Sabtu, 28 November 2020 | 11:55:46 WIB

Warga Gerebek Pesta Seks di Apartemen Bogor Valley

Sabtu, 1 September 2018 | 11:54 WIB
  • Ilustrasi - wajah apara psk-psk asal china yang terjaring razia petugas gabungan di Jakarta. (FOTO: MERDEKA/LINDO)

BOGOR, LINDO – Sejumlah warga dan pengelola Apartemen Bogor Valley (ABV), Kota Bogor, Jawa Barat, menggerebek muda-mudi yang sedang pesta seks di salah satu kamar di apartemen tersebut. Penggerebekan ini dilakukan karena warga sudah geram karena kerap mendengar suara musik yang sangat keras dari kamar tersebut.

“Kami tim pengurus ditelepon warga tengah malam, ada laporan di tempat itu berisik banget. Kumpul banyak cewek-cewek, kata warga begitu,” ujar Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rumah Susun (P3SRS ) Apartemen ABV, Rizki Lerian, kepada VIVA, Jumat (31/8) malam.

Menurut Rizki, penggerebekan dilakukan pada Kamis dini hari, 30 Agustus 2018. Atas laporan yang masuk, warga bersama pengelola langsung melakukan penggerebekan pada pukul 02.00 WIB.

Saat diketok tidak ada jawaban dari dalam unit apartemen tersebut. Padahal sebelumnya terdengar suara musik keras. Karena lama tidak ada jawaban, akhirnya pengurus apartemen langsung mematikan listrik di unit tersebut. Tak lama seorang wanita berpakaian seksi keluar.

“Pas mau balik lagi saya tahan pintunya, nah di sana saya lihat ada yang tidak pakai baju. Dia mengaku bernama Amoy. Dia ini adalah germonya," kata Rizki.

Rizki mengatakan, di dalam kamar tersebut ada empat wanita dan empat laki-laki. Saat digerebek, ada dua pasangan yang sedang berhubungan badan.

Selain itu, warga juga menemukan sejumlah kondom bekas pakai. Namun muda mudi ini menolak didata dan mengancam akan bunuh diri dan tidak takut dilaporkan ke polisi.

“Awalnya hanya perjanjian agar tidak tinggal sewa di sini, tapi dia nantang katanya dia punya bekingan polisi,” kata Rizki.

Warga akhirnya menghubungi Polresta Bogor Kota. Namun warga yang sudah menunggu kedatangan petugas kepolisi harus menelan kekecewaan.

“Katanya balik arah dipanggil sama atasannya. Karena polisi tidak menanggapi saya lapor ke Satpol PP, akhirnnya mereka dibawa untuk didata,” kata Rizki. (VIVA)