Minggu, 17 Oktober 2021 | 06:43:53 WIB

Organda dan Organisasi Sopir Kota Ternate Minta Walikota Usul Tarif Baru Angkutan Umum

Jum'at, 8 Oktober 2021 | 20:41 WIB
Organda dan Organisasi Sopir Kota Ternate Minta Walikota Usul Tarif Baru Angkutan Umum

Para koordinator sopir dan Organda Kota Ternate saat bertemu dengan Walikota Ternate Tauhid Suleman di kantor Walikota Ternate, Jumat (08/10/2021). (Foto: Aldy/Lindo)

TERNATE, LINDO - Para Koordolinator Sopir se Kota Ternate bersama Pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda) kota Ternate, provinsi Maluku Utara, pada Jumat (08/10/2021) siang bertemu dengan Walikota Ternate Tauhid Suleman untuk membicarakan soal tarif angkutan umum dan renovasi gedung dalam terminal kota Ternate.


Pertemuan sekitar satu jam itu, para pengurus sopir dan pengurus Organda itu berkeluh kesah soal tarif angkutan umum dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta harga sperpak angkutan.


Koordinator sopir Pulau Kota Ternate Muhammad Ely mendesak pemerintah kota segera menyesuaikan tarif kendaraan umum menyusul naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut dia, tarif angkutan umum yang akan diusulkan sebesar 25 sampai 30 persen dari tarif semula Rp5000.


"Ini situasi dilematis, kalau tidak naik, operator yang akan rugi, usaha terancam, perawatan tidak berjalan dengan baik, lalu kalau kita bicara perawatan, larinya ke keselamatan," kata lelaki yang sering disapa Amat itu. 


Menurut Amat, pemerintah kota melalui pak walikota telah mengusulkan agar para sopir dan Organda segera menyurati Pemkot, DPRD, dan Dishub agar penyusaian tarif angkutan umum di Kota Ternate yang baru begitu kenaikan harga BBM bisa direalisasi. Jika tidak, menurut Amat, dikhawatirkan pengemudi akan menaikan tarif angkutan secara tidak terkendali.


"Kalau ada jeda, dikhawatirkan tidak ada pengendalian terhadap di lapangan, para sopir saat membeli BBM dengan harga baru, seharusnya sudah terapkan tarif baru," tambahnya.


Senada dengan hal itu, Koordinator Sopir Kota Ternate Tengah Muhlis Buamona mengungkapkan, saat ini, pemerintah kota dan Organda kota Ternate sudah menentukan kenaikan tarif angkutan  sekitar Rp 5.000. Sejauh ini, belum ada lagi angkutan umum yang tarifnya dinaikan oleh pemerintah kota.


"Kami ingin ada penyesuaian tarif, dari terminal ke Jambula, dan dari terminal ke Tarau, harus jangan sama dengan tarif di dalam kota. Nah hari ini kami bertemu dengan pak Walikota Tauhid agar beliau bisa buat penyesuaian tarif dikota Ternate," tutur Muhlis.


Muhlis juga menegaskan bahwa, kenaikan tarif angkutan umum ini memang keputusan yang sangat dilematis. Jika tarif angkutan dinaikan terlalu tinggi, katanya, masyarakat akan beralih menggunakan kendaraan pribadi. Namun, jika tidak dinaikkan, operator angkutan umum akan semakin tercekik.


Dia juga mengungkapkan, sedianya kenaikan tarif angkutan umum ini bisa ditekan hingga tidak melebihi 50 persen, jika didukung insentif pemerintah. Namun, menurutnya, tidak ada insentif yang diberikan pemerintah untuk sektor angkutan umum menyusul kenaikan BBM tahun ini.


"Kita sudah sampaikan ke pak walikota, tolong dilihat juga nasib para sopir dan angkutan kota ini agar bisa ditekan lagi tarifnya, kalau tidak kami makin tercekik dengan biaya perawatan mesin dan BBM," jelasnya.


Selain mengusulkan tarif angkutan umum, para pengurus sopir juga mengeluh soal nasib bangunan dalam terminal. Mereka meminta walikota agar segera membuat halte dalam terminal guna para calon penumpang yang akan datang maupun berpergian.


"Tadi dalam pertemuan kami juga usul tempat teduh atau sejenis halte di dalam terminal. Lalu respon pak Walikota sangat baik dan kata beliau tempat itu akan dibangun secepatnya," paparnya.


Tapi yang paling penting dalam pertemuan itu adalah, walikota Tauhid Suleman meminta agar para Pengurus Sopir dan Organda kota Ternate segera menyurati pemkot dan dewan agar persoalan ini bisa dibahas yang lebih serius lagi guna kemajuan para sopir dan angkutan umum di kota Ternate.


ALDY M

Berita Terkait