Rabu, 08 Juli 2020 | 07:41:30 WIB

KPK Tantang Pansel Bedah Rekam Jejak Capim

Kamis, 29 Agustus 2019 | 11:53 WIB
  • Juru bicara KPK Febri Diansyah bersama wartawan di Jakarta. (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menantang panitia seleksi (pansel) melihat langsung dan membedah bukti rekam jejak calon pimpinan (capim) jilid V yang bermasalah. Lembaga Antirasuah ingin membuktikan kebenaran penelusuran rekam jejak itu.
 
“Untuk mendukung fakta dan data pendukung maka KPK mengundang pansel pada Jumat, 30 Agustus 2019, Pukul 09.30 WIB sampai dengan selesai,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Kamis, 29 Agustus 2019.
 
Febri menegaskan dalam surat undangan dijelaskan catatan hitam didapat dari penelusuran rekam jejak para capim. Catatan itu diharapkan jadi rujukan pansel menyaring 20 kandidat tersisa.

“Hal ini perlu kami lakukan sebagai bentuk dukungan penuh pada proses seleksi pimpinan KPK agar menghasilkan orang-orang terbaik dan tidak bermasalah,” pungkasnya.
 
KPK merilis catatan hitam beberapa nama dari 20 kandidat capim yang lolos tes profile assesment. Catatan itu menyebut sejumlah capim diduga pernah menerima gratifikasi, melakukan pelanggaran etik, melakukan intimidasi terhadap pegawai KPK, hingga malas menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).
 
Tak hanya itu, catatan kelam capim itu juga telah diserahkan KPK kepada pansel. Sayangnya, pansel tak menggubris saran KPK dan meloloskan nama-nama yang bermasalah tersebut.
 
Keputusan pansel meloloskan calon bermasalah ini juga menuai kritik tajam dari sejumlah koalisi masyarakat. Namun kritikan itu dijawab diplomatis. Pansel berdalih hasil penelusuran rekam jejak dari KPK dan koalisi masyarakat belum tentu mengandung kebenaran dan memiliki kekuatan hukum tetap.

MEDCOM