Sabtu, 30 Mei 2020 | 03:08:40 WIB

ADD dan DD Tahun 2017-2018 Disalahgunakan oleh Sang Kades

Kamis, 22 Agustus 2019 | 14:20 WIB
  • Sebuah bangunan rumah terbengkalai yang dikerjakan menggunakqn dana desa. (FOTO: EMPY/LINDO)

HALTIM, LINDO - Dana Desa (DD) senilai tatusan juta rupiah yang dikucurkan pada Tahun 2017 di Desa Lili, Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, terindikasi disalahgunakan oleh Kepala Desa LiLi yang berinisial AB.

Sejumlah warga yang ada di desa itu, juga ikut menyesalkan tindakan sang kades, pasalnya mereka sampai saat ini juga tidak tahu soal anggaran itu.

"Jangankan papan pengunguman, pemberitahuan secara lisan pun tidak ada yang dilaporkan oleh kades. Kalau memang tidak disalah gunakan, kenapa harus ditutupi," kata beberapa warga saat ditemui Lindo, baru baru ini di desa Lili.

Mereka umumnya merasa
sesali dengan kinerja kepala desa Lili soal penggunaan ADD dan DD tahun 2017 sampai dengan tahun 2018.

"Setahu kami ADD dan DD yang gunakan pada tahun 2017 sampai tahun 2018 tidak ada bunyinya, alias digunakan secara diam- diam oleh sang kades. Kalau ditanya kecewa atau tidak, pasti jawabannya kami kecewalah," tandas warga lagi.

Sementara itu Ketua BPD Desa Lili saat dikonfirmasi oleh media ini, juga mengakui bahwa penggunaan DD tahun 2017 sampai tahun 2018 tidak ada secara rinci pelaporan kepada dirinya maupun di papan mading.

"Selama saya menjabat pada tahun 2017 tidak pernah diberikan laporan APBDes oleh sang Kades. Saya coba minta laporan penggunaan APBDes tahun 2018, juga tidak diberikan oleh kades. Ada apa dibalik itu," tanya Ketua BPD Desa Lili pada wartawan di kediamannya, baru baru ini.

Ketua BPD juga mengungkapkan selama proyek atau pekerjaan yang ada di dalam desa yang dikerjakan dengan menggunakan dana desa tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Bahkan papan pengumuman yang harus dipajang di depan kantor desa pun tidak dilakukan oleh kepala desa.

"Selama saya menjabat dua periode tidak pernah sang kades memasang baliho APBDes. Warga disini semua tahu soal kinerja sang kades, dia itu kalau buat sesuatu selalu sembunyi-sembunyi. Saya heran kenapa kinerja kades kita jadi begitu, padahal ini anggaran negara loh," ujarnya.

Ketua BPD menambahkan bahwa ada beberapa anggaran pembangunan yang dikerjakan di tahun 2017 hingga kini belum juga tuntas, alias fiktif.

"Anggaran pembangunan desa di tahun 2017 tidak ada yang dikerjakan sama sekali," paparnya.

Sementara Kades Leli, saat di konfirmasi menjelaskan bahwa penggunaan anggaran untuk pembangunan desa sudah diserahkan penuh pada Sekretaris Desa. Bahkan dia menampik semua tuduhan itu, dan mengatakan tidak benar.

"Kalau anggaran tahun 2017 sudah dikerjakan semuanya. Sementara keuangan DD telah dikelolah oleh sekdes saya," ujarnya.

Dia menambahkan anggaran pembangunan 8 unit rumah yang dibangun pada tahun 2017, sudah selesai dikerjakan, sementara sisa dana desa senilai Rp.28.600.000 sekian sudah di kembalikan pada pihak inspektorat Kabupaten Haltim.

"Anggaran tahun 2017 sudah selesai dan semua sudah dikerjakan, sedangkan sisa anggaran itu sudah saya kembalikan pada inspektorat Haltim," ungkapnya.

EMPY