Minggu, 11 April 2021 | 19:59:15 WIB

Covid-19, UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah IV Jabar Tetap Lakukan Pembinaan Perusahaan

Kamis, 8 April 2021 | 11:00 WIB
Covid-19, UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah IV Jabar Tetap Lakukan Pembinaan Perusahaan

Kepala UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah IV Jabar, Drs H Asep Cucu, M.M (paling kanan). (FOTO : DISNAKERJABAR/LINDO)

BANDUNG, LINDO - Dalam kegiatan Press Tour para Wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Ketenagakerjaan (Forwarker) ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) Provinsi Jawa Barat (Jabar), wartawan Forwarker melakukan kunjungan ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah IV Jabar, yang wilayah kerjanya, meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, serta Kabupaten Sumedang.

Dalam kunjungannya, Wartawan Forwarker disambut hangat oleh Kepala UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah IV Jabar, Drs H Asep Cucu, M.M

Kepada wartawan, Kepala UPTD Wilayah IV Jabar Asep Cucu mengatakan, saat ini pihaknya memiliki tenaga pengawas sebanyak 42 orang dengan jumlah perusahaan per 31 Maret 2021, sebanyak 13.132 perusahaan. "Tentu saja, itu belum seimbang dengan beban kerja yang harus dilaksanakan,” ungkap Asep Cucu.

Selama pandemi Covid-19 lanjutnya, Pengawas Ketengakerjaan UPTD Wilayah IV Jabar, tetap bekerja melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap ribuan perusahaan dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

Pihaknya kata Asep, melakukan pemanggilan terhadap perusahaan yang belum dilakukan pemeriksaan, pemanggilan dan pemeriksaan terhadap perusahaan yang ada data Tenaga Kerja Asing (TKA), serta menggelar pengawasan dan pembinaan secara daring melalui zoom meeting.

“Tetap bekerja, melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perusahaan selama Covid-19 dan terus melakukan inovasi serta berkolaborasi," ujar Asep.

Ia menjelaskan, dalam melakukan pengawasan Ketenagakerjaan, pihaknya membuat skala prioritas perusahaan yang dipilih sebagai objek pengawasan, dengan memilih perusahaan besar seperti tekstil dan garmen yang berkaitan nasib banyak pekerja. (ARMAN R)

Berita Terkait