Minggu, 16 Mei 2021 | 05:46:26 WIB

Didirikan Juli 2020, Rewash Sebagai Start-up Laundry Berbasis Apps Dan IoT

Minggu, 25 April 2021 | 10:50 WIB
Didirikan Juli 2020, Rewash Sebagai Start-up Laundry Berbasis Apps Dan IoT

Suasana Rewash outlet. (FOTO : ARMAN/LINDO)

TANGERANG, LINDO – Rewash sebagai start-up laundry berbasis apps dan IoT (Internet of Thing), menjadi solusi bagi laundrypreneur dalam mengelola dan ekspansi bisnis laundry yang terjangkau. Rewash juga membantu laundrypreneur menjalankan bisnis laundry yang inovatif dan disrutif, dengan merubah mesin cuci rumah menjadi commercial use via teknologi Rewash.

PT Rimaji Teknologi Negeri sebagai perusahaan pemegang brand Rewash ini, dipimpin Ridha Indra Dewa selaku Chief Executive Officer (CEO) Rewash, Guntarto selaku CTO (Chief Technology Officer) Rewash dan Rico selaku Chief Bussines Officer Rewash.

“Outlet Rewash laundry didukung helper yang terlatih dan terdidik dalam menangani bahan pakaian dan noda. Cuci kering lipat cukup selling point kami. Aset ini menjadi investor karena investasi yang terjangkau dan payback period yang pendek,” kata CTO (Chief Technology Officer) Rewash, Guntarto kepada Lindo, di kantor Rewash, Rukan Columbus No B27, Jalan Green Lake City, Tangerang, Provinsi Banten, baru – baru ini.

Inilah menurut Guntarto, cara Rewash menyediakan laundry yang bersih, berkualitas dan terjangkau bagi konsumen yang memerlukan cuci kering lipat selama 24/7/365. Desain yang tangguh dan ringkas (2 x 2 m), menjadikan model ini fleksibel lebih mudah untuk ditempatkan di mana saja, baikm indoor atau outdoor. Automatic washing machine didukung Internet of Thigs (IoT) yang mempermudah aktivitas stakeholder untuk mengelola via apps.

Chief Executive Officer (CEO) Rewash, Ridha Indra Dewa mengatakan, Rewash mulai dibuka pada Juli 2020 lalu, yang merupakan gabungan/kolaborasi antara detergen, mesin cuci dan teknologi, sehingga tercipta Rewash Smart Laundry, yang saat ini bisnis franchise Rewash Laundry tersebar di Jabodetabek.

Adapun frenchise Rewash tersebar, antara lain di Cilengsi, Telagabestari, Kemayoran, Bojonggede, Citraraya,  Penggilingan, Kranji, Telagabestari, Setiabudi, Cilengsi, Kemayoran, Bojonggede, Kembangan, Citraraya, dan Greenlike. 

“Rewash adalah Laundry teknologi berbasis Aplikasi, yang berdiri dimasa Pandemi ini dan tetap bertahan dimasa Pandemi ini. Begitu juga market laundry masih sangat besar di Indonesia,” ungkap Ridha.

Rewash lanjutnya, ada pusat training/pelatihan untuk karyawan outlet Rewash. Dalam mencuci, Rewash menggunakan produk sendiri yang ramah lingkungan sebagai bahan baku laundry. Pihaknya juga menerima semua metode pembayaran, baik cash maupun non cash.

Konsumen yang menggunakan jasa Rewash untuk jasa laundry kata Ridha, akan dilayanai jasa cuci, kering, lipat dan setrika dengan waktu 90 menit. Konsumen akan menunggu selama proses cuci, kering dan lipat (setrika). Waktu cuci sampai proses lipat dibutuhkan waktu selama 90 menit. Yaitu mencuci selama 30 menit, pengeringan 45 menit, total 75 menit, ditambah 15 menit untuk melipat baju, sehingga total 90 menit. Kalau cuma cuci sampai kering hanya 75 menit.

Rewash outlet juga menyediakan fasilitas pendingin ruangan (AC), Wifi gratis dan ruang khusus konsumen dengan tempat duduk nyaman sambil menunggu proses cuci, kering dan lipat selesai.  Jika konsumen ingin cuci sendiri ada ruangan khusus untuk konsumen dan selama mencuci sendiri konsumen dibimbing karyawan Rewash outlet.

"Yang tak kalah pentingnya, mesin cuci Rewash tidak bisa dioperasikan jika belum terjadi transaksi antara konsumen dengan Rewash outlet, artinya Mesin cuci dikunci dengan sistem digital, hal ini untuk menghindari operasional mesin cuci yang tidak dimonitor oleh owner/pemilik, sehingga owner Rewash outlet akan tahu secara digital jika ada transaksi order cuci, kering dan lipat sesuai keinginan konsumen.

"Untuk Kapasitas mesin cuci adalah 18 kg, namun kami ambil 50 persen kapasitasnya, kami pakai 7 kg pakaian, dengan tujuan spesies cuci semakin besar, ketahanan mesin cuci semakin awet, waktu konsumsi energi rendah. untuk itu kami memakai mesin cuci kapasitas besar tapi isinya separuh, agar lebih hemat energi," papar Ridha Indra Dewa.

Ia menambahkan, dalam sosialisasi Rewash ke masyarakat, pihaknya telah melakukan sosialisasi Rewash lewat Media Sosial (Medsos), antara lain Facebook, Instagram (IG) dan Medsos lainnya.

"Kami ada tim marketing yang cukup mumpuni untuk menjelaskan produk - produk Rewash," ujar Ridha. (ARMAN R)

Berita Terkait