Rabu, 01 April 2020 | 18:10:20 WIB

Jabat Bergilir, Rini Tunjuk Sripeni Inten Jadi Plt Dirut PLN

Jum'at, 2 Agustus 2019 | 17:09 WIB
  • Sripeni Inten Cahyani (kiri) ditunjuk menjadi Plt Dirut PLN. (FOTO: PLN/MI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero) mengangkat Sripeni Inten Cahyani sebagai pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PLN menggantikan Djoko Raharjo Abumanan.
 
Saat dihubungi Medcom.id, Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Kalimantan Syamsul Huda menyampaikan bahwa perputaran jabatan pelaksana tugas direktur utama kerap terjadi.
 
"Itu (jabatan) berputar memang, selama yang definitif belum ada, bisa saja sewaktu-waktu dilakukan perputaran. Hari ini memang pergantian Pak Djoko dengan Ibu Inten," kata Syamsul di Jakarta, Jumat, 2 Agustus 2019.

Berdasarkan surat keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberikan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro Sripeni Inten Cahyani diangkat sebagai Plt Direktur Utama PLN sekaligus merangkap sebagai Direktur Pengadaan Strategis satu. Keputusan tersebut berlaku sejak 2 Agustus 2019.
 
Namun ketika dikonfirmasi mengenai berapa lama jabatan tersebut akan diemban Sripeni Inten, Syamsul menjelaskan waktu tersebut tidak diatur dalam surat keputusan pengangkatan.
 
Hanya saja, tutur Syamsul, mengemban dua jabatan sangat berat. Sehingga diperlukan penyegaran kepengurusan perseroan sampai direktur utama definitif diangkat.
 
"Dahulu, Pak Djoko ditunjuk sebagai plt dirut tidak melepaskan sebagai direktur pengadaan strategis, itu harus jalan. Kalau terus menerus (rangkap jabatan) menjadi berat. Makannya jadi diputar. Sekarang yang dapat giliran Ibu Inten," ungkap dia.
 
Selain Sripeni Inten, dalam surat keputusan Kementerian BUMN juga mengubah susunan direksi lainnya. Berikut susunan direksi terbaru:
 
1. Sripeni Inten Cahyani sebagai Plt Direktur Utama PLN merangkap Direktur Pengadaan Strategis 1.
2. Djoko Raharjo Abumanan sebagai Direktur Pengadaan Strategis 2.
3. Sarwono Sudarto sebagai Direktur Keuangan.
4. Muhamad Ali sebagai Direktur Human Capital Management.
5. Syofvi Felienty Roekman sebagai Direktur Perencanaan Korporat.
6. Amir Rosidin sebagai Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Tengah.
7. Supangkat Iwan Santoso sebagai Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara.
8. Haryanto WS sebagai Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Barat.
9. Syamsul Huda sebagai Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Kalimantan.
10. Ahmad Rofiq sebagai Direktur Bisnis Maluku dan Papua.
11. Wiluyo Kusdwiharto sebagai Direktur Bisnis Regional Sumatera.

MEDCOM