Minggu, 07 Juni 2020 | 02:32:03 WIB

17 TKW Dipulangkan dari Yordania melalui Program Amnesti

Jum'at, 29 Maret 2019 | 06:28 WIB
  • 17 tenaga kerja wanita di Yordania yang dipulangkan melalui program amnesti. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

AMMAN, LINDO - Sebanyak 17 tenaga kerja wanita (TKW) yang melanggar peraturan izin tinggal di Yordania dipulangkan ke Indonesia hari ini. Mereka direpatriasi dari negara tersebut melalui program amnesti atau pengampunan hukuman yang diberikan oleh Kerajaan Yordania.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah dan Negara Palestina, Andy Rachmianto mengatakan KBRI Amman memfasilitasi repatriasi bagi para pekerja migran Indonesia yang sudah menetap belasan tahun di Yordania.

"Terima kasih atas kesadaran ibu-ibu untuk mengikuti program amnesti ini. Karena ini tidak setiap tahun terjadi dan merupakan kerja keras dari rekan-rekan KBRI di Amman juga. Semoga selamat sampai di Tanah Air," ujarnya saat melepas kepulangan pekerja migran di KBRI Amman, Yordania, Kamis 28 Maret 2019.

Andy mengungkapkan kebijakan amnesti itu hanya diberlakukan selama enam bulan atau berakhir pada 12 Juni 2019. Untuk itu, ia mengimbau seluruh tenaga kerja Indonesia yang melewati izin tinggal di Yordania segera memanfaatkan program tersebut.

Sebab setelah amnesti berakhir, mereka akan dikenakan denda yang dihitung sejak masa izin tinggal resminya habis. Besaran dendanya tersebut sebesar 1,5 Dinnar Yordania atau sekitar Rp19.500 per hari.

"Ini berlaku sampai 12 Juni atau 3 bulan lagi. Mohon kalau masih ada temen di luar, ada kontaknya tolong kasih tau, karena nanti peraturannya akan kembali. Dendanya itu sehari 1,5 Dinnar Yordania," ungkap dia.

Ia menambahkan dari 1.040 imigran ilegal di Yordania, baru 173 orang yang memanfaatkan program amnesti. Dari jumlah tersebut 38 orang telah direpatriasi, 21 orang berada di shelter Dan 74 orang memilih berada di luar shelter.

"Jadi sisanya masih dalam proses dokumen Dan Kita harapkan semakin banyak yang memanfaatkan program amnesti ini," pungkas dia.

Atase Pekerja Migran Indonesia KBRI Amman Suseno Hadi menambahkan 17 TKW tersebut merupakan residu dari agen-agen yang menyalurkan tenaga kerja wanita ke Timur Tengah. Dengan kata lain, sejak pemerintah memoratorium TKW ke Timur Tengah, mereka memilih menetap di Yordania tanpa izin tinggal.

Ia berharap para pekerja Migran Indonesia dapat memanfaatkan program amnesti untuk dapat kembali ke Indonesia, termasuk menjelaskan statusnya menjadi pendatang yang legal dan tercatat.

"Yang 17 ini kebanyakan sudah lama bekerja di luaran atau ijin tinggal kadaluarsa, mereka bertahan di luar part time orang Jordan. Tapi dia tidak bisa keluar selama tidak clear dokumennya. Kami menawarkan mereka bagi yang ingin pulang kami fasilitasi, yang tidak ada tiket kami belikan, yang berurusan dengan polisi kita selesaikan," katanya.

Intan, 32, seorang TKW yang jatuh dari lantai empat rumah majikannya turut dipulangkan. Ia mengaku tak mengingat kejadian yang menyebabkan tangan dan kakinya patah tersebut.

Ia pun telah bekerja selama 10 tahun sebagai pembantu rumah tangga di Yordania. Selama itu, ia jarang mendapatkan kekerasan fisik kecuali gaji yang tidak dibayar sesuai kotrak kerja.

"Saya sudah 10 tahun di sini, majikan yang terakhir sepertinya tidak suka dengan saya. Saya pikir saya jatuh didorong," pungkasnya.

MEDCOM