Jumat, 10 Juli 2020 | 22:15:28 WIB

Hakim Sebut Menteri Lukman Terbukti Menerima Suap

Rabu, 7 Agustus 2019 | 21:50 WIB
  • Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjawab pertanyaan jaksa KPK saat menjadi saksi sidang kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (FOTO: MI/LINDO)

akarta: Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menyebut Menteri Lukman Hakim Saifuddin terbukti menerima uang dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanudin, sebesar Rp70 juta. Uang itu diberikan bertahap.
 
"Menimbang dengan pertimbangan hukum di atas, perbuatan terdakwa Haris Hasanudin memberi sejumlah uang kepada saksi Romi (Romahurmuziy) dan Lukman melalui Herry ajudannya dari kurun waktu 6 Januari-9 Maret 2019, yang mana perbuatan terdakwa masing-masing berdiri sendiri tetapi mempunyai pertalian satu sama lain, dan perbuatan yang satu dan lain tidak terlalu lama, menurut majelis hakim perbuatan terdakwa sebagai perbuatan berlanjut dan dilanjutkan," ujar Hakim Ketua Hastopo di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019.
 
Hakim Hastopo mengatakan berdasarkan fakta hukum yang ada, Haris memberikan uang kepada kepada Romi Rp5 juta pada 6 Januari 2019 dan Rp25 juta pada 6 Februari 2019. Haris juga memberikan uang kepada Lukman Rp50 juta di Hotel Mercure Surabaya pada 1 Maret 2019, dan Rp 20 juta di Tebu Ireng, Jombang, pada 9 Maret 2019, melalui ajudan Lukman, Herry Purwanto.

akarta: Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menyebut Menteri Lukman Hakim Saifuddin terbukti menerima uang dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanudin, sebesar Rp70 juta. Uang itu diberikan bertahap.
 
"Menimbang dengan pertimbangan hukum di atas, perbuatan terdakwa Haris Hasanudin memberi sejumlah uang kepada saksi Romi (Romahurmuziy) dan Lukman melalui Herry ajudannya dari kurun waktu 6 Januari-9 Maret 2019, yang mana perbuatan terdakwa masing-masing berdiri sendiri tetapi mempunyai pertalian satu sama lain, dan perbuatan yang satu dan lain tidak terlalu lama, menurut majelis hakim perbuatan terdakwa sebagai perbuatan berlanjut dan dilanjutkan," ujar Hakim Ketua Hastopo di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019.
 
Hakim Hastopo mengatakan berdasarkan fakta hukum yang ada, Haris memberikan uang kepada kepada Romi Rp5 juta pada 6 Januari 2019 dan Rp25 juta pada 6 Februari 2019. Haris juga memberikan uang kepada Lukman Rp50 juta di Hotel Mercure Surabaya pada 1 Maret 2019, dan Rp 20 juta di Tebu Ireng, Jombang, pada 9 Maret 2019, melalui ajudan Lukman, Herry Purwanto.

MEDCOM