Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:13:47 WIB

Sesjen Wantannas Buka Acara Munas Penyusunan Program Bela Negara Tahun 2019

Kamis, 20 Desember 2018 | 12:32 WIB
  • Sesjen Wantannas Letjen TNI Doni Monardo. (FOTO: WANTANNAS/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Bela negara sejak dahulu memiliki konsep yang sangat luas, karena bela negara tidak hanya dapat dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata semata. Namun, harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Sesjen Wantannas) Letjen TNI Doni Monardo saat membuka acara Musyawarah Nasional (Munas) Penyusunan Program Bela Negara tahun 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (19/12).

Menurutnya, bela negara adalah kerjasama segenap elemen bangsa dan negara, bukan hanya pemerintah apalagi hanya sekedar nomenklatur program instansi atau satuan tertentu saja.

“Bela negara adalah wadah peran seluruh komponen masyarakat, dunia usaha, dunia pendidikan, media, hingga tokoh pemuda dan tokoh agama, semua bisa dan wajib ikut serta sesuai dengan bidang profesinya masing-masin,” terang Letjen TNI Doni Monardo.

Untuk mewadahi hal tersebut lanjutnya, pada bulan September 2018 telah diterbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Bela Negara Tahun 2018-2019. Inpres tersebut menggenapi perwujudan amanat bela negara dalam Undang Undang Dasar (UUD) 1945 dan peraturan perundang-undangan tentang pertahanan negara. 

Inpres ini mewujudkan hak-hak asasi manusia bangsa Indonesia sesuai pasal 68 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Ham) yang mengamanatkan agar segenap bangsa Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap dapat memberikan sumbangsihnya dalam bela negara. 

Sesjen Wantannas menjelaskan, acara Musyawarah Nasional Penyusunan Program Bela Negara Tahun 2019 dilaksanakan untuk melaksanakan amanah Inpres Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara tahun 2018-2019.

Sementara itu, Kasatgas Bela Negara Mayjen TNI Toto Siswanto menjelaskan, agenda utama Musyawarah Nasional kali ini yakni bagaimana Kementerian/Lembaga serta ormas untuk merumuskan modul-modul khusus sebagai penjabaran dari modul utama. Karena modul khusus itulah yang akan menjadi pedoman utama untuk kementerian/lembaga serta ormas dalam melaksanakan aksi-aksi nasional bela negara.

Menurutnya, dalam pelaksanaan tahun 2019 nanti, ada satu penekanan bahwa pelaksanaan aksi bela negara diharapkan bisa benar-benar menerapkan pelibatan dari semua unsur dan elemen serta semua komponen bangsa atau yang biasa disebut sebagai pola pentahelix.

(ARMAN R)