan perlengkapan pendukung, serta para instruktur," kata Rina. (ARMAN R)

Berita Terkait