Jumat, 18 Juni 2021 | 06:23:30 WIB

Wakil Bupati Halbar Bagi Al-Quran dan Iqra pada Siswa TPQ di Tiga Desa Jaltim

Senin, 7 Juni 2021 | 21:24 WIB
Wakil Bupati Halbar Bagi Al-Quran dan Iqra pada Siswa TPQ di Tiga Desa Jaltim

Wakil bupati Halbar Djufri Muhammad (kiri) saat menyerahkan bantuan berupa Al-Quran pada siswa TPQ di tiga desa di kantor camat Jaltim, Halbar, Senin (07/06/2021). (Foto: AD/Lindo)

HALBAR, LINDO - Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) melalui Bagian Kesatuan Bangsa Politik dan Keamanan (Kesbangpol) Halbar, menyalurkan ratusan Al-quran dan Iqra pada sejumlah siswa-siswi taman pengajian Al-quran (TPQ) yang dipusatkan di aula kantor camat Jailolo Timur, kabupaten Halbar, Senin (07/06/2021).

 

Dalam pembagian Al-Quran itu, sejumlah siswa TPQ dari masing-masing desa yaitu desa Akesahu, desa Akelamo, dan desa Bobaneigo, yang diutus dari kecamatan Jailolo Timur, kabupaten Halbar.

Wakil Bupati Halbar Djufri Muhammad ditunjuk untuk membagikan bantuan itu pada perwakilan siswa TPQ dari tiga desa tersebut.

 

Dalam pidatonya, Djufri Muhammad mengingatkan bahwa kemandirian siswa terhadap pengajian sangat penting. Untuk itu, ia meminta pada generasi muda bahwa perbaikan ahlak sejak dini sangat dibutuhkan.

 

"Saya berharap generasi penerus mampu menghadapi tantangan kemajuan desa. Terutama adik-adik harus konsen dan rajin membaca dan mengaji Al-Quran, karena perbaikan ahlak manusia itu dimulai dari rajin membaca Al-Quran," kata wakil bupati dihadapan sejumlah undangan yang hadir dalam acara itu.

 

Dalam kesempatan itu,  wakil bupati juga berharap agar penggunaan kitab suci Al-Quran harus benar-benar  dimanfaatkan yang baik.

 

"Saya minta pada adik-adik TPQ di tiga desa ini agar benar-benar memanfaatkan isi dari Al-Quran ini. Mengaji dan terus mengaji agar supaya kalian bisa menguasai isi dalam Al-Quran itu," pintanya.

 

Selain pembagian bantuan Al-Quran dan Iqra pada siswa TPQ di tiga desa, wakil bupati juga menegaskan sekaligus mengkanter informasi soal seputar enam desa. Baik itu kode desa, dan informasi enam desa yang akan digiring ke pengembangan kota Sofifi.

 

Djufri Muhammad dalam pidatonya, telah membantah seluruh informasi yang mengarah pada hoax. Kata dia, tidak ada satu orangpun di enam desa yang wilayah administrasinya masuk ke pengembangan kota Sofifi.

 

"Semua sudah kami bicarakan dihapan menteri dalam negeri di Jakata baru-baru ini. Jadi tidak benar jika saya dan bupati harus melepaskan masyarakat enam desa ke kota Sofifi. Semua itu sudah diatur dan tidak akan merugikan masyarakat enam desa. Enam desa tetap bagian dari kabupaten Halmahera Barat," tegas Djufri lalu dsambut tepuk tangan para undangan yang hadir.

 

ADY/CN

Berita Terkait